Kurang Anggaran, Bangka Barat Minta Bantuan Pemprov

Masalah Banjir dan Keterbatasan Anggaran di Bangka Barat

Bupati Bangka Barat, Markus, telah menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi wilayahnya kepada Pemprov Babel. Hal ini terkait dengan kondisi Bangka Barat yang menghadapi keterbatasan anggaran akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Markus menyampaikan hal ini saat mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh bupati/wali kota se-Babel dan Gubernur Bangka Belitung di Belitung, Senin (12/1).

Ia menjelaskan bahwa dalam rakor tersebut, beberapa kendala penanganan banjir di wilayah Bangka Barat telah disampaikan. “Kendala telah saya sampaikan, terutama penanganan banjir Tanjung Laut, Culong, Parittiga, agar bisa dibantu oleh provinsi karena APBD kabupaten tidak sanggup,” ujar Markus.

Selain itu, Markus juga meminta bantuan dan dukungan dari pemerintah provinsi. Mengingat keterbatasan kemampuan APBD kabupaten dalam menangani persoalan banjir secara menyeluruh.

“Selain itu, turut disampaikan persoalan pembiayaan iuran BPJS Kesehatan, di mana pemerintah kabupaten mengharapkan penambahan kepesertaan yang ditanggung oleh pemerintah provinsi. Karena kita tahu sama tahu kondisi keuangan 2026 ini,” harapnya.

Menurut Markus, permintaan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah 2026, yang diproyeksikan mengalami berbagai penyesuaian seiring dengan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). “Sehingga pemerintah daerah lebih cermat dan teliti dalam menyusun serta mengelola APBD kita,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah mengajukan usulan anggaran sekitar Rp300 miliar ke Bappenas untuk mengatasi banjir di Mentok dan Parittiga. Hal ini disampaikan Bupati Bangka Barat, Markus, Kamis (11/12/2025).

“Untuk daerah banjir, saya sudah mengajukan ke Bappenas untuk penanganan banjir. Di Mentok dan Parittiga total anggaran cukup besar. Kalau kita hanya datang memberikan bantuan, saya anggap tidak menyelesaikan masalah. Tidak perlulah pecitraan-pecitraan begitu,” kata Markus.

Markus mengaku, sudah datang ke Jakarta untuk mengajukan anggaran ke pemerintah pusat, terkait penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Sehingga mampu menjawab persoalan banjir di kedua wilayah tersebut.

“Saya sudah datang ke Jakarta, ada kurang lebih Rp300 miliar kita ajukan ke pusat, untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Semoga bisa turun, bisa menangani banjir di Mentok,” ujarnya.

Selanjutnya, teknisnya akan dilakukan dinas terkait, mulai dari penyusunan kajian dan studi untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Menurutnya, di Mentok persoalannya lebih ke banjir rob. Sementara di Parittiga banjir terjadi karena air tidak memiliki tempat penampungan. Maka rencana yang disiapkan antara lain pembangunan embung dan penahan air di Parittiga.

“Nanti teknis dinas terkait melakukan kajian studinya untuk persiapan penanganan banjir di Parittiga dan Mentok,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat dapat menjaga rumah dan lingkungan. Dirinya bersama jajarannya bakal meninjau kawasan Tanjung Laut Mentok yang sering dilanda banjir.

“Dengan dukungan anggaran, mudah-mudahan semua bisa terealisasi,” harapnya.

Upaya Bersih-bersih untuk Mengatasi Banjir

Sebelumnya, banjir rob merendam sejumlah permukiman warga di pesisir pantai, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (8/12/2025) pagi. Pasang air laut yang terjadi bersamaan dengan hujan deras menyebabkan ratusan rumah tergenang. Dengan tinggi air bervariasi dari semata kaki hingga betis orang dewasa.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, memprediksi periode pasang air laut masih terjadi hingga tanggal 9, 10, dan 11 Desember 2025. Diakui Safrizal, pemerintah daerah telah melakukan langkah menghadapi periode pasang air laut yang menyebabkan banjir rob di sejumlah daerah pesisir.

Ia menjelaskan, banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Mentok, seperti Kampung Tanjung, Kampung Tanjung Pakdan, Kampung Ulu, Tanjungkalian, Tanjung Laut, dan Teluk Rubiah Laut. Dengan jumlah yang terdampak di lokasi itu 593 bubung rumah.

Kegiatan Gotong Royong di Kampung Jawa Mentok

PEMERINTAH Kecamatan Mentok, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Satpol PP, Anggota DPRD serta unsur masyarakat melakukan kegiatan gotong royong membersihkan drainase kawasan Kampung Jawa Mentok, pada Sabtu (17/1). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan saluran air dan lingkungan sekitar, SPBU, pinggir jalan raya yang dekat dengan lapak pedagang dan pemukiman warga.

Kegiatan pembongkaran bangunan didukung dan tidak mendapat penolakan warga khususnya pelaku UMKM yang berdagang di atas gorong-gorong.

Seperti disampaikan, Nursanti (63) pelaku UMKM, mengaku pasrah bangunan yang merupakan tempat dirinya mencari nafkah sehari-hari dibongkar. Namun, ia berharap nantinya, ada solusi buat dirinya, terutama lokasi berdagang.

“Kita pasrah saja, ingin bagaimana lagi, kita di sini cuma menumpang,” kata Nursanti.

Anggota DPRD Bangka Barat, Eddy Arif, mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiatif dirinya. Sebagai upaya mengantisipasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan turun. Akibat aliran air yang tidak lancar.

“Kita kegiatan bersih-bersih ini sangat penting. Ketika saluran air bersih dan lancar, air hujan bisa mengalir dengan baik sehingga potensi genangan maupun banjir dapat dikurangi,” kata Eddy Arif.

Ia menambahkan, persoalan lingkungan tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat setempat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar kawasan pemukiman tetap aman dan nyaman,” katanya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *