Wisata Kuliner Klaten: 5 Makanan Legendaris yang Harus Dicoba
Klaten, sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang terletak di jalur Solo-Yogyakarta, dikenal sebagai surga kuliner yang menawarkan berbagai pilihan makanan dari warung tradisional hingga restoran modern. Kota ini tidak hanya menjadi tempat transit antara dua kota besar tersebut, tetapi juga menjadi destinasi utama bagi para penggemar makanan. Berikut adalah lima kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Klaten.
1. Soto Garing Bu Yati – Soto Tanpa Kuah yang Legendaris
Soto biasanya identik dengan kuah melimpah, tetapi Klaten memiliki sesuatu yang unik: Soto Garing Bu Yati atau yang sering disebut “Toring”. Soto ini disajikan kering tanpa kuah, tetapi tetap memiliki rasa yang kaya dan memenuhi selera. Warung Soto Bu Yati sudah ada sejak 1970-an dan menjadi pelopor soto garing di Klaten. Hidangan ini diperkenalkan pertama kali oleh Sudiman pada tahun 1973 dan hingga kini masih diminati oleh banyak pengunjung. Harga per porsi sangat terjangkau, mulai dari Rp6.000 hingga Rp11.000. Lokasi warung ini berada di Desa Sabang, Kecamatan Delanggu, tepat di samping kiri Pasar Delanggu. Rumah makan ini berjarak sekitar 14 kilometer dari Alun-alun Klaten dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 21 menit dengan kendaraan pribadi. Cocok untuk sarapan maupun makan siang ringan.
2. Ayam Panggang Mbah Dinem – Nikmatnya Resep Turun-Temurun

Ayam Panggang Mbah Dinem adalah salah satu kuliner legendaris yang harus dicoba di Klaten. Dengan resep turun-temurun dan cara memasak tradisional, ayam panggang ini memiliki rasa khas yang sulit ditiru. Uniknya, ayam ini dimasak tanpa santan maupun minyak, sehingga rasanya lebih ringan. Prosesnya masih tradisional: ayam yang sudah ditusuk-tusuk dicelup ke larutan bumbu kental berwarna kuning kecoklatan, lalu dipanggang di kuali tanah liat mirip oven. Hasilnya? Daging empuk, bumbu meresap sempurna, dan aroma asap yang bikin perut langsung konser. Harga mulai dari Rp39.000 untuk seperempat ayam hingga Rp130.000 untuk satu ekor utuh. Lokasi rumah makan ini berada di Jl. Sungkur Jl. Andalas No.21A, Sipacar, Semangkak, Klaten Tengah. Buka setiap hari jam 10:00 – 22:00 WIB. Rumah makan ini berjarak 950 meter dari Alun-alun Klaten dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 menit kendaraan pribadi.
3. Tahu Kupat Pak Lempok – Legendaris dengan Kuah Gula Jawa

Bagi yang suka makanan manis-pedas, Tahu Kupat Pak Lempok wajib dicoba. Kuliner ini telah melegenda di Klaten dan kini sudah masuk generasi kedua. Tahu Kupat Pak Lempok terdiri dari tahu goreng renyah, ketupat empuk, tauge segar, dan siraman kuah manis khas gula jawa yang membuat rasanya berbeda dari kupat tahu pada umumnya. Pengunjung bisa menyesuaikan level pedas sesuai selera. Lokasinya strategis, ada di Jl. HOS Cokroaminoto (seberang Semar Nusantara Klaten), deretan Pasar Gedhe Klaten, maupun Taman Kuliner Klaten, Jl. Mayor Kusmanto No.35. Harganya sangat terjangkau, cocok untuk sarapan atau camilan sore. Rumah makan ini berjarak 550 meter dari Alun-alun Klaten dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 menit jalan kaki.
4. Lumpia Duleg – Kuliner Khas Delanggu yang Unik

Jika berkunjung ke Kecamatan Delanggu, yang terkenal dengan padi terbaiknya, jangan lewatkan Lumpia Duleg dari Desa Gatak. Penjualnya biasanya berkeliling dengan sepeda atau mangkal di Pasar Delanggu. Lumpia ini berbeda dari lumpia biasa. Kulitnya dibuat dari pati onggok, sejenis sari pati pohon aren, sehingga teksturnya lembek dan kenyal. Isinya adalah tumis tauge renyah, dan yang paling spesial adalah sausnya: kental, gurih manis, dengan aroma bawang putih yang menggoda. Lumpia duleg adalah jajanan yang mungkin hanya bisa ditemukan di Klaten, menjadikannya kuliner khas yang unik untuk dicoba.
5. Soto Seger Hj. Fatimah – Soto Legendaris yang Ringan

Bagi penggemar soto, Soto Seger Hj. Fatimah adalah surga di Klaten. Berdiri sejak 1998, warung soto ini terkenal dengan kuah bening segar yang kaya kaldu daging sapi dan ayam kampung asli. Yang membuatnya berbeda adalah kuahnya ringan namun tetap gurih, tanpa lemak berlebihan, sehingga tidak enek meski disantap banyak. Kamu bisa menambahkan sambal, kecap, atau jeruk nipis sesuai selera. Menu andalannya adalah Soto Daging dan Soto Ayam, yang bisa dinikmati bersama lauk pendamping seperti sate paru, tempe mendoan, perkedel, sosis solo, atau tempe goreng. Harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp11.000 per item, atau paket hemat Rp22.000 sudah termasuk nasi. Lokasi: Ada cabang di Boyolali, Solo, Yogyakarta, Salatiga, dan Karanganyar. Buka setiap hari jam 05:30 – 20:00. Rumah makan ini berjarak 850 meter dari Alun-alun Klaten dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 menit kendaraan pribadi.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












