Curhat Ressa: Hidup Penuh Kekurangan dan Kerja di Toko Madura

Ressa Rizky Rossano Menggugat Denada, Tuntutan Hukum yang Mengungkap Masa Lalu

Ressa Rizky Rossano (24) kini menghadapi proses hukum terhadap ibu kandungnya, Denada. Gugatan yang diajukan oleh Ressa di Pengadilan Negeri Banyuwangi mencakup tuntutan ganti rugi materiil senilai miliaran rupiah. Dalam gugatan tersebut, Ressa mengungkapkan bahwa dirinya ditelantarkan sejak kecil dan tidak pernah mendapatkan dukungan finansial dari Denada meskipun secara biologis mereka memiliki hubungan darah.

Awal Kehidupan Ressa di Banyuwangi

Sejak bayi, Ressa dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi dan dirawat oleh keluarga besar Denada. Ia dibesarkan oleh neneknya, Emilia Contessa, yang merupakan ibunda Denada. Selama masa pertumbuhannya, kebutuhan hidup Ressa dipenuhi oleh keluarga besar, terutama oleh sang nenek. Namun, setelah Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk. Akibatnya, Ressa harus meninggalkan pendidikannya di perguruan tinggi karena kendala biaya.

Kini, Ressa bekerja sebagai penjaga toko Madura 24 jam di kawasan Kota Banyuwangi. Rasa sakit hati akibat merasa ditelantarkan inilah yang memicu Ressa untuk menuntut ganti rugi materiil senilai miliaran rupiah. Tuntutan ini mencakup akumulasi biaya pendidikan dari SD hingga SMA serta biaya hidup selama ini.

Tahap Mediasi di Pengadilan Negeri Banyuwangi

Saat ini, perkara Ressa Rizky Rossano terhadap Denada masih dalam tahap mediasi di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Moh Firdaus Yuliantono, kuasa hukum Ressa, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti kuat untuk membuktikan hubungan biologis antara kliennya dengan Denada. Meski demikian, pada masa mediasi, pokok perkara belum bisa dibuka secara detail.

Firdaus menjelaskan bahwa gugatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Denada sebagai ibu penggugat. Di sisi lain, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, membenarkan adanya gugatan tersebut. Namun, pihak Denada mengaku belum mempelajari konstruksi hukum dari gugatan yang diajukan.

Iqbal menambahkan bahwa pihaknya memerlukan waktu untuk berdiskusi dengan Denada sebelum memberikan jawaban resmi atas tuntutan Ressa. “Tetapi kami memang perlu waktu untuk membaca dan mempelajari surat gugatan tersebut terlebih dahulu,” ujar Iqbal.

Awal Mula Rahasia Terbongkar

Awal mula rahasia tentang hubungan Ressa dengan Denada terbongkar saat ia duduk di bangku SMA. Ressa mendapatkan informasi dari orang yang dipercayainya bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Menurut Firdaus, bibi Denada yang merawat Ressa sejak kecil adalah adik dari ibunda Denada, Emilia Contessa, yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Setelah menerima informasi tersebut, Ressa beberapa kali menanyakan langsung kepada Denada. Namun, Denada tetap mengatakan bahwa Ressa adalah adiknya dan anak dari bibinya. Firdaus menyampaikan bahwa ketika Ressa menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa Ressa adalah adiknya, bukan anaknya.

Selama ini, Ressa dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi dan kebutuhan hidupnya selama ini dipenuhi oleh keluarga besar Denada, terutama almarhumah Emilia Contessa. Setelah Bu Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, Ressa mencoba menuntut Denada.

Profil Denada

Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau yang akrab disapa Denada adalah penyanyi, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia. Denada merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarganya dari pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan. Ayah Denada, Rio Tambunan, adalah salah satu penyanyi pop dan rap ternama Indonesia. Sedangkan ibundanya, Emilia Contessa, adalah penyanyi Indonesia yang populer pada era 1970-an.

Ikuti jejak sang ibu, Denada terjun di dunia hiburan dan menekuni dunia tarik suara. Awal kariernya di dunia hiburan adalah sebagai salah satu penyanyi pop. Kemudian, Denada mencoba genre musik Rap yang membuat namanya populer di dunia musik. Kini, Denada dikenal sebagai rapper wanita papan atas yang dimiliki Indonesia hingga saat ini.

Denada telah mengeluarkan dua album rapper, yakni Kujelang Hari (Sambutlah 2004) dan Ini Album Gue (1997). Tak hanya rap, Denada juga menyelami dunia musik dangdut. Album dangdut pertamanya adalah Matahari, lagu itu cukup laris keras di pasaran pada masanya. Album selanjutnya berjudul Mae, ST, dan One Stop Dangdut (2007) sukses mengantarkan dirinya mendapatkan penghargaan musik.

Penghargaan musik yang pernah diraih oleh Denada diantaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia (2005). Tak selesai sampai di situ, artis serba bisa tersebut juga menyelami dunia akting. Debut awal Denada di dunia akting yakni membintangi film Kau dan Aku Cinta Indonesia (2004). Hingga kini, Denada masih aktif wara-wiri di layar kaca.

Denada sempat menikah dengan seorang fotografer di Bali bernama Jerry Aurum pada 11 Desember 2012. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak perempuan bernama Shakira Aurum. Sayangnya, rumah tangga Denada dan Jerry hanya bertahan selama tiga tahun, keduanya memutuskan untuk bercerai pada 24 Juni 2015. Meski sudah bercerai, keduanya tetap kompak merawat buah hati.

Bahkan, keduanya juga kompak mendampingi putri mereka saat terkena penyakit Leukimia (kanker darah). Penyakit itu sudah diidap Shakira sejak usia 5,5 tahun tepatnya pada 2018. Beruntung, kini Shakira Aurum telah sembuh total dari penyakit tersebut. Kini, Shakira dan Denada memutuskan untuk tinggal di Singapura. Dilihat dari Instagramnya, Denada sekarang sibuk menjadi instruktur olahraga yoga. Selain itu, ia juga masih aktif berkarier di dunia hiburan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *