Pengalaman Sherly Annavita di Teror Setelah Menyampaikan Pandangan Soal Bencana Sumatera
Sherly Annavita, seorang kreator konten asal Aceh, mengungkap pengalamannya menerima teror yang bertubi-tubi setelah menyampaikan pandangannya tentang penanganan bencana di Sumatera. Ia mengaku mendapat ancaman baik secara langsung maupun melalui media digital, termasuk intimidasi fisik dan pesan-pesan berisi ancaman.
Pengalaman ini dimulai setelah ia memberikan pandangan dalam beberapa acara televisi mengenai bencana yang terjadi di wilayah Sumatera. Dugaan teror ini muncul setelah ia menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana tersebut. Hal ini juga membuatnya menjadi salah satu dari tiga orang yang viral akibat menerima teror, bersama dengan aktivis Greenpeace Iqbal Damanik dan konten kreator DJ Donny.
Sherly mengunggah pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menulis:
“SAYA DITEROR!!! YUK BAGIKAN AGAR JADI KESADARAN BERSAMA. Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman.”
Ia juga menambahkan harapan agar praktik intimidasi seperti ini tidak terus berlanjut karena dinilai merugikan banyak pihak. “Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan. Karena merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa. NB lokasi di Jakarta.”
Jenis-Jenis Teror yang Dialami Sherly Annavita
-
Perusakan dan Penandaan Kendaraan Pribadi
Sherly mengunggah foto mobil pribadinya yang telah dicorat-coret menggunakan cat semprot berwarna merah. Tanda silang besar terlihat di bagian kap mesin dan bagian bodi samping mobil. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk intimidasi nyata yang ditujukan langsung kepadanya. “Saya Diteror!! Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukan. Kendaraan Sherly diberi tanda oleh pihak-pihak tertentu,” tulis Sherly. -
Pelemparan Telur Busuk ke Tempat Tinggal
Selain kendaraan, kediaman pribadi Sherly juga menjadi sasaran. Ia melaporkan adanya pelemparan satu kantung telur busuk yang mengenai area tempat tinggalnya. Tindakan ini dianggap sebagai upaya untuk mengganggu ketenangan dan memberikan tekanan psikologis. -
Surat Ancaman dan Pesan Intimidasi
Pelaku juga meninggalkan surat fisik yang berisi pesan bernada ancaman. Dalam salah satu foto, terlihat surat yang meminta Sherly untuk tidak menggiring opini sesat atau memanfaatkan isu bencana di Aceh demi popularitas. Surat itu berisi: “SHERLY…!! JGN KAU MAANFA ATKAN BENCANA DI ACEH UNTUK MENCARI POPULARITAS MURAHAN DAN UNTUK MENAMBAH CUAN BUAT KAMU PRIBADI JGN KAMU MENGIRING OPINI SESAT”. -
Serangan di DM
Tak hanya fisik, serangan juga masif terjadi di ranah digital melalui pesan singkat (DM) dari akun-akun anonim. Isi pesannya meminta Sherly berhenti berbicara soal bencana Sumatera. Beberapa contoh pesan antara lain: - “Mt aja lu sampah”
- “Babi droe, han usah jak peu-rusoh Aceh leuh media. Seharusnyan ta bantu, han ta peu-tamah masalah”
-
“Kerudung dusta, cuma bisa nyebar dusta hati hati masuk neraka l o”
-
Penyebaran Poster Fitnah
Sherly menyebutkan adanya penyebaran poster-poster bermuatan fitnah terhadap dirinya secara masif. Ia menduga gerakan ini diorkestrasi oleh pihak tertentu karena pola serangannya yang terjadi secara serempak dan beruntun.
Seruan Kebebasan Berpendapat
Di akhir unggahannya, Sherly menyerukan agar segala bentuk teror terhadap warga negara segera dihentikan. Ia menegaskan, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi. “HENTIKAN TEROR TEROR SEPERTI INI TERHADAP ANAK-ANAK BANGSA. YUK, SHARE AGAR JADI KEWASPADAAN BERSAMA,” tutur Sherly.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












