Tujuan dan Makna Family Gathering
Setiap tahun, kami meluangkan waktu untuk berkumpul dalam sebuah kegiatan yang disebut family gathering. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami merawat kebersamaan tim kerja, sejak awal saya ditugaskan di Puskeswan Pandeglang tahun 2019. Bukan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai ruang jeda – di antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan manusiawi sebagai mahluk sosial.
Di ruang inilah kami belajar menyingkap sekat, memperlambat ritme, dan memandang satu sama lain bukan semata sebagai rekan kerja, tetapi sebagai manusia seutuhnya. Pengalaman tahun 2024 menjadi salah satu potret yang paling utuh untuk menggambarkan makna tersebut.
Family gathering biasanya kami agendakan pada akhir tahun, bertepatan dengan akhir pekan di bulan Desember. Waktu ini kami pilih dengan sengaja, sebagai penutup dari satu tahun kerja yang panjang memberikan pelayanan kesehatan hewan. Kegiatan dilakukan secara sederhana, sering kali dengan piknik ke luar kota, tanpa kemewahan yang berlebihan. Yang kami cari bukan kemeriahan, melainkan kebersamaan.
Persepsi dan Arti dari Family Gathering
Awalnya saya memaknai kegiatan ini sebagai refreshing. Sebagian staf – terutama generasi Z – menyebutnya sebagai healing. Perbedaan istilah itu justru memperkaya pemahaman saya. Apa pun sebutannya, kami sedang mencari hal yang sama: ruang untuk bernapas, untuk pulih, dan untuk kembali utuh setelah berbulan-bulan bekerja dalam tekanan rutinitas dan target pelayanan.
Seluruh tim kerja Puskeswan Pandeglang, sekitar dua puluh orang, kami libatkan bersama keluarga masing-masing. Bahkan bagi staf yang memiliki bayi kecil, kami perbolehkan membawa pengasuh. Kami ingin setiap orang hadir tanpa beban, tanpa rasa tertinggal. Di titik ini, hubungan kerja mulai bergeser. Rekan kerja tidak lagi sekadar nama, jabatan, atau fungsi, melainkan juga pasangan, orangtua, dan bagian dari keluarga yang lebih besar.
Dinamika Tim dan Rotasi Penugasan
Sebagian tim telah bekerja bersama saya sejak awal: tahun 2019. Mereka adalah tim senior yang tumbuh bersama dalam dinamika pelayanan dari waktu ke waktu. Sebagian lainnya bergabung pada tahun 2022, didominasi dokter hewan generasi Z dengan energi, perspektif, dan cara pandang yang berbeda.
Perpaduan lintas generasi inilah yang memberi warna tersendiri dalam ritme kerja kami – kadang menantang, sering kali memperkaya. Dalam keseharian, saya menempatkan tim di empat wilayah pelayanan: Puskeswan Pandeglang sebagai puskeswan induk, serta Puskeswan Pembantu Menes, Labuan, dan Cibaliung. Penempatan ini bertujuan untuk pemerataan akses pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat.
Setiap wilayah memiliki karakter dan keterbatasan masing-masing. Ada lokasi yang relatif dekat, ada pula yang menuntut jarak dan waktu lebih panjang. Tersebab itu, setiap awal tahun saya melakukan rotasi penugasan sebagai bentuk penyegaran, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman kerja di tempat baru dengan tantangan yang berbeda.
Pengalaman Family Gathering Lintas Provinsi
Pada salah satu family gathering, kami melakukan perjalanan lintas provinsi: “Goes To Pangandaran”. Berbekal keperluan sederhana untuk satu hingga dua malam, kami berangkat pada akhir pekan selepas jam kerja. Pagi hari kami tiba di sebuah rumah besar yang nyaman – rumah salah seorang staf yang berasal dari daerah tersebut – sebelum kemudian melanjutkan ke penginapan sederhana di kawasan wisata pantai setempat.
Pada malam hari, kami berkumpul untuk makan bersama. Dalam suasana yang cair dan tanpa jarak, saya menyampaikan beberapa hal sederhana: pentingnya membangun kebersamaan, mengenal dan memahami karakter satu sama lain, serta menghargai perbedaan pendapat. Saya juga menekankan bahwa dalam bekerja, kita perlu tetap berpikiran terbuka dan bersedia menerima kemungkinan bahwa kita pun bisa keliru.
Kesadaran itulah yang sering kali menjadi dasar kerja tim yang sehat. Keesokan harinya, kami mengikuti permainan tim yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan kekompakan. Sejenak kami melepaskan beban kerja yang serius, menggantinya dengan tantangan-tantangan ringan dalam suasana riang.
Manfaat dan Dampak dari Family Gathering
Semua dilakukan dengan senang hati, sebagaimana layaknya sebuah tim yang sedang belajar menikmati proses bersama. Dari permainan-permainan itu, kami belajar bahwa setiap tantangan – seperti halnya pekerjaan sehari-hari – tidak selalu mudah. Ada yang berhasil, ada yang gagal. Namun kegagalan tidak disambut dengan saling menyalahkan, dan keberhasilan tidak dirayakan secara berlebihan.
Yang paling berharga justru proses kebersamaan ketika berusaha mencapai tujuan, serta sikap lapang dada dalam menerima hasilnya. Melalui permainan, kami memahami bahwa untuk mencapai hasil terbaik dibutuhkan komunikasi yang jujur, kepercayaan, dan kerja sama tim. Kami juga belajar bahwa tidak semua rencana berjalan sesuai harapan, namun kegagalan bukan akhir dari segalanya. Ia menjadi ruang belajar untuk menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat dan optimisme yang tetap terjaga.
Persiapan Family Gathering Tahun 2026
Pada tahun 2025 ini, family gathering tidak kami lakukan di akhir tahun. Padatnya ritme pelayanan menjelang tutup tahun menuntut fokus penuh agar pelayanan kesehatan hewan tetap optimal. Oleh karena itu, kegiatan kebersamaan direncanakan kembali pada awal Januari 2026, sebagai ruang jeda setelah tanggung jawab pelayanan akhir tahun tertunaikan.
Harus diakui, dampak family gathering sangat terasa lantaran suasana kerja menjadi lebih nyaman. Koordinasi antar-Puskeswan, baik antara puskeswan induk dan puskeswan pembantu maupun antar-puskeswan pembantu, berjalan lebih cair. Ketika muncul kendala di lapangan, sesama anggota tim lebih mudah saling memahami dan saling mengisi demi mencapai target pelayanan yang telah ditetapkan setiap tahun.
Visi dan Komitmen Bersama
Target yang tidak ringan, yang hanya bisa diwujudkan dengan komitmen dan kerja keras di lapangan. Pasalnya, tugas pokok Puskeswan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan hewan di dalam gedung klinik – untuk hewan peliharaan dan hewan kesayangan – tetapi juga pelayanan di luar gedung melalui Puskeswan Keliling, untuk ternak besar dan ternak kecil. Sehingga, ritme kerja yang berpindah dari klinik ke lapangan menuntut kekompakan, empati, dan komunikasi yang sehat di antara seluruh anggota tim.
Sebagai Kepala Puskeswan, saya memiliki visi memberi pelayanan yang terbaik, ramah, dan terjangkau. Bagi saya, memimpin bukan hanya tentang mengatur pekerjaan dan membagi habis tugas, tetapi tentang merawat manusia yang menjalankannya – agar mereka merasa nyaman, dihargai, dan mampu bekerja dengan sepenuh hati.
Dalam konteks itulah, family gathering menemukan maknanya. Ia bukan pelarian dari kerja, melainkan ruang untuk merawat relasi. Agar ketika kami kembali pada tugas dan tanggung jawab, kami melangkah dengan rasa memiliki, kepercayaan, dan kesadaran bahwa kerja yang baik selalu berangkat dari kebersamaan yang dijaga.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












