Isak Tangis Verrell Bramasta Menghibur Ibu-Ibu Banjir di Padang, Janjikan Motor

Verrell Bramasta Hadir di Wilayah Terdampak Banjir Bandang Sumatera Barat

Verrell Bramasta, seorang artis sekaligus anggota DPR RI, baru-baru ini mengunjungi wilayah yang terdampak bencana banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan pada Minggu (30/11/2025) untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana.

Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh tengah, telah menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal hingga memakan korban jiwa.

Verrell Bramasta datang bersama rombongan dari Partai Amanat Nasional (PAN), termasuk Uya Kuya dan Eko Patrio. Ia secara langsung meninjau lokasi-lokasi yang rusak akibat banjir besar tersebut. Selain itu, ia juga mengunjungi para korban di tempat pengungsian untuk memberikan dukungan moral dan bantuan.

Menghibur Korban Banjir dengan Tindakan Nyata

Selama kunjungannya, Verrell Bramasta berdialog dengan seorang ibu-ibu korban banjir yang sedang berada di pengungsian. Ibu tersebut tampak sangat sedih karena kehilangan motor yang biasanya digunakan untuk mencari nafkah. Mendengar cerita tersebut, Verrell langsung memberikan janji untuk membantu ibu tersebut dengan memberikan bantuan berupa sepeda motor.

“Bu, jangan menangis. Jadi sedih saya bu,” ujar Verrell sambil menenangkan sang ibu. Ia kemudian menambahkan, “Bantuan motor dari saya, bantuin pribadi buat ibu ya, InshaAllah motornya bisa ibuk pakai buat usaha lagi.”

Perasaan tenang dan harapan yang diberikan oleh Verrell Bramasta membuat sang ibu semakin percaya diri untuk bangkit kembali setelah musibah.

Pesan dari Verrell Bramasta

Dalam unggahan Instagramnya, Verrell Bramasta menyampaikan pesan bahwa kehadiran dan kepedulian adalah langkah awal dalam proses pemulihan. Ia mengatakan bahwa meskipun tidak semua masalah bisa diselesaikan dalam sekejap, tetapi hadirnya dukungan nyata dapat membantu masyarakat bangkit kembali.

“Padang dan Sumatera kuat bukan hanya karena warganya, tetapi karena kita semua memilih untuk saling menguatkan!” tulis Verrell dalam unggahannya.

Situasi Wilayah Terdampak Bencana

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa kondisi wilayahnya mulai pulih setelah bencana banjir bandang, longsor, dan hujan ekstrem yang terjadi sepekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa total kerugian diperkirakan melampaui Rp 1,2 triliun, termasuk kerusakan lahan pertanian seluas 13 ribu hektare dan lebih dari 30 ribu unit rumah yang terdampak.

Jumlah warga yang mengungsi mencapai lebih dari 130 ribu orang, sementara jumlah korban meninggal dunia hingga sore hari mencapai 151 orang, dengan 118 lainnya masih hilang. Pencarian terhadap korban yang hilang akan terus dilakukan.

Data Bencana dari BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang. Data ini didasarkan pada laporan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) yang diperbarui pada pukul 17.00 WIB.

Rincian data menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 156 orang, Sumatera Barat 165 orang, dan Sumatera Utara 283 orang. Dengan adanya penambahan angka korban, pencarian terhadap yang hilang akan terus dilakukan.

Kerusakan Infrastruktur yang Parah

Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan bahwa sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Selain itu, sekitar 271 jembatan rusak dan 282 fasilitas pendidikan terkena dampak bencana.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *