Lima Penjahat Anime yang Sangat Melindungi Bawahan Mereka
Dalam banyak anime, pemimpin organisasi penjahat sering kali digambarkan sebagai sosok yang kejam dan tidak memiliki empati. Mereka tidak hanya menunjukkan ketidakpedulian terhadap musuh, tetapi juga terhadap bawahan mereka sendiri. Terkadang, para penjahat anime bahkan membunuh bawahan mereka hanya karena kesalahan kecil. Namun, tidak semua penjahat dalam dunia anime bersikap demikian. Ada beberapa tokoh jahat yang justru sangat melindungi bawahan mereka. Siapa saja mereka? Berikut adalah lima karakter penjahat anime yang memperlakukan anggotanya seperti keluarga.
1. Tomura Shigaraki (My Hero Academia)
Tomura Shigaraki adalah pemimpin Liga Penjahat dalam serial My Hero Academia. Meskipun Liga Penjahat awalnya didirikan oleh All For One, organisasi ini berubah drastis setelah diambil alih oleh Shigaraki. Liga Penjahat menjadi rumah bagi orang-orang yang terbuang, termasuk mereka yang memiliki masalah mental atau dianggap aneh. Shigaraki menganggap Liga Penjahat sebagai keluarganya sendiri. Ia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti anggota organisasi tersebut. Contohnya, ia menghancurkan tangan Kai Chisaki untuk membalas kematian Magne.
2. Chrollo Lucilfer (Hunter x Hunter)

Chrollo Lucilfer adalah pemimpin dari Phantom Troupe, salah satu organisasi kriminal paling berbahaya dalam Hunter x Hunter. Phantom Troupe terbentuk dari orang-orang terbuang yang berasal dari Kota Meteor. Meski cara bergabung dengan organisasi ini cukup keras—yaitu harus membunuh anggota lama—Chrollo selalu memperlakukan anggotanya seperti keluarga. Contohnya, ketika Kurapika menculik dan membunuh Uvogin, Chrollo melakukan segala cara untuk memburu Kurapika. Bahkan, ia melakukan rekuiem sebagai penghormatan terakhir atas kematian Uvogin.
3. Donquixote Doflamingo (One Piece)

Donquixote Doflamingo adalah salah satu penjahat paling kejam dalam seri One Piece. Ia pernah membunuh ayahnya sendiri dan membawa kepala sang ayah ke Mary Geoise untuk mendapatkan status sebagai Bangsawan Dunia. Meski begitu, Doflamingo sangat menyayangi krunya. Ia menganggap Bajak Laut Doflamingo sebagai keluarganya. Karena itu, meski organisasi ini adalah kru bajak laut, mereka dikenal sebagai Keluarga Donquixote. Satu-satunya hal yang tidak bisa dimaafkan oleh Doflamingo adalah pengkhianatan. Setelah mengetahui bahwa adiknya bekerja untuk Angkatan Laut, Doflamingo langsung membunuh sang adik. Namun, kematian Rosinante membuat Doflamingo semakin menyayangi Bajak Laut Donquixote.
4. Pain (Naruto)

Pain adalah salah satu anggota Akatsuki yang memiliki tujuan perdamaian. Meski organisasi ini akhirnya dimanipulasi oleh Obito Uchiha, tujuan Pain tetap sama: menciptakan perdamaian. Meskipun pembunuhan antar sesama anggota Akatsuki sering terjadi, Pain tidak pernah membunuh bawahan sendiri. Baginya, Akatsuki adalah keluarga. Ia memahami penderitaan semua anggota Akatsuki karena mereka semua adalah orang-orang terbuang. Meski akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, Pain tidak akan membunuh bawahan yang telah ia anggap sebagai keluarga.
5. Najenda (Akame ga Kill!)

Najenda adalah pemimpin dari Night Raid, organisasi pembunuh bayaran dan kelompok pemberontak dalam Akame ga Kill!. Meski organisasi ini diisi oleh para pembunuh, mereka saling melindungi satu sama lain. Najenda bukan tipe pemimpin yang akan membunuh anggotanya. Night Raid hanya membunuh para anggota pemerintahan yang korup. Bagi Najenda, tidak ada orang yang pantas mati demi menggulingkan Kekaisaran.
Kesimpulan
Di mata kebanyakan orang, kelima karakter di atas hanyalah kriminal yang kejam. Namun, di mata bawahan mereka masing-masing, kelima karakter tersebut adalah pemimpin yang baik. Mereka tidak pernah menganggap bawahan sebagai pion. Sebaliknya, mereka justru menganggap bahwa organisasi yang mereka pimpin adalah keluarga. Jadi, bagaimana menurutmu tentang kelima karakter anime di atas?
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












