Jangan Gunakan 20 Kata Sandi Ini, Paling Umum dan Rentan Dihack

Tren Kata Sandi yang Masih Umum Digunakan

Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya ancaman keamanan siber, banyak pengguna internet masih menggunakan kata sandi (password) yang sederhana untuk melindungi akun mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya keamanan digital masih rendah di kalangan pengguna.

Laporan terbaru dari situs riset teknologi menunjukkan bahwa kombinasi angka “123456” tetap menjadi password paling populer di dunia hingga akhir 2025. Dalam riset tersebut, peneliti menganalisis lebih dari dua miliar password yang bocor dari berbagai forum dan basis data pelanggaran keamanan siber sepanjang tahun 2025. Dari hasil itu, mereka menyusun daftar 100 kata sandi yang paling sering digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia.

Dari dua miliar data yang diteliti, kata sandi “123456” ditemukan sebanyak 7,6 juta kali, menempatkannya di posisi pertama sebagai password paling sering digunakan. Di posisi kedua dan ketiga, terdapat pola serupa yakni “12345678” dan “123456789”, yang masing-masing muncul jutaan kali dalam data kebocoran. Sementara di peringkat keempat, muncul kata “admin”, disusul “1234” di posisi kelima.

Kata “password” juga masih tetap bertahan sebagai salah satu yang paling populer dan menempati posisi kedelapan dalam daftar. Berikut adalah 20 password yang paling sering digunakan di dunia:

  1. 123456 – 7.618.192
  2. 12345678 – 3.676.487
  3. 123456789 – 2.866.100
  4. admin – 1.987.808
  5. 1234 – 1.771.335
  6. Aa123456 – 1.411.847
  7. 12345 – 1.301.052
  8. password – 1.082.010
  9. 123 – 959.741
  10. 1234567890 – 674.200
  11. 12345678910 – 562.833
  12. 1234567 – 523.380
  13. Aa@123456 – 501.446
  14. Pass@123 – 485.846
  15. Password – 470.313
  16. 123123 – 385.949
  17. P@ssw0rd – 347.249
  18. 111111 – 326.154
  19. admin123 – 306.343
  20. 1111 – 269.204

Penyebab Pengguna Malas Membuat Password Aman

Peneliti Comparitech menyebut fenomena ini sebagai “contoh nyata kemalasan manusia” dalam menjaga keamanan digital. Dari sebanyak 1.000 password teratas yang dianalisis, sekitar 25 persen hanya berisi deretan angka sederhana. Sebanyak 38,6 persen lainnya terdiri dari pola angka berurutan seperti “123”, sementara 3,1 persen menggunakan huruf sederhana seperti “abc”. Sisanya berupa kombinasi karakter tunggal atau pola angka menurun seperti “321”.

Mayoritas password juga dianggap terlalu pendek. Sekitar 65,8 persen kata sandi yang digunakan hanya memiliki kurang dari 12 karakter, padahal standar keamanan digital menyarankan panjang minimal 12 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.

Solusi untuk Meningkatkan Keamanan Digital

Para pakar keamanan siber kerap menyarankan pengguna untuk beralih menggunakan pengelola kata sandi (password manager) bawaan browser atau aplikasi khusus untuk membuat kombinasi password yang lebih kuat. Selain itu, pengguna juga dianjurkan mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) agar akun digital tetap aman meskipun password bocor.

Langkah-langkah sederhana ini dinilai jauh lebih aman dibanding mengandalkan kata sandi yang mudah ditebak seperti “123456”. Dengan meningkatkan kesadaran dan memanfaatkan alat keamanan yang tersedia, pengguna dapat melindungi akun mereka dari ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *