Ekonomi Digital dan Dampaknya pada Ekonomi Lokal dengan Transportasi Online



Ekonomi Digital dan Perannya dalam Perekonomian Lokal dengan Kehadiran Transportasi Online

Oleh: Eko Setyo Budi

Perkembangan teknologi telah memberikan dampak besar terhadap dinamika perekonomian. Perubahan ini tidak hanya mengubah gaya hidup masyarakat, tetapi juga memengaruhi pola pikir mereka yang awalnya lebih tradisional menjadi lebih terbuka terhadap sektor informasi dan komunikasi. Hal ini tidak lepas dari perkembangan internet di Indonesia. Ekonomi digital merupakan konsep ekonomi yang menerapkan teknologi digital sebagai elemen utama dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa.

Istilah ekonomi digital mulai muncul pada akhir abad ke-20 ketika teknologi internet mulai diterapkan dalam proses produksi dan penjualan barang serta jasa. Kriteria utama dari ekonomi digital adalah ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi bagi pengguna. Konsep ini pertama kali diperkenalkan dalam buku The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence oleh Don Tapscott, yang menyatakan bahwa ciri utama dari ekonomi digital adalah penggunaan digital secara eksklusif. Dari sini, ekonomi digital dikenal sebagai sistem ekonomi yang kompleks dan berkaitan dengan aspek ekonomi mikro, makro, serta teori organisasi dan administrasi.

Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022–2023. Angka ini setara dengan 78,19% dari total populasi penduduk Indonesia dan hampir meningkat 2,67% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari data tersebut, provinsi dengan pengguna internet tertinggi antara tahun 2015 hingga 2023 adalah Provinsi Banten (89,10%), DKI Jakarta (86,96%), Jawa Barat (82,73%), Kepulauan Bangka Belitung (82,66%), dan Jawa Timur (81,26%).

Teknologi digital berperan strategis dalam menyediakan barang dan jasa secara efektif dan efisien. Berdasarkan ruang lingkupnya, perkembangan ekonomi digital dapat dibagi menjadi tiga lapisan utama:

  1. Core (Inti)

    Merujuk pada sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang meliputi hardware, software, perangkat telekomunikasi, dan layanan TIK. Pada lapisan ini, kondisi struktur pasar didominasi oleh penyedia jaringan infrastruktur internet dan pelaku usaha lokal dengan BUMN sebagai pemimpin pasar.

  2. Narrow (Sempit)

    Mengacu pada sektor yang didorong oleh teknologi digital, seperti platform media digital dan broadcasting.

  3. Broad Scope (Cakupan Luas)

    Meliputi kegiatan ekonomi dari berbagai sektor yang didukung dengan teknologi digital, seperti e-commerce, fintech, dan health-tech.

Ekonomi digital terus berkembang dan diperkirakan akan meningkat delapan kali lipat dari sebelumnya. Di Indonesia, nilai ekonomi digital diperkirakan mencapai 1.796 triliun rupiah pada tahun 2024. Untuk mendukung perkembangan tersebut, pemerintah perlu membangun infrastruktur pendukung agar dapat terealisasi lebih cepat. Berdasarkan laporan tahun 2023 oleh Google, Tamasek, dan Bain & Company, total nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2022 mencapai US$76 miliar. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2023 melaporkan nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai US$80 miliar. Dalam skala Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar.

Transportasi Online Memiliki Peran dalam Ekonomi Digital

Penerapan ekonomi digital di Indonesia salah satunya adalah kehadiran transportasi online yang memiliki peran penting dalam ekonomi digital. Transportasi online merupakan angkutan umum yang menyediakan internet dalam mengoperasikan dan menggunakan aplikasi, baik untuk pemesanan maupun pembayaran.

Saat ini, perusahaan transportasi online yang berkembang di Indonesia adalah Gojek dan Grab. Kemunculan perusahaan ini diawali dengan keinginan dari pemilik bisnis startup transportasi untuk menunjang mobilitas masyarakat yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat, tetapi sistem transportasi yang ada kurang mendukung, sehingga mendorong kemajuan teknologi dan informasi, ekonomi kreatif, serta pengembangan solusi transportasi, khususnya di perkotaan, seperti kemacetan dan polusi udara. Masyarakat memiliki waktu perjalanan yang lebih lama dan kurang efektif.

Perkembangan transportasi umum berbasis aplikasi dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terjadi karena sektor transportasi yang saat ini berkembang dapat turut menopang pertumbuhan ekonomi dengan adanya penyerapan tenaga kerja. Selain itu, adanya transportasi online telah menciptakan efisiensi yang dapat meningkatkan produktivitas nasional. Namun, apabila dilihat dari dampak negatifnya, tentunya akan berdampak pada kurangnya minat masyarakat penggunaan angkutan umum maupun ojek konvensional. Hal ini dikarenakan ketidakefisienan operasional, misalnya angkutan umum yang tidak terjadwal dengan baik, dan kurangnya transparansi tarif yang merugikan penumpang.

Kenapa Ojek Online Dipilih?

Di perkotaan, digitalisasi transportasi telah mengubah gaya hidup secara signifikan karena mobilitas fleksibel. Masyarakat kota lebih mengandalkan aplikasi transportasi online seperti Gojek, Grab daripada kendaraan pribadi atau transportasi umum konvensional. Efisiensi waktu sangat menentukan karena sektor jasa atau transportasi berbasis aplikasi memungkinkan orang memilih moda transportasi yang lebih cepat dan nyaman.

Pengaruh lain yang tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari adalah perubahan pola konsumsi, di mana masyarakat cenderung konsumtif terhadap layanan transportasi online dan logistik seperti pengiriman barang dan belanja online. Sementara itu, dampak sosial pada masyarakat (konsumen) ialah semakin banyak interaksi digital, seperti penggunaan smartphone dibanding dengan interaksi langsung, tanpa harus bernegosiasi langsung dengan pengemudi.

Karena berbagai kemudahan yang ditawarkan ojek online, penggunaannya semakin meningkat. Contohnya, di Kota Bandung, penggunaan ojek online sangat tinggi sehingga keberadaan ojek konvensional semakin hari semakin tenggelam. Tentu, hal tersebut akan berdampak pada pendapatan driver ojek konvensional.

Ada beberapa faktor yang menjadikan ojek konvensional tertinggal oleh ojek online. Pertama, jika dilihat dari sisi layanan, ojek online memiliki fitur yang dapat memudahkan konsumen dibandingkan dengan ojek konvensional. Kedua, dari sisi keterjangkauan, untuk mendapatkan penumpang ojek online lebih unggul dan lebih luas dibanding ojek konvensional. Kehadiran bisnis online membutuhkan regulasi dari pemerintah sebagai pengatur kebijakan, khususnya ojek pangkalan dan ojek online, sehingga salah satu tidak dirugikan. Kebijakan ojek online ke depan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan ojek online tidak boleh dipergunakan untuk mengangkut orang, tetapi diperuntukkan khusus pengiriman barang (jasa angkutan barang). Bagaimana pendapat Anda?

Keunggulan dan Tantangan Transportasi Online

Transportasi online membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, baik di masa kini maupun di masa depan. Namun, selain keunggulan yang ditawarkan, ada pula tantangan yang harus dihadapi.

Keunggulan Transportasi Online

Transportasi online memiliki keunggulan dibanding dengan transportasi konvensional terletak pada:

  • Kemudahan Akses dan Efisiensi

    Layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek, Grab memungkinkan pengguna memesan kendaraan kapan saja dan di mana saja. Tiket perjalanan dapat dibeli secara online tanpa perlu antre di loket, seperti pada KAI Access atau Traveloka.

  • Optimasi Waktu dan Rute Perjalanan

    Aplikasi navigasi berbasis AI dan big data seperti Google Maps dan Waze membantu menemukan rute tercepat dan menghindari kemacetan. Teknologi transportasi pintar seperti sistem lampu lalu lintas adaptif mengurangi waktu perjalanan.

  • Efisiensi Biaya dan Hemat Energi

    Transportasi berbasis digital memungkinkan berbagi perjalanan (ride-sharing), yang mengurangi biaya transportasi. Kendaraan listrik dan teknologi hybrid semakin dioptimalkan dalam transportasi digital, menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi karbon.

  • Meningkatkan Keselamatan Transportasi

    Teknologi AI dapat menganalisis kebiasaan pengemudi dan memberikan peringatan dini terhadap potensi kecelakaan. Big data digunakan untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan dan memberikan solusi perbaikan infrastruktur.

  • Mendukung Inklusi Keuangan dan Ekonomi Digital

    Digitalisasi transportasi membuka peluang kerja bagi banyak orang, seperti pengemudi transportasi online dan kurir pengiriman barang. Pembayaran non-tunai memudahkan transaksi dan meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

Tantangan Transportasi Online

Transportasi digital sudah saya sebutkan memiliki keunggulan, namun dilapangan bagi masyarakat yang memanfaatkan transportasi online, termasuk aplikator (platform transportasi digital), terdapat beberapa kelemahan diantaranya adalah:

  • Ketergantungan pada Teknologi dan Internet

    Layanan transportasi digital bergantung pada koneksi internet yang stabil. Di daerah dengan jaringan lemah, akses layanan bisa terhambat.

  • Persoalan Regulasi dan Legalitas

    Banyak negara masih menghadapi dilema dalam mengatur transportasi digital, terutama dalam aspek pajak, perizinan, dan perlindungan pekerja transportasi online.

  • Keamanan Data dan Privasi

    Aplikasi transportasi mengumpulkan data pribadi pengguna, yang dapat menjadi target peretasan atau penyalahgunaan jika tidak dilindungi dengan baik.

  • Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Pekerja Konvensional

    Peralihan ke transportasi digital berdampak pada pekerja transportasi tradisional seperti pengemudi angkot dan taksi konvensional. Ketidakpastian pendapatan bagi pengemudi transportasi online karena sistem komisi yang berubah-ubah.

  • Dampak Lingkungan dari Teknologi

    Meskipun kendaraan listrik semakin berkembang, produksi baterai dan limbah elektronik tetap menjadi tantangan lingkungan yang perlu diatasi diperhatikan agar industri ini bisa berkembang dengan baik di masa depan.

Sidoarjo, 11 November 2025

Daftar buku

1. Asnita Frida Sebayang. 2024. Ekonomi Regional. Penerbit: PT. Bumi Aksara, Jakarta

2. Eko Setyo Budi. 2025. Transportasi Digital, Masa Depan Layanan Publik dan Tantangannya di Era Teknologi. Penerbit: Bintang Semesta Media, Yogyakarta.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *