Musik dan Momen yang Tak Terlupakan
Musik dan saya, adalah satu kesatuan yang melekat sejak masih kecil. Itu karena Bapak memang suka menyetel tape di rumah dengan suara ramah dan banyak lagu-lagu masa beliau muda yang diputar ratusan kali. Membuat si anak kecil ini lama kelamaan familiar, ikut bersenandung kecil hingga melekat menjadi playlist kesukaan.
Namun, saya tidak banyak hafal album. Kebanyakan saya menghafal lagu-lagu yang memang menurut saya bagus dan enak untuk didengar. Ini tentu sebuah penilaian subjektif saya pribadi. Selera musik setiap orang berbeda dan saya suka musik beragam juga. Mulai dari Rock, Jazz, sampai Pop bahkan keroncong kekinian hingga musik folk. Semua punya daya tarik, biasanya liriknya yang menarik lalu melodinya dan dilengkapi video clip yang ciamik.
Lagu yang Membuat Saya Larut dalam Galau
Dari sekian lagu galau yang bikin termenung, apalagi kalau suasana rintik hujan membasahi bumi. Saya paling suka memutar lagi dari Mba Arina Mocca Feat mba Dee Lestari yang berjudul “Aku Ada.”
Lagi Aku Ada merupakan bagian dari Album: Rectoverso yang dirilis tahun 2008, dinyanyikan oleh Dee Lestari. Namun pertama kali saya dengarkan sekitar tahun 2013, awal-awal pertama masuk kuliah.
Sebelumnya saya lebih banyak mendengarkan lagu MLTR, Bruno Mars, Dream Theater, dkk. Playlist Bapak di rumah soalnya hahaha. Untuk band Lokal lebih familiar sama Dewa, Padi, Jikustik, Tangga, Sheila on 7, Endank Soekamti, Judika, Rossa, Mocca & The Rain.
Meski begitu memang tahu juga sih lagu-lagu kekinian. Dengerin sesekali dan suka latah ikut bernyanyi dengan suara rada fals ini.
Lagi Aku Ada, pertama kali saya dengarkan versi featuring. Jadi antara mba Dee Lestari dengan Arina Mocca. Saya merasa lagu ini tuh mulai dari pemilihan judul. Kata demi kata di lirik semuanya tuh indah, kayak diksi dan kayak suara hati seseorang yang sebegitu dalam.
Begini kurang lebih lirik lagu Aku Ada:
Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu
Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu akulah lautan
Ke mana kau s’lalu pulang
Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu.
Coba deh baca tanpa tau lirik lagunya. Bisa bikin nyes sampe ke hati, bahkan ngerasa aduh ini tuh kombinasi indah, cakep, sedih, mendalam. Semua campur aduk menjadi satu kesatuan. Musiknya pun enak dan saya suka menggalau di depan jendela musim hujan ditemani lagu Aku Ada. Entah apa yang saya pikirkan, jelasnya saya larut kedalam lagu.
Lagu Romantis yang Menginspirasi
Meski kali pertama mendengarkan saya belum paham ini lagu tentang apa sih. Hahaha cuma kata yang di pilih bagus semua. Lama kelamaan saya tahu dan paham. Lantas ada film nya juga kan, cuma sampe saat ini saya belum pernah nonton filmnya. Kalau bukunya, saya sempat baca tetapi nggak beli. Baca di perpustakaan.
Selain lagi galau kala musim penghujan sukses membuat saya larut dalam alunan musik dan lirik. Saya juga sesekali suka memutar lagu-lagu romantis. Tentu lagi romantis jadul yang masih melekat dalam kuping dan ingatan saya.
Percaya tidak kalau saya menganggap lagu First Love Utada Hikaru adalah lagu romantis? Kemudian lagu Sheila on 7 ‘Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki’ Dengerin kedua lagu ini terasa menjadi orang yang paling beruntung dan bahagia karena liriknya tuh romantis banget.
Kurang lebih begini lirik lagu Utada Hikaru First Love bagian yang paling saya sukai:
You are always gonna be my love
Itsuka darekatomata koiniochitemo
I’ll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Sangat menghargai cinta pertama dan mengakui secara jujur kalau cinta tersebut akan selalu terkenang indah. Yaampun, berapa romantisnya hahahha, walaupun nyatanya cinta pertama tidak selalu berakhir happy ending kan? Tetapi semua proses membuat kita mesti menghargai semuanya.
Nah, kalau lirik lagu Sheila on 7 Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki :
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas dimataku
Warna – warna indahmu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki.
Sederhana, penuh pengakuan jujur dan sangat manis didengarkan. Ini sih tangkapan saya secara pribadi ya. Tentu setiap orang akan memaknai lagu berbeda sesuai tangkapan dan rasa yang didapatkan.
Suasana dan Perjalanan Musik
Saya berharap, tetap bisa menikmati momen musim penghujan ditemani playlist kesukaan dan kini tambah kopi hangat atau teh. Sesekali dalam satu waktu saya butuh enjoy & take you’r time. Mulai dari terbawa suasana galau dari lagi yang memang saya rasa cukup galau hingga terbang melayang dengan bahagia karena lagu yang terasa romantis.
Begitulah playlist yang saya favoritkan untuk temani derasnya hujan berjatuhan dari langit. Sekarang sih sudah jarang diam di dekat jendela, seringnya sambil arah pulang naik angkot atau Transjakarta sesekali saya keluarkan headset buat dengerin lagu ditemani rintik dan bising klakson Kota Jakarta atau Bogor.
Suasana dan tempat boleh saja berbeda, tetapi rasa akan lagu yang didengarkan bisa tetap sama dan konsisten terasa sampai ke hati. Akh, mungkin saya yang memang terlalu larut dalam lirik dan lantunan lagu ya.
Atau memang semua orang punya momen seperti itu? Yuk sobat kompasiner ceritakan juga dong playlist yang paling kamu sukai buat menemani momen hujan dan sejenak larut dalam suasana berbeda. Seolah tubuh mu diajak pergi menyusuri masa tertentu.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












