Video lawas Kiky Saputri menghina Pandji Pragiwaksono setelah kasus menonjol, sindir uang partai

Kiky Saputri dan Pandji Pragiwaksono: Dari Roasting Hingga Viral Lagi

Video lawas komika Kiky Saputri yang meroasting Pandji Pragiwaksono kembali viral, mengingatkan publik akan dinamika hubungan antara dua tokoh komedi ternama di Indonesia. Video tersebut menunjukkan bagaimana Kiky menyampaikan kritik terhadap materi komedi Pandji yang sering kali membahas isu-isu politik. Hal ini memicu respons yang beragam dari Pandji, yang tampak tertawa namun juga merasa tertantang.

Dalam video itu, Kiky menyentil Pandji atas kekonsistenannya dalam menyampaikan pesan-pesan politik tanpa terlibat langsung dalam dunia politik. Ia juga menyinggung pengalaman Pandji sebagai tim sukses salah satu calon gubernur, yang dianggap tidak sejalan dengan prinsipnya sebagai komika. “Banyak banget komika yang menjadikan beliau junjunan, tauladan, atau petuah dari quote-nya,” kata Kiky. “Salah satu quote-nya adalah komika hidup dari karya, dan karena quote ini sekarang banyak komika yang jadi pengangguran.”

Kiky juga mengkritik Pandji atas ketidakkonsistensiannya dalam menyampaikan pesan-pesan politik. “Dia kalau stand up bahas isu-isu kenegaraan, isu-isu politik, show-nya juga temanya politik, tapi sampai sekarang gak mau masuk politik,” ujarnya. Pandji pun tertawa lebar sambil memerah wajahnya.

Selain itu, Kiky juga menyentil kedekatan Pandji dengan politisi Anies Baswedan. “Saya kasihan kepada Bang Pandji, sedih gitu ke Bang Pandji, dulu tuh dia kan sempet deket sama Anies Baswedan waktu diajak menjadi jubir, juru bicara,” ujar Kiky. Ia lalu bercanda bahwa Anies tidak lagi merespons pesan WhatsApp Pandji setelah menjadi gubernur.

Pandji yang mendengar sentilan tersebut memuji roasting Kiky. “Oooh ngeri-ngeri, pemain,” katanya. Sementara Kiky melanjutkan dengan mengatakan bahwa mungkin Anies sibuk hingga tidak sempat membaca pesan-pesan dari Pandji.

Reaksi Istri Pandji Pragiwaksono

Istri Pandji Pragiwaksono, Gamila Arief, merasa murka setelah anaknya, Wadilla Dipo Wongsoyudo, menjadi bulan-bulanan netizen usai materi Pandji heboh. Salah satu pernyataan yang membuat netizen marah adalah saat Pandji menyebut “Gibran ngantuk”. Gamila menantang netizen untuk tidak menyebarkan kebencian kepada anak-anak. “Tolong bantu berantas pelecehan, cyberbullying/perundungan anak di internet ya Mas, Mbak,” tulis Gamila di media sosial X.

Gamila juga menantang netizen secara langsung. “Maju lo semua,” tulisnya. Ia menegaskan bahwa ia tidak takut dengan kritik yang datang, meskipun hal itu bisa memengaruhi keluarganya.

Pandji Pragiwaksono Tidak Menyesal

Pandji Pragiwaksono mengaku tidak menyesal dengan penayangan spesial show stand up comedy bertajuk Mens Rea di Netflix. “Tidak sama sekali, tidak sama sekali,” katanya saat melakukan siaran langsung di Instagram. Ia menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak pernah mengkritik tokoh-tokoh yang selama ini dikenal dekat dengannya, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Show Mens Rea digelar di Indonesia Arena, Senayan pada 30 Agustus 2025 dan disiarkan secara digital pada 27 Desember 2025. Setelah show tersebut menjadi polemik, Anies Baswedan sempat mengungkit nama Pandji Pragiwaksono.

Alasan Pandji Pragiwaksono

Pandji menjelaskan bahwa banyak pihak yang tidak membahas Anies Baswedan dalam show Mens Rea. Ia mengklaim bahwa dirinya pernah membuat video review jabatan Anies Baswedan dengan durasi 2 jam 22 menit. Video tersebut membahas tudingan korupsi, Formula E, hingga program DP 0 persen.

“Jadi kalau dibilang Pandji enggak pernah mengkritik kan faktanya akan membantah. Tidak ada satupun YouTuber bukan media yang lebih sering daripada saya daripada gua dalam mengkritik Anies dalam berbagai macam video,” kata Pandji.

Ia juga mengungkap bahwa dirinya pernah membuat video yang menyebut Anies curang karena tiba-tiba menang jadi Gubernur DKI Jakarta, padahal elektabilitasnya rendah. Selain itu, Pandji menyebutkan dirinya kembali menyinggung Anies Baswedan dihadapan eks Mendikbud saat acara Adili Idola. “Terus gue bilang, Mas Anies, janganlah semua undangan di-iyain. Kelihatan banget nganggurnya,” ujarnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *