Pengalaman Iksan Daud, Pegawai Bandara yang Viral Akibat Konflik Rumah Tangga
Iksan Daud adalah seorang pegawai yang bekerja di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo, sebuah bandara kelas I yang dikelola oleh UPT Ditjen Hubud. Lokasi bandara ini berada di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo, dan berjarak sekitar 39,9 kilometer dari Kota Gorontalo. Untuk mencapai bandara tersebut, diperlukan waktu sekitar satu jam jika melewati Jalan Gorontalo Outer Ring Road.
Iksan telah bekerja sebagai tenaga kontrak di bandara ini selama kurang lebih 9 tahun sejak tahun 2016. Pada Juni 2025, ia akhirnya resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meskipun telah lama bekerja di sana, kegaduhan terkait konflik rumah tangganya membuat namanya viral di media sosial.
Permintaan Maaf dan Penjelasan Iksan Daud
Setelah kegaduhan yang muncul, Iksan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan pimpinan instansi tempatnya bekerja. Ia menilai bahwa masalah pribadi ini telah melebar dan menimbulkan ketidaknyamanan. Menurutnya, permasalahan rumah tangga adalah urusan pribadi dan tidak ingin memengaruhi institusi kerjanya.
Iksan menjelaskan bahwa konflik yang terjadi antara dirinya dan istri telah melalui beberapa kali pembinaan dan mediasi oleh manajemen bandara. Pada Agustus dan September 2025, kedua belah pihak sempat mencapai kesepakatan damai untuk memperbaiki hubungan rumah tangga mereka. Namun, unggahan sang istri di media sosial kembali memicu polemik.
Iksan mengaku kecewa karena masalah pribadi kembali menjadi konsumsi publik. Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar. Menurutnya, hanya dirinya dan istri yang benar-benar mengetahui duduk perkara sebenarnya dalam hubungan mereka.
Pengakuan Siti Hindrawati, Istri Iksan Daud
Sebelumnya, kisah ini viral setelah Siti Hindrawati, istri Iksan Daud, mengungkapkan keluhannya di media sosial. Ia mengaku diusir oleh suaminya setelah resmi dilantik sebagai PPPK. Siti mengungkapkan bahwa ia sudah lama merasa diperlakukan seperti itu oleh suaminya. Ia bertahan demi anak mereka yang kini berusia delapan tahun, tetapi pada akhirnya merasa tidak sanggup lagi.
Menurut Siti, tekanan dalam rumah tangga semakin terasa setelah suaminya resmi menjadi PPPK. Ia merasa sikap suaminya berubah sejak saat itu. Salah satu hal yang membuatnya tertekan adalah ucapan suaminya yang sering menyatakan bahwa ia takut kehilangan dia karena sudah menjadi PPPK.
Siti juga mengungkapkan bahwa persoalan rumah tangga mereka sebenarnya sudah beberapa kali diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan, musyawarah antara kedua belah pihak keluarga dilakukan lengkap dengan kesepakatan yang disetujui oleh orang tua masing-masing. Namun, kesepakatan tersebut kembali dilanggar oleh suaminya.
Video Viral dan Respons Masyarakat
Kisah ini viral setelah Siti mengunggah video berdurasi sekitar 45 detik di akun Facebook miliknya pada Senin (22/12/2025). Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengenakan pakaian hitam putih mondar-mandir keluar masuk rumah, sementara Siti merekam dengan suara bergetar menahan tangis. Di halaman rumah terlihat tumpukan barang dan perabotan yang telah dikeluarkan, memperkuat dugaan bahwa terjadi pengusiran.
Dengan suara lirih penuh emosi, Siti mengucapkan kalimat yang kemudian memantik simpati warganet. “Mentang-mentang sudah PPPK, kasihan,” ucapnya dalam video tersebut.
Video ini mendapat banyak respons dari netizen, yang menyampaikan dukungan kepada Siti. Namun, Iksan Daud tetap menegaskan bahwa masalah ini adalah urusan pribadi dan tidak ingin memengaruhi institusi tempatnya bekerja.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












