Gempa M 5,9 Guncang Bengkulu, BMKG: Tidak Ada Ancaman Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Mengguncang Bengkulu

Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah pantai selatan Bengkulu pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, pukul 07.22 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 26 kilometer Tenggara Enggano, dengan kedalaman 19 kilometer. Koordinat episenter gempa adalah 5,60° LS dan 102,19° BT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumber gempa adalah pergerakan naik atau thrust fault, sehingga tidak memiliki potensi tsunami.

Guncangan dari gempa ini terasa hingga Bengkulu Utara dan Selatan. Intensitas maksimumnya mencapai skala V MMI, yaitu getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. Di daerah Pasar Manna, Kota Manna, Bintuhan, dan Bengkulu Selatan, intensitas guncangan mencapai III – IV MMI, sedangkan di Kota Tais dan Kota Bengkulu, intensitasnya mencapai III MMI.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang signifikan akibat gempa ini. Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Sampai pukul 07.40 WIB, monitoring BMKG tidak menemukan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Parameter Gempa yang Dianalisis BMKG

BMKG melalui akun X @infoBMKG memberikan informasi lebih lanjut tentang gempa ini. Berdasarkan hasil analisis, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempa berada di koordinat 5,60° LS dan 102,19° BT, tepatnya di laut, 29 kilometer barat daya Enggano, Bengkulu Utara.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya menunjukkan bahwa gempa ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumber gempa adalah pergerakan naik atau thrust fault, yang biasanya terjadi karena interaksi antara dua lempeng tektonik.

Skala MMI dan Tingkat Getaran

BMKG merujuk pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menggambarkan intensitas gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
  • III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada truk berlalu.
  • IV MMI: Dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik, dinding berbunyi.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang.
  • VI MMI: Dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh, cerobong asap rusak.
  • VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada bangunan baik, sedangkan pada bangunan kurang baik terjadi retakan bahkan hancur.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah.
  • IX MMI: Kerusakan pada bangunan kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.
  • X MMI: Bangunan kayu rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah, rel melengkung, tanah longsor.
  • XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak, terjadi lembah.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah, pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Potensi Bahaya dan Pengawasan BMKG

Meski gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari gempa ini.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *