Gus Yahya Menolak Mundur, Surat Pemberhentian dari Rais Aam Tidak Sah

Respons Gus Yahya terhadap Pemberhentian Dirinya sebagai Ketua Umum PBNU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, memberikan respons terkait kabar dirinya diberhentikan dari jabatannya. Menurutnya, hingga saat ini dia masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan menolak permintaan agar mengundurkan diri.

Gus Yahya menegaskan bahwa surat edaran yang menyatakan pemberhentiannya dianggap tidak sah. Ia menjelaskan bahwa dokumen resmi NU seharusnya disebarkan melalui platform digital milik NU, bukan melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp (WA). “Sebetulnya di dalam sistem digital yang kita miliki, begitu dokumen itu selesai diproses menjadi dokumen sah, otomatis akan diedarkan kepada penerima sebagaimana yang dituju melalui saluran sistem digital,” ujarnya.

Dia juga menyoroti bahwa dokumen yang diterima oleh banyak orang adalah draft yang tidak sah. Menurut Gus Yahya, pengurus seharusnya menerima dokumen melalui saluran digital milik NU, seperti platform Digdaya, Digital Data, dan Layanan NU. Hal ini berbeda dengan cara yang digunakan untuk menyebarkan dokumen tersebut, yaitu melalui WA dan lain-lain.

Surat Edaran yang Dikeluarkan

Sebelumnya, beredar Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025. Dalam surat edaran tersebut, Gus Yahya disebut tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak untuk dan atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Dalam surat edaran itu, Gus Yahya dinyatakan tidak lagi menjabat Ketum PBNU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Surat edaran ini dinilai oleh Gus Yahya sebagai dokumen yang tidak sah karena tidak memiliki stempel digital dan nomor surat yang tidak tercatat di dalam sistem.

Pembelaan Kubu Gus Yahya

Di sisi lain, kubu Gus Yahya menyatakan bahwa pihak yang memecat Ketua Umum PBNU tanpa muktamar dianggap tidak waras. Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH. Muhyiddin Ishaq menyampaikan bahwa tidak pernah ada sejarahnya seorang Ketua Umum PBNU atau pejabat fungsionaris di PBNU yang dipecat lewat sebuah surat edaran.

Menurut Ishaq, Ketua Umum PBNU hanya bisa diganti lewat muktamar. Pun Rais Aam PBNU juga hanya bisa diganti lewat muktamar. Hal ini karena keduanya merupakan mandatori muktamar Lampung. Sehingga baik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU tidak bisa dihentikan di tengah jalan.

Ishaq kemudian menyebut bahwa orang yang ingin Gus Yahya dipecat tidak waras. Karena hal itu hanya menciptakan gonjang-ganjing dan mempermalukan NU di hadapan masyarakat Indonesia.

Tantangan di Muktamar

Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menantang para pelaku pemakzulan untuk menyelesaikan masalah PBNU di Muktamar. Diketahui muktamar ke-35 PBNU akan berlangsung dua bulan lagi, tepatnya pada 31 Januari 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Namun menuju Muktamar, PBNU justru diterpa gonjang-ganjing perpecahan antara kubu Ketua Umum dan Rais Aam. Para petinggi Rais Aam mengklaim telah resmi memecat Ketua Umum PBNU Gus Yahya sejak Rabu (26/11/2025). Namun hal ini tidak dituruti oleh Gus Yahya lantaran dianggap tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PBNU.

Pada Rabu (26/11/2025) usai kabar pemecatannya, Gus Yahya menantang Rais Aam di Muktamar ke-35 PBNU. Menurut Gus Yahya, apabila ingin menumbangkan dirinya maka harus ditumbangkan lewat muktamar.

[GAMBAR-0]

“Mari kita selesaikan di Muktamar saja, setiap muktamar kan ada mekanisme pertanggungjawaban, sehingga tidak menimbulkan hal-hal seperti ini,” ucapnya.

Gus Yahya pun mengingatkan para petinggi PBNU itu jangan mempermalukan organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia tersebut. “Tidak ada yang mau NU pecah, tidak ada yang ingin NU ini cacat keabsahannya, kalau mau maksa tetap saja cacat, jadi mari kita jalankan proses yang valid sesuai dengan konstitusi,” tuturnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *