DPRD DKI Kumpulkan Empati untuk Sumatera



JAKARTA,

Emosi dan Tindakan Nyata untuk Pemulihan Bencana di Sumatera

Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, wilayah-wilayah di Sumatera masih menghadapi dampak dari bencana alam yang terus menghancurkan. Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), hingga Sumatra Barat (Sumbar) tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga mengganggu sumber penghidupan warga setempat. Di tengah situasi ini, empati dan tindakan nyata datang dari Jakarta, khususnya dari anggota DPRD DKI Jakarta yang berkomitmen untuk membantu pemulihan pascabencana.

Bantuan Rumah dan Pengalaman Pascatsunami

Salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Sardy Wahab, menilai bahwa bantuan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh sebaiknya dikelola langsung oleh pemerintah desa dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Ada informasi bahwa pemerintah pusat dan BNPB akan memberikan bantuan rumah senilai Rp60 juta per unit bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pengelolaannya sebaiknya diserahkan kepada kepala desa dan melibatkan warga kampung agar penggunaan anggaran bisa diawasi bersama,” ujar Sardy dalam keterangan tertulisnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan bantuan oleh desa agar kejadian seperti pascatsunami Aceh 2004 tidak terulang. Menurutnya, pada masa itu, pembangunan rumah oleh kontraktor jauh dari harapan warga. “Kuasa dugaan biaya pembangunan hanya sekitar separuh dari nilai bantuan,” tambahnya.

Sardy, yang berasal dari Kampung Kualasegi, Aceh Tengah, menyebut dampak bencana kali ini cukup parah. Sebanyak 60 rumah dilaporkan hilang terbawa arus, 20 rumah rusak berat, dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan. Selain permukiman, lahan pertanian warga juga rusak. Para petani kopi, cabai, dan komoditas lain kehilangan sumber penghasilan.

“Kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan kepada para petani agar roda perekonomian keluarga mereka bisa kembali berjalan,” katanya. Untuk itu, Sardy mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan dan memulihkan pasokan listrik di wilayah terdampak.

Donasi Gaji Setahun untuk Korban Bencana

Dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth memilih langkah yang lebih personal. Ia menyatakan akan menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya selama satu tahun penuh pada 2026 untuk membantu penanganan dan pemulihan korban bencana di Sumatera.

“Keputusan ini bukan bentuk pengorbanan heroik, melainkan kewajiban moral sebagai bagian dari anak bangsa, semangat gotong royong dan solidaritas antar-daerah,” ujar Kenneth.

Ia menilai kepedulian saat bencana tidak cukup disampaikan lewat simpati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. “Sebagai wakil rakyat, jabatan adalah panggilan moral untuk hadir saat bangsa diuji. Warga Sumatera dan Aceh bukan hanya kehilangan harta, tetapi juga harapan dan rasa aman,” ucapnya.

Dana tersebut nantinya dialokasikan untuk pengadaan generator listrik serta pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak. “Bantuan genset diharapkan dapat membantu penerangan bagi aktivitas warga, sementara penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi,” katanya.

Donasi DPRD DKI Menutup Tahun

Solidaritas juga diwujudkan secara kelembagaan. Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi DKI Jakarta menggalang donasi kemanusiaan dalam rangkaian kegiatan BK Award 2025.

Dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (13/12/2025) malam, total dana yang berhasil dihimpun hingga pukul 21.20 WIB mencapai Rp 359.681.648.

“Seluruh dana yang terkumpul akan diserahkan secara tunai kepada BPBD DKI Jakarta untuk kemudian disalurkan dan dibelanjakan sesuai kebutuhan di daerah terdampak bencana,” ujar Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin.

Penggalangan dana tersebut merupakan bentuk solidaritas DPRD DKI Jakarta untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. BPBD DKI Jakarta ditunjuk untuk memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran.

Menutup tahun 2025, rangkaian kepedulian ini menjadi pengingat bahwa di tengah duka dan bencana, empati dan gotong royong lintas daerah tetap menyala, menjadi harapan baru saat Indonesia melangkah ke tahun 2026.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *