Gempa Bumi di Barat Daya Alor, NTT
Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 05:15 WIB, terjadi gempa bumi di wilayah barat daya Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini memiliki magnitudo sebesar 2,4 dan berada pada koordinat 8.77 LS – 124.40 BT dengan kedalaman sekitar 131 km. Pusat gempa berada sejauh 55 km dari Alor.
Gempa yang terjadi tersebut dikategorikan sebagai gempa lokal dengan energi kecil. Informasi resmi mengenai gempa ini dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman dan akun media sosialnya. BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk memantau kondisi cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Alor merupakan sebuah kabupaten di provinsi NTT dengan ibu kota di Kalabahi. Jarak antara Alor dan ibu kota provinsi NTT, yaitu Kupang, sekitar 296,9 km, tergantung rute yang dipilih.
Magnitudo gempa bumi mengacu pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Gempa yang terjadi di Alor diperkirakan terjadi pada pukul 05:15:03 WIB.
BMKG menyampaikan informasi lengkap mengenai gempa ini melalui laman resmi mereka. Dalam rilisnya, disebutkan bahwa gempa terjadi di titik koordinat 8.77 LS, 124.40 BT, dengan kedalaman 131 km. Namun, BMKG juga menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat, dan Setelah Gempa Bumi
Sebelum Terjadi Gempa Bumi
-
Kunci Utama
Memahami apa itu gempa bumi dan memastikan struktur rumah atau bangunan dapat menghindari bahaya seperti longsoran atau liquefaction.
Melakukan evaluasi dan renovasi bangunan agar lebih tahan terhadap gempa bumi. -
Kenali Lingkungan Tempat Kerja
Mengetahui lokasi pintu, lift, dan tangga darurat.
Belajar melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Mengenal cara menggunakan alat pemadam kebakaran.
Mencatat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat terjadi gempa. -
Persiapan Rutin
Mengatur perabotan seperti lemari atau cabinet agar tidak mudah jatuh atau bergeser.
Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman.
Mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan. -
Cegah Bahaya dari Material Berat
Menempatkan benda berat pada bagian bawah.
Memastikan benda yang tergantung seperti lampu tidak mudah jatuh. -
Siapkan Alat Darurat
Menyediakan kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen, dan air.
Saat Terjadi Gempa Bumi
-
Jika Berada di Dalam Bangunan
Lindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja.
Cari tempat yang aman dari goncangan.
Jika memungkinkan, segera keluar dari bangunan. -
Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
Hindari bangunan, tiang listrik, atau pohon.
Perhatikan tanah yang mungkin retak. -
Jika Mengendarai Mobil
Keluar dari mobil dan menjauhi kendaraan.
Ikuti langkah-langkah seperti yang diberikan saat berada di luar bangunan. -
Jika Berada di Pantai
Jauhi pantai untuk menghindari risiko tsunami. -
Jika Tinggal di Daerah Pegunungan
Hindari daerah yang rawan longsoran.
Setelah Terjadi Gempa Bumi
-
Jika Berada di Dalam Bangunan
Keluar bangunan dengan tertib.
Gunakan tangga biasa, bukan lift atau tangga berjalan.
Periksa apakah ada korban dan lakukan P3K.
Hubungi pihak yang berwenang jika terjadi luka parah. -
Periksa Lingkungan Sekitar
Pastikan tidak ada kebakaran, kebocoran gas, atau kerusakan listrik.
Periksa pipa air dan pastikan tidak ada hal-hal yang membahayakan. -
Jangan Masuki Bangunan yang Rusak
Karena masih ada kemungkinan reruntuhan. -
Hindari Berjalan di Area Gempa
Untuk menghindari bahaya susulan. -
Dengarkan Informasi Resmi
Ikuti perkembangan gempa dari radio atau sumber tepercaya.
Jangan percaya isu atau berita yang tidak jelas sumbernya. -
Isi Angket yang Diberikan Instansi Terkait
Untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi. -
Jangan Panik dan Berdoa
Tetap tenang dan berdoa kepada Tuhan demi keselamatan semua orang.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












