Gibran Tak Kepedulian dengan Roasting Pandji yang Sebut ‘Ngantuk’

Tanggapan Wapres Gibran terhadap Roasting Pandji Pragiwaksono

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi santai roasting dari komika Pandji Pragiwaksono di acara Mens Rea yang tayang di Netflix. Dalam pertunjukan stand-up comedy tersebut, Pandji sempat menyindir wajah Gibran dengan mengatakan terlihat seperti orang mengantuk. Sindiran ini memicu pro-kontra di kalangan publik, namun Gibran justru menganggapnya sebagai candaan biasa.

Gibran bahkan menyebut bahwa candaan dari duo komika Coki Pardede dan Tretan Muslim lebih pedas dibandingkan dengan sindiran Pandji. Ia memberi selamat atas kesuksesan Mens Rea dan menegaskan bahwa dirinya tidak tersinggung dengan candaan komika tersebut.

Perbincangan Santai dengan Coki dan Tretan Muslim

Dalam perbincangan santai dengan Coki dan Tretan Muslim di channel YouTube TretanUniverse pada Minggu (18/1/2026), Gibran menyampaikan ucapan selamat kepada Pandji lantaran Mens Rea berhasil berada di puncak teratas di Netflix Indonesia. Acara tersebut bahkan mengalahkan serial populer seperti Jujutsu Kaisen dan Stranger Things. “Kita ucapkan selamat ke bang Pandji ya, Mens Rea nomor 1 di Netflix. Ngalahin Jujutsu Kaisen, ngalahin Stranger Things. Ikut bangga,” katanya.

Coki kemudian menyinggung mengenai kontroversi yang muncul belakangan ini terkait Mens Rea. Menurut Coki, Pandji sempat menyinggung fisik Gibran dalam acara tersebut. Gibran merespons dengan sikap santai. “Ya enggak apa-apa, buat lucu-lucuan aja. Santai,” balas Gibran.

Tretan Muslim juga ikut menimpali soal candaan tersebut. “Dibilang ngantuk,” ujar Tretan. “Ya enggak apa-apa, santai,” jawab Gibran kembali. Tretan pun bertanya dengan bercanda kepada Gibran apakah dirinya memang sebenarnya kerap mengantuk. Gibran menjelaskan bahwa bentuk matanya memang seperti itu sejak lahir. “Ya, dari lahir bentuk matanya seperti ini. Mau gimana lagi,” ucapnya.

Bandingkan dengan Candaan Coki-Muslim

Dalam perbincangan santai itu, Gibran justru membandingkan roasting yang dilakukan Coki-Muslim terhadap dirinya. Ia menyebut kedua orang tersebut lebih parah dibanding Pandji. Gibran mengenang kembali pengalaman saat anak keduanya baru lahir. Pada siang hari, ia menemani proses persalinan, tetapi malam harinya sudah diroasting oleh Coki-Muslim. “Saya masih ingat itu anak kedua saya lahir itu ya. Siang lahir, malemnya saya di-roasting. Acaranya MLI (Majelis Lucu Indonesia). Anak saya baru lahir, malamnya kalian roasting,” katanya.

Menurutnya, candaan mereka lebih pedas ketimbang Pandji. Namun, ia tidak marah dengan candaan keduanya. “Iya lebih parah dari Pandji. Tapi enggak apa-apa sih. Lucu-lucuan untuk menghibur orang lah,” pungkasnya.

Dipolisikan Soal Dugaan Pelecehan Agama

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya akan meminta keterangan ahli terkait laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono (PW) soal dugaan penghasutan dan penistaan agama. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap para pelapor. “Sehubungan dengan pelaporan terhadap saudara P, hari ini (Senin, 12 Januari 2026), kami jadwalkan melakukan pengambilan keterangan terhadap para pelapor. Kemudian kami juga terus melakukan permintaan keterangan dengan para ahli,” kata Iman, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Keterangan ahli dibutuhkan guna menentukan batasan antara kebebasan berekspresi, seni di ruang publik, dan ketentuan pidana. “Bagaimana mengkonstruksikan batasan-batasan sejauh mana sebuah kebebasan berekspresi itu, seni itu di ruang publik, dengan ketentuan-ketentuan pidana yang mengatur di dalam setiap sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Itu terus kami lakukan, sehingga kami bisa menjaga profesionalitas, proporsionalitas, dan keberimbangan,” kata dia.

Bantahan Pandji Pragiwaksono

Komika Pandji Pragiwaksono sedang menjadi perhatian publik setelah dipolisikan terkait materi stand-up komedinya. Pandji Pragiwaksono pun mengaku tidak menyesal menayangkan spesial show stand up comedy bertajuk Mens Rea di Netflix. Pernyataan tersebut disampaikan Pandji saat melakukan siaran langsung di Instagram sambil menjawab pertanyaan warganet terkait penayangan Mens Rea.

“Tidak sama sekali, tidak sama sekali,” kata Pandji Pragiwaksono sambil menggelengkan kepala dikutip Kompas.com, Jumat (9/1/2026). Di sisi lain, Pandji juga menjawab alasan mengapa dia tidak pernah mengkritik tokoh-tokoh yang selama ini dikenal dekat dengannya. Termasuk dia tidak membahas mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam show Stand Up Comedy Mens Rea.

Alasan Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono mengaku banyak pihak yang tidak membahas Anies Baswedan dalam show Mens Rea. Pandji dituding tidak membahas Anies Baswedan karena dirinya merupakan pendukung mantan calon presiden pada Pilpres 2024 itu. “Nah, sekarang faktanya adalah tidak ada satupun YouTuber di Indonesia, YouTuber ya bukan media nih, youtuber di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono,” kata Pandji dikutip TribunJakarta.com dari akun youtubenya, Minggu (11/1/2026).

Pandji membeberkan dirinya pernah membuat video review jabatan Anies Baswedan. Durasi video itu 2 jam 22 menit dengan skor dua dari lima bintang. Video itu, kata Pandji, membawa tudingan korupsi, Formula E hingga program DP 0 persen. “Jadi kalau dibilang Pandji enggak pernah mengkritik kan faktanya akan membantah. Tidak ada satupun YouTuber bukan media yang lebih sering daripada saya daripada gua dalam mengkritik Anies dalam berbagai macam video,” kata Pandji.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *