Menyusul Kenaikan Tarif Impor AS, Harley Davidson Bisa Menjadi Sebuah Suzuki

Harley Davidson Bisa Menjadi Sebuah Suzuki Akibat Kenaikan Tarif Impor AS

dailybandung.com – NEW DELHI – Rencana Amerika Serikat untuk menaikkan tarif impor dapat berdampak pada kenaikan harga produk otomotif seperti Harley Davidson di tengah kondisi industri otomotif yang lesu akibat persaingan mobil dari China. Meskipun Harley Davidson saat ini memiliki pabrik di India, namun masih dipertanyakan apakah pabrik tersebut dapat membantu perusahaan ini tumbuh sebesar Suzuki.

CEO Harley Davidson, Jochen Zeitz, menyatakan bahwa India merupakan kombinasi yang sempurna antara efisiensi manufaktur dan permintaan akan sepeda motor siap pakai. Dengan adanya pabrik di India, Zeitz berharap dapat meningkatkan volume produksi dan penjualan model X440 serta memperkenalkan model lainnya.

“Kerjasama dengan Hero memberikan banyak keuntungan bagi kami, seperti kemampuan manufaktur yang lebih besar dan investasi dalam bisnis untuk memperkuat merek kami. Jadi, saya yakin ini adalah keputusan yang tepat,” ujar Zeitz.

Harley Davidson sebelumnya menghentikan operasi di India pada tahun 2020, namun kini bekerja sama dengan Hero untuk melanjutkan penjualan dan dukungan model di India. Kolaborasi ini terjadi di tengah pertumbuhan kelas menengah dan konsumen yang lebih mampu.

Perusahaan ini juga membidik pasar sepeda motor bermesin kecil premium di India dengan harga yang lebih tinggi dari rata-rata, namun menawarkan kualitas yang lebih baik dan bersaing dengan merek Royal Enfield. Sebelumnya, Harley Davidson mengalami kesulitan dalam mengekspor sepeda motor yang lebih besar ke India karena tarif impor yang tinggi mencapai 50%.

Namun, dengan adanya hubungan perdagangan yang semakin baik antara kedua negara dan kehadiran pabrikan lokal Hero MotoCorp, Harley Davidson memiliki posisi yang kuat untuk memperkuat pangsa pasar sepeda motor premium. Model X440 merupakan uji coba bagi perusahaan sepeda motor asal Amerika ini.

Jika mampu sukses memasuki pasar India dan bersaing dengan Royal Enfield serta melawan kehadiran Triumph yang juga berkolaborasi dengan Bajaj, maka ini dapat menjadi awal dari peningkatan volume produksi tidak hanya di India tetapi juga di pasar lainnya.

Harley Davidson juga harus memperhatikan rencana pemasaran pesaingnya, Triumph, yang telah meluncurkan sepeda motor dengan harga yang sama di India. Mereka juga berencana untuk mengekspor ke pasar lain pada tahun 2024.

Oleh karena itu, Harley Davidson harus segera merespons dengan menempatkan diri sebagai pemimpin di segmen sepeda motor 350-500cc, bukan hanya di India tetapi juga di pasar internasional.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *