Bupati Bekasi Termuda Usai Penggeledahan KPK, Pernah Disebut Berani oleh KDM

Fakta Singkat

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sembilan orang lainnya. Penyidik KPK menyegel tujuh ruangan strategis di lingkungan Pemkab Bekasi, termasuk ruang kerja bupati. Ade Kuswara dikenal sebagai bupati definitif termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi dan dijuluki “Si Raja Bongkar”.

  • Terkuak kondisi lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi setelah bupati Ade Kuswara Kunang (32) terjaring OTT KPK, Kamis (19/12/2025). Bupati definitif termuda itu diamankan bersama 9 orang lainnya.
  • Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menjuluki Ade Kuswara ‘Si Raja Bongkar’ dengan nyalinya yang tinggi.

Aktivitas Pemkab Bekasi

Menurut laporan dari WartaKota, aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bekasi terpantau normal usai KPK melakukan penyegelan di sejumlah ruangan pada Jumat (19/12/2025). Salah satu ruangan yang disegel adalah ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Tujuh ruang kerja yang disegel oleh penyidik KPK meliputi:

  • Ruang kerja Bupati Bekasi
  • Ruang kerja Kepala Dinas Pemuda, Budaya, dan Olahraga beserta sekretarisnya
  • Ruang kerja Kepala Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang beserta sekretarisnya
  • Ruang kerja Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi beserta sekretarisnya

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah ASN masih beraktivitas berlalu-lalang ke perkantoran Pemkab Bekasi. Pagi tadi juga dilaksanakan Apel Bela Negara di Plaza Pemkab Bekasi. Apel tersebut dipimpin Wakil Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja. Sejumlah kantor dinas juga terlihat masih beraktivitas normal.

Diketahui, proses penyegelan berlangsung secara masif tanpa diketahui sejumlah awak media yang berada di Kompleks Pemkab Bekasi.

Wartawan hanya melihat tiga orang bermasker saat melakukan penyegelan di ruang kerja Bupati Bekasi. Jubir KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya operasi senyap di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Sebanyak 10 orang diamankan dalam kegiatan tersebut.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogress,” kata Budi dikutip dari Warta Kota pada Kamis (18/12/2025). Ia menyebut, sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang. Terkait siapa-siapa saja, pihak KPK tidak menjelaskan. Termasuk terkait kasus apa yang tengah ditanganinya.

Dijuluki Si Raja Bongkar

Ade Kuswara Kunang sempat mendapatkan julukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi pada Jumat (15/8/2025). Dedi Mulyadi hadir saat rapat paripurna dalam rangka perayaan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi di Kantor DPRD. Dalam sambutannya di paripurna, Dedi Mulyadi menegaskan telah menjuluki Si Raja Bongkar kepada Bupati Bekasi. Menurutnya, Ade Kuswara Kunang pemberani membongkar bangunan liar di sepanjang aliran sungai.

“Si Raja Bongkar gelar itu saya berikan karena nyalinya yang tinggi ditengah orang senang terhadap popularitas tapi Bupati Bekasi berani mengambil resiko untuk bertentangan dengan arus karena ingin mengembalikan Bekasi pada jati dirinya,” ungkapnya dikutip dari TribunMedan.

Profil Ade Kuswara

Ade Kuswara adalah Bupati Bekasi terpilih melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 bersama pasangannya, dr. Asep Surya Atmaja. Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2025. Sebelumnya, Ade Kuswara menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029.

Ade Kuswara Kunang lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993. Ia merupakan anak H. M Kunang atau yang akrab disapa Abah Kunang. Abah Kunang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, serta pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan. Ade Kuswara Kunang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari President University.

Selain karier politiknya, Ade Kuswara juga aktif berorganisasi. Politiks PDI Perjuangan itu pernah menjabat sebagai Wali Ketua Badan Muslimin Indonesia serta Dewan Pengawas Garda Pasundan.

Bupati Termuda di Bekasi

Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, mengungkapkan bahwa Ade Kuswara Kunang menjadi bupati definitif termuda dengan usia 31 tahun 6 bulan saat pelantikan. Rekor ini menjadikannya lebih muda dibandingkan para bupati sebelumnya, termasuk bupati dr Neneng Hasanah Yasin yang menang dalam Pilkada 2012. Neneng menjadi bupati perempuan pertama di Kabupaten Bekasi dengan usia 31 tahun 10 bulan.

Selain itu, rata-rata berusia di atas 40 tahun saat menjabat. “Neneng sama Ade Kunang menjadi bupati saat usia 31 tahun, tapi usai Neneng lebih tua 4 bulan dengan Ade Kunang,” kata Endra dikutip dari Tribunnews.com. Ia menerangkan, bupati pertama yang ditunjuk Departemen Dalam Negeri pada era Orde Baru, Letnan Kolonel M. Sukat Subandi, dilantik pada 26 Januari 1967 dalam usia 41 tahun. Sementara itu, penggantinya, Letnan Kolonel Abdul Fatah, menjabat pada usia 47 tahun setelah dipilih oleh DPRD.

Sejarah kepemimpinan Kabupaten Bekasi mencatat bahwa para bupati sebelumnya berasal dari latar belakang militer maupun politik dengan rentang usia yang lebih senior. Misalnya, Letnan Kolonel Sukomartono yang dilantik pada 9 November 1983 berusia 42 tahun, Kolonel Inf. H. Moch Djamhari yang menjabat pada 1993 di usia 50 tahun, serta Kolonel H. Wikanda Darmawijaya yang menjadi bupati pada 1998 di usia 57 tahun. Pada era pemilihan langsung, Bupati Sa’duddin yang terpilih dalam Pilkada 2007 dilantik pada usia 46 tahun. Dan Pilkada 2012 Bupati Neneng dilantik usia 31 tahun 10 bulan.

Harta Kekayaan

Ade Kuswara Kunang tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 81,8 miliar. Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkannya pada tanggal 31 Maret 2024 untuk periodik 2023. Harta terbanyak Ade Kuswara Kunang berasal dari tanah dan bangunan yang ia milik di wilayah Bekasi, Karawang, Cianjur, senilai Rp 76,5 miliar atau Rp 76.527.000.000.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *