Bank Indonesia Jabar Kembangkan Sinergi Ekonomi Melalui WJES 2025

Peran Bank Indonesia dalam Transformasi Ekonomi Jawa Barat

Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (BI Jabar) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi ekonomi daerah melalui penyelenggaraan West Java Economic Society (WJES) 2025 pada Senin, 10 November 2025. Forum tahunan ini digelar bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menjadi ruang strategis untuk memperkuat stabilitas ekonomi serta mendorong pemerataan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, WJES 2025 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor — mulai dari akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan — dalam merumuskan strategi pembangunan Jawa Barat yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan global.

Kepala Perwakilan BI Jabar Muhamad Nur menegaskan bahwa WJES bukan hanya forum diskusi, tetapi juga bentuk nyata komitmen BI dalam memperkuat sinergi lintas sektor. “WJES telah menjadi platform strategis untuk menyatukan pandangan dan menyusun rekomendasi kebijakan konkret bagi kemajuan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya.

Wadah Gagasan dan Kolaborasi Pembangunan Jawa Barat

Sejak pertama kali digelar pada 2020, WJES berkembang menjadi gerakan intelektual yang konsisten mendorong inovasi berbasis potensi lokal. Tahun ini, rangkaian kegiatan diawali dengan Kick Off pada Mei 2025, dilanjutkan sarasehan di empat daerah — Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, dan Sukabumi — guna menggali isu-isu spesifik dan peluang ekonomi daerah.

Melalui program Call for Recommendative Papers (CFRP), BI Jabar membuka ruang partisipasi publik. Dari 348 abstrak yang diterima, tersaring 22 naskah terbaik dan 8 paper unggulan, yang seluruhnya dibukukan dalam Buku Rekomendasi Kebijakan WJES 2025. Buku ini kemudian diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah.

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lebih Tinggi dari Nasional

Dalam paparannya, BI Jabar mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2025 mencapai 5,20% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,04%. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi yang solid, serta performa positif sektor industri pengolahan, perdagangan besar-eceran, dan transportasi.

Ke depan, BI Jabar memproyeksikan ekonomi daerah akan tumbuh di kisaran 4,5–5,3% (yoy), dengan peluang akselerasi melalui penguatan konektivitas, pengembangan ekonomi hijau, serta perluasan kawasan industri dan ekonomi kreatif.

“Inflasi yang terjaga di angka 2,63% (yoy) sepanjang Januari–Oktober 2025 menjadi bukti kuat stabilitas ekonomi Jabar. Ini hasil kolaborasi erat antara Pemprov dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Muhamad Nur.

Menuju Jawa Barat yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Melalui WJES 2025, Bank Indonesia Jabar menegaskan pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

“WJES bukan sekadar forum diskusi, tapi wadah kolaborasi nyata untuk mewujudkan Jawa Barat yang semakin istimewa — tumbuh cepat, merata, dan berkelanjutan,” pungkas Muhamad Nur.

Soroti Ekonomi Biru dan Industri 5.0 sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

Salah satu sorotan penting dalam Seminar Nasional WJES 2025 yang digelar di Gedung BI Jawa Barat adalah potensi besar ekonomi biru dan industri 5.0 sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Menurut Prof. Suhono Supangkat, Direktur Center for Smart City and Community Innovation ITB, kawasan Rebana Metropolitan yang memiliki garis pantai sepanjang 291 kilometer menyimpan peluang besar untuk pengembangan ekonomi biru. Data BPS 2024 mencatat, nilai produksi perikanan tangkap laut di kawasan tersebut mencapai Rp6,6 triliun, sementara Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas hingga 7,5 juta TEUs.

“Ekonomi biru harus menjadi bagian dari transformasi industri 5.0, di mana teknologi dan manusia berkolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua ISEI Bandung Prof. Martha Fani Cahyandito menambahkan, sekitar 5% paper yang masuk membahas ekonomi biru di Jabar. “Kami berusaha agar hasil riset ini dapat diimplementasikan langsung oleh Pemprov Jabar, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya cepat, tapi juga inklusif,” ujarnya.

Pemprov Jabar Siap Adaptasi Hasil Kajian WJES 2025

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyambut positif hasil riset yang dihasilkan dari WJES 2025. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar siap mengadopsi dan menguji hasil riset tersebut untuk mempercepat realisasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hasil paper ini penuh inovasi. Kami akan lakukan piloting dan uji hipotesis di lapangan agar dapat segera direplikasi. Harapannya, langkah ini mampu membantu Jabar mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,5% di akhir 2025,” jelas Herman.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *