Prabowo Minta Tito Proses Pemecatan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS 3 Bulan

Presiden Prabowo Minta Pemrosesan Pencopotan Bupati Aceh Selatan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian untuk segera melakukan pencopotan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS dalam rapat terbatas (ratas) yang diadakan untuk menangani banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ratas ini berlangsung pada malam hari, Minggu (7/12/2025), di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bupati atau wali kota dipilih oleh rakyat untuk menghadapi berbagai kesulitan. Ia menyampaikan bahwa mereka harus terus berjuang demi rakyatnya, dan jika ada yang ingin meninggalkan tugas, itu bukan masalah.

“Kalian harus terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau yang mau lari lari aja enggak apa-apa ya,” kata Prabowo sambil menyindir Mirwan MS, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu juga, Prabowo meminta Mendagri, Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan MS dari jabatannya. Ia bertanya apakah proses pencopotan bisa langsung dilakukan.

“Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?” tanya Prabowo ke Tito.

Tito menjawab bahwa proses pencopotan akan memakan waktu selama 3 bulan. Namun, Prabowo mengibaratkan Mirwan MS sebagai tentara desersi. Desersi adalah tindakan seorang anggota tentara atau polisi yang secara sengaja meninggalkan tugas dan kesatuannya tanpa izin resmi atau alasan yang sah, dengan niat untuk tidak kembali, dan dianggap sebagai tindak pidana militer serius yang bisa dikenakan sanksi berat.

“Itu kalau tentara itu namanya desersi itu ya dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah,” tegas Prabowo.

Istri Beri Pembelaan

Devina Fisah Mirwan akhirnya angkat bicara terkait suaminya, Mirwan MS, yang disebut kabur meninggalkan korban banjir di Aceh Selatan. Ia membela suaminya dengan menegaskan bahwa suaminya telah berbuat banyak untuk warga yang terdampak banjir di Aceh tersebut.

Sebelumnya, Mirwan diduga nekat pergi umrah di tengah bencana banjir menimpa Aceh Selatan tanpa izin pimpinannya. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengatakan bahwa ia tidak memberi izin pada Mirwan.

“Tidak saya teken. Walaupun Mendagri yang teken, ya itu terserah sama dia. Tapi kami tidak teken,” kata Mualem dikutip dari Serambinews.com.

Ia mengatakan sudah mengimbau Mirwan untuk fokus menangani dampak banjir dan longsor yang menerjang sebagian besar wilayah Aceh. “Sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga, terserah,” katanya.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengatakan bahwa Mirwan tidak meminta izin untuk pergi umrah. “Tidak ada izin,” kata Bima Arya, mantan Wali Kota Bogor.

Bima mengatakan mestinya Mirwan menyesuaikan jadwal umrah dengan kondisi di wilayahnya. Dengan kondisi terkini di Aceh, kata Bima, harusnya Bupati Aceh Selatan fokus memperbaiki wilayah dan menangani warga yang membutuhkan bantuan.

“Dalam kondisi seperti ini rencana umrah bisa disesuaikan. Harus fokus penanganan bencana,” katanya.

Sebelum pergi umrah, Mirwan sempat menerbitkan surat ketidakmampuan menghadapi dampak bencana. Namun setelah merasa tidak mampu menangani bencana, Mirwan justru ketahuan pergi umrah.

Ia mengaku sebelum pergi ke tanah suci sempat mengecek wilayahnya. “Saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando,” katanya.

Menurutnya, sebelum berangkat kondisi di Aceh Selatan sudah terkendali. “Situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah,” katanya.

Mirwan mengaku baru mengetahui izinnya ditolak Mualem ketika sudah sampai di tanah suci. “Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh. Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” katanya.

Sementara istri Mirwan, Devina Fisah, membela sang suami. Lewat akun Instagramnya, Devina memposting ulang unggahan soal kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Mirwan. “Tak semua terlihat, tapi semua itu ada,” tulisnya.

Dia juga memamerkan tangkapan layar soal tindakan Mirwan kabur dari Aceh. “Jauh hari sebelum berangkat umrah sudah menyalurkan bantuan dan bahkan gaji selama menjabat,” tulis status WhatsApp Devina.

Ia menilai kegaduhan akibat Mirwan pergi umrah saat warga Aceh mengalami bencana, merupakan hasil pelintiran. “Yang gak suka dan gak tau masalahnya emang suka goreng-goreng berita. Tapi Allah angkat derajatnya jika niat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya,” kata Devina membalas pesan chat.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *