Penemuan Mencengangkan tentang Petir di Planet Mars
Salah satu misteri terbesar dalam eksplorasi luar angkasa adalah keberadaan petir di Planet Mars. Kini, penemuan mengejutkan telah membuka tabir rahasia ini. Mikrofon yang terpasang pada rover Perseverance NASA secara tidak sengaja mendeteksi sambaran petir yang sangat kecil, yang dihasilkan oleh putaran angin debu. Ini menjadi bukti langsung bahwa bentuk petir memang ada di Mars.
Bagaimana Petir di Mars Terbentuk?
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Nature, para peneliti menjelaskan bagaimana mikrofon rover berhasil menangkap tanda-tanda busur listrik (electrical arcs) dengan panjang beberapa sentimeter, yang disertai gelombang kejut. Daniel Mitchard, seorang peneliti petir dari Cardiff University, Inggris, menyatakan bahwa ini adalah penemuan kunci. Ia mengatakan bahwa hal utama di sini adalah bahwa kita benar-benar memiliki rover di permukaan Mars yang telah mendeteksi sesuatu yang sesuai dengan ide kita tentang seperti apa petir di Mars itu.
Percikan Listrik Akibat Gesekan Debu
Selain Bumi, kilatan petir juga telah terlihat di atmosfer Jupiter dan Saturnus, serta terdeteksi di Neptunus dan Uranus. Namun, petir di Mars terbukti sulit ditemukan meskipun eksperimen sejak tahun 1970-an menunjukkan bahwa petir seharusnya ada di Planet Merah.
Ralph Lorenz, seorang ilmuwan planet dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, menjelaskan bahwa ketika pasir vulkanik dimasukkan ke dalam labu dan dipompa seperti dalam tekanan atmosfer Mars, pusaran pasir tersebut menciptakan cahaya yang dapat dilihat dalam gelap. Cahaya itu berasal dari muatan listrik yang disebabkan oleh gesekan antara butiran pasir. Jika muatan listrik menumpuk lebih besar, hal itu dapat menghasilkan pelepasan listrik mendadak, mirip dengan busi mobil atau pada skala yang lebih besar, petir.
Suara ‘Jepretan’ yang Disalahartikan
Lorenz dan rekan-rekannya awalnya sedang meninjau audio yang diambil oleh rover Perseverance, robot seukuran mobil yang menjelajahi Planet Merah sejak 2021. Mereka pernah mendengar suara pusaran angin debu yang melewati rover. Di tengah suara angin dan desis debu, Lorenz ingat adanya suara “jepretan” atau “retakan” yang singkat. Awalnya, mereka hanya berasumsi bahwa suara itu adalah butiran pasir besar atau kerikil kecil yang menabrak struktur rover.
Namun, tidak lama kemudian, salah satu anggota tim, Baptiste Chide, yang berasal dari Institut de Recherche en Astrophysique et Planétologie di Toulouse, Perancis, menghadiri konferensi sains tentang listrik atmosfer. Ia berpikir bahwa jika ada pelepasan listrik, maka bisa didengar. Ia lalu mengingat rekaman tersebut. Chide melakukan eksperimen di Bumi dengan generator elektrostatik untuk melihat bagaimana pelepasan listrik memengaruhi mikrofon. Ia menemukan sinyal yang sama persis dengan yang ditangkap di Mars: pola khas berupa gangguan listrik singkat yang diikuti oleh sinyal akustik gelombang kejut.
Ancaman terhadap Misi Masa Depan
Busur listrik ini akan terasa dan terdengar seperti percikan listrik statis yang kuat. Astronot di Mars mungkin bisa melihatnya, meskipun pelepasan listrik kecil sulit dilihat di bawah sinar matahari yang kuat. Para peneliti menganggap penting untuk mempelajari aktivitas listrik atmosfer ini untuk memahami bahaya yang mungkin ditimbulkan terhadap misi robotik atau manusia di masa depan.
Lorenz mencatat bahwa misi Uni Soviet Mars 3 mendarat saat badai debu dan hanya beroperasi selama sekitar 20 detik sebelum transmisinya tiba-tiba dan misterius berakhir. Ia mengatakan bahwa sesuatu berubah dalam 20 detik tersebut. Mungkinkah itu adalah peristiwa pelepasan listrik? Ia mengatakan bahwa kita tidak bisa mengesampingkan hal itu.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












