Wali Kota Surabaya Beri Arahan Kepada Sopir dan Helper Transportasi Umum
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan arahan kepada para sopir dan helper yang tergabung dalam Wira Wiri Suroboyo serta Suroboyo Bus saat apel pagi di Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Selasa (30/12/2025). Apel ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang telah dilakukan oleh pemerintah kota. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Kota Surabaya.
Lima Arahan Utama dari Wali Kota Eri
Selama apel tersebut, Wali Kota Eri menyampaikan lima arahan penting yang harus diikuti oleh seluruh pengemudi dan helper. Pertama, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen awak transportasi. Ia menekankan bahwa tidak ada biaya sama sekali untuk masuk menjadi driver atau helper. Jika terjadi, maka segera dilaporkan.
Contoh kasus terbaru adalah seorang calon helper yang ditawarkan masuk Wira Wiri dengan diminta uang pungutan hingga Rp 8 juta. Kasus ini telah diproses dan pelaku diberi sanksi skorsing serta kewajiban mengembalikan uang kepada korban. Jika terjadi lagi, Wali Kota akan langsung melaporkan ke aparat penegak hukum.
Kedua, Wali Kota meminta seluruh sopir dan helper menjaga keselamatan berkendara. Ia melarang keras perilaku ugal-ugalan dan kebut-kebutan di jalan raya. Armada Wira Wiri juga sudah dilengkapi fasilitas yang memberikan tanda jika kecepatan melebihi batas yang ditentukan.
Ketiga, Wali Kota mewajibkan tes urine bagi seluruh driver dan helper, terutama awak baru. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba. Penanggung jawab di Wira Wiri dan Suroboyo Bus wajib melakukan tes secara berkala.
Keempat, Wali Kota menekankan transparansi pembayaran. Suroboyo Bus menggunakan sistem non-tunai. Jika penumpang tidak memiliki alat pembayaran non-tunai, bisa “meminjam” aplikasi penumpang lainnya. Alternatif lainnya, petugas dapat menerima pembayaran tunai, namun proses tersebut harus direkam video sebagai bukti.
Kelima, Dinas Perhubungan diminta menyiapkan kanal untuk mengukur tingkat kepuasan penumpang di masing-masing kendaraan. Selain itu, seluruh driver dan helper diminta menandatangani surat pernyataan. Jika terbukti ugal-ugalan atau ada laporan masyarakat, maka akan langsung diberhentikan.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Di akhir arahannya, Wali Kota Eri mengimbau seluruh warga Surabaya agar tidak mudah percaya pada penipuan yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Surabaya. Ia meminta masyarakat berani bertanya, tegas, dan melapor jika menemukan indikasi pungli atau penipuan. Karenanya, pengawasan dari masyarakat menjadi penting untuk mengoptimalkan pencegahan.
“Warga Surabaya kudu wani, wani terbuka, wani tegas, wani lapor. Kalau tidak berani, Surabaya akan terus seperti ini,” tegas Wali Kota Surabaya dua periode ini.
Tindak Lanjut Evaluasi
Apel ini merupakan tindak lanjut setelah pihaknya melakukan sejumlah evaluasi. Dalam beberapa waktu terakhir, Wali Kota telah menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait pelayanan transum di Kota Pahlawan. Laporan tersebut mencakup pungli rekrutmen awak transportasi umum oleh sopir Wira Wiri, sopir ugal-ugalan, dan beberapa isu lainnya.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












