“Ini Dia Rahasia Sukses Tukang Jahit Mobil China di Indonesia, Terungkap dari Pabrik Handal!”

"Wow! Ternyata Ini Rahasia di Balik Kesuksesan Tukang Jahit Mobil China di Indonesia yang Terbongkar dari Pabrik Unggulan!"

dailybandung.com – JAKARTA – Pabrik perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM) telah menjadi lokasi pilihan bagi sejumlah merek asal China untuk melakukan perakitan lokal. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia dan juga untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak.

Wakil Presiden Komisaris PT HIM, Jongkie D. Sugiarto, mengungkapkan bahwa pabrik Handal telah menjadi andalan bagi banyak merek asal China karena pihaknya selalu berusaha meningkatkan kualitas produk agar setara dengan standar yang ada di negara asalnya.

“Kami selalu berusaha meningkatkan kualitas SDM di Handal. Kualitas yang kami miliki membuat perusahaan-perusahaan China percaya kepada kami. Jika kualitasnya buruk, mereka tidak akan percaya kepada kami,” ujar Jongkie kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jongkie juga menjelaskan bahwa semua pekerja di pabrik Handal adalah orang Indonesia. Untuk bisa mengerjakan mobil-mobil pesanan klien dengan presisi dan kualitas tinggi, mereka mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga ahli merek terkait.

“Kami tidak pernah menggunakan pekerja asing di pabrik kami. Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk bekerja dan belajar di sini. Saat merek-merek China pertama kali datang, mereka boleh membawa ekspatriat untuk memberikan pelatihan kepada pekerja kami. Setelah selesai, mereka pulang ke negara asalnya,” jelasnya.

Jongkie juga menambahkan bahwa beberapa merek seperti Chery, Jaecoo, Jetour, Neta, Aletra, BAIC, dan yang terbaru adalah Geely, telah melakukan perakitan di pabrik Handal. Hal ini membuat Handal membangun pabrik kedua di Purwakarta, Jawa Barat, untuk dapat menampung banyaknya produsen asal China yang ingin bekerja sama dengan mereka.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *