Lima Kelemahan Calya dan Sigra Bekas yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli



Mencari mobil keluarga dengan harga terjangkau dan kapasitas penumpang yang cukup besar? Toyota Calya dan Daihatsu Sigra bisa menjadi pilihan yang menarik. Kedua mobil ini memiliki keunggulan dalam hal harga yang murah serta kemampuan membawa hingga tujuh penumpang. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas dari model ini, penting untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan yang mungkin dimiliki.



Toyota Calya dan Daihatsu Sigra merupakan dua mobil yang sering dijadikan pilihan oleh konsumen yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau. Keduanya termasuk dalam skema Low Cost Green Car (LCGC), sehingga memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mobil-mobil lainnya. Meskipun demikian, ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil bekas dari kedua model ini.



Kekurangan Toyota Calya dan Sigra



Berikut adalah lima kelemahan yang sering dialami oleh Toyota Calya dan Daihatsu Sigra:

  1. Suspensi Amblas

    Salah satu masalah utama yang sering dialami oleh pengguna Calya dan Sigra adalah suspensi yang amblas saat membawa penumpang maksimal, yaitu tujuh orang. Khususnya bagian belakang mobil terlihat ‘celup’ atau turun karena beban yang berat. Untuk mengatasi hal ini, Astra Otoparts menyediakan paket suspensi belakang yang terdiri dari sokbreker dan per dengan ukuran lebih besar dan kokoh. Penggantian pelek juga disarankan agar jarak terendah ke tanah lebih tinggi.

  2. Kaca Belakang Rentan Pecah

    Beberapa pemilik Daihatsu Sigra pernah mengalami kaca belakang yang pecah secara tiba-tiba. Fenomena ini sempat ramai pada tahun 2017. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengklaim bahwa tidak semua mobil mengalami masalah ini. Ada dua penyebab utama, yaitu faktor internal dan eksternal. ADM menjamin penggantian gratis jika terjadi kasus seperti ini.

  3. Pelipatan Jok Belakang Sulit

    Banyak pengguna mengeluhkan kesulitan dalam melipat kursi baris ketiga. Hal ini disebabkan oleh tambahan karpet di atas karpet dasar. Solusi yang bisa dilakukan adalah pemasangan karpet yang presisi atau melepas stopper karet pada rangka jok.

  4. Selang AC Pendek

    Saluran buang AC yang pendek menyebabkan air AC menggenang di sasis mobil, berpotensi menyebabkan karat. Solusi sederhana adalah menggunakan slang tambahan sepanjang 2 meter yang diikat dengan cable ties agar tidak menjuntai.

  5. Suara Jedak Jeduk

    Beberapa pemilik mengeluhkan suara ‘jeduk’ dari kolong mobil. Suara ini berasal dari ban serep yang longgar. Untuk menghilangkan suara tersebut, cukup menggunakan baju atau kain bekas sebagai bantalan antara ban serep dan sasis.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *