Harapan Boiyen untuk Tahun 2026
Komedian Yeni Rahmawati, yang dikenal dengan nama panggung Boiyen, mengungkapkan harapan besar untuk tahun 2026. Ia berharap bisa segera memiliki anak pertama dari suaminya, Rully Anggi Akbar. Hal ini diungkapkan setelah pernikahan mereka yang terjadi pada 15 November 2025 lalu.
Namun, Rully kini tengah tersandung dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi. Dugaan tersebut muncul setelah ia menikah hanya satu bulan sebelumnya. Permasalahan ini menimbulkan kekhawatiran bagi Boiyen, yang tetap berkomitmen untuk terus menghibur masyarakat dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan.
Boiyen juga menyampaikan harapannya melalui unggahan di Instagram @taulany_tv. Di dalam postingan tersebut, ia menulis, “Harapan gue buat 2026, semakin menghibur dan semakin bahagia dan punya baby.” Kalimat ini menunjukkan bahwa meski sedang menghadapi tantangan, ia tetap optimis akan masa depan yang lebih baik.
Duduk Perkara Dugaan Penipuan
Perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi mulai terungkap setelah tim kuasa hukum korban, Santura Nababan, membuka suara. Ia menjelaskan bahwa ada dugaan tindakan tidak etis dilakukan oleh seorang public figure yang baru saja menikah. Nama yang disebutkan adalah RAA, yang diduga merupakan suami dari Boiyen.
Santura menjelaskan bahwa RAA memiliki usaha bernama Sateman Indonesia. Usaha ini membutuhkan investor, dan salah satu klien Santura menjadi investor di sana. Investasi dimulai pada awal Agustus 2023, ketika RAA menghubungi klien melalui kuasa hukumnya.
Dalam proposal yang dikirim RAA, Sateman Indonesia disebut memiliki pendapatan mencapai ratusan juta rupiah. Ia menawarkan bagi hasil 70:30 antara founder dan investor. Klien Santura tertarik karena janji-janji yang disampaikan, sehingga memutuskan untuk berinvestasi.
Awalnya, RAA memberikan bukti laporan keuangan dan membagi hasil sesuai kesepakatan selama lima bulan. Namun, setelah lima bulan tersebut, RAA menghilang dan tak pernah lagi merespons komunikasi dari klien Santura. Bahkan, janji-janji yang disampaikan tidak terpenuhi.
Kejanggalan dalam Investasi
Santura menemukan adanya kejanggalan dalam proses investasi. Transfer uang dari klien tidak dikirim ke rekening CV Sateman Indonesia, melainkan ke rekening pribadi RAA. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara proposal yang diberikan dan realitas yang terjadi.
Selain itu, Santura menyebut total nilai investasi kliennya sebesar Rp200 juta. Awalnya, kesepakatan adalah Rp350 juta, namun hanya Rp200 juta yang diinvestasikan. RAA hanya memberikan keuntungan sebesar Rp6 juta per bulan selama empat kali.
Pihak kuasa hukum menilai bahwa RAA tidak bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya. Mereka telah mengirimkan somasi resmi kepada RAA dan berharap ia segera merespons agar masalah ini dapat diselesaikan secara baik.
Jika somasi tidak diindahkan, pihak korban akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut, baik dalam ranah pidana maupun perdata.
Perkembangan Terbaru
Berita terkini menyebutkan bahwa Boiyen dan Rully harus melakukan ijab kabul ulang. Akad nikah sebelumnya dianggap tidak sah, yang menambah kompleksitas situasi yang mereka alami saat ini.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












