Pengungkapan Keburukan Ibu oleh Manohara Odelia Pinot
Manohara Odelia Pinot, yang dikenal sebagai mantan istri Tengku Muhammad Fakhry Petra, putra ketiga Sultan Kelantan, Malaysia, kembali menjadi sorotan setelah membongkar sederet aib yang dilakukan sang ibu, Daisy Fajarina. Dalam pernyataannya, Manohara mengungkap berbagai tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh ibunya, termasuk menjual dirinya ke pihak luar dan mempermainkan agama serta ilmu hitam.
Penjualan Anak demi Kepentingan Pribadi
Menurut Manohara, Daisy Fajarina pernah menjualnya ke seorang pria dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan materi. Ia menyebut bahwa ibunya menjualnya demi mendapatkan apartemen di SCBD dan mobil. “Bukti ‘dijual’ banyak. Saya dijual demi keuntungan materi, sebuah apartemen di SCBD dan sebuah mobil,” ujar Manohara dalam tulisannya di media sosial.
Ia juga menceritakan pengalaman traumatis saat masih kecil, di mana ia dipaksa menemui pria tertentu yang diduga melakukan pelecehan. “Staf apartemen tersebut menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak naik ke unit untuk menemui pria yang telah abuse saya. Ini hanyalah satu contoh. Masih banyak lagi,” tambahnya.
Permainan Agama dan Ilmu Hitam
Selain itu, Manohara juga mengungkap bahwa Daisy sering bermain ilmu hitam. Saat masih kecil, ia sering melihat ibunya pergi ke dukun dan orang pintar. Bahkan, ia turut serta dalam beberapa ritual yang membuatnya trauma. “Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan serta membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini membuat trauma dan terus membekas hingga saya dewasa.”
Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah bagian dari agama Islam. “Ilmu hitam dilarang dalam Islam. Saya memiliki banyak teman Muslim, dan mereka tidak mempraktikkan atau mempercayai hal-hal seperti yang dilakukan olehnya. Ini adalah soal kekerasan dan penyalahgunaan, bukan soal agama.”
Kebohongan tentang Keyakinan
Lebih lanjut, Manohara membongkar kebohongan sang ibu yang mengaku sebagai seorang muslimah taat. Menurutnya, Daisy pernah masuk agama Kristen hanya demi keuntungan pribadi. “Video ini menunjukkan ibu saya sedang dibaptis. Di saat yang sama, kehidupan sosialnya banyak dihabiskan bersama perempuan Kristen kaya, dan berpindah agama memberi keuntungan baginya di lingkungan tersebut.”
Bantahan dari Akun Diduga Milik Daisy Fajarina
Tidak semua orang percaya dengan pernyataan Manohara. Sebuah akun diduga milik Daisy Fajarina merespons pernyataannya dengan balasan yang sangat tendensius. Akun tersebut menyangkal bahwa Daisy pernah menjual Manohara, dan mengatakan bahwa ibunya hanya menjodohkan dan mencari lelaki mapan untuknya.
“Umbumu tidak menjualmu. Hanya menjodohkan dan mencarikan laki-laki mapan yang bisa menghidupimu seumur hidup. Kalau menjual berarti ada harga. Bisa dibuktikan harga jualmu? Ada buktinya? Kalau tidak ini bisa menjadi kasus hukum. Fitnah lebih kejam daripada membunuh. Kenapa menjodohkan dengan lelaki mapan dan bestatus sosial tinggi? Karena sejarah ibumu yang menikah dengan lelaki biasa dengan kemampuan ekonomi pas-pasan tidak terulang lagi padamu,” tulis akun Aisyah Nadawi.
Akun tersebut juga mengancam akan melaporkan Manohara ke polisi jika tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan. “Saya sudah SS komentarmu yang menuduh ibumu menjual kamu. Saya akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan tuduhanmu. Kamu siapkan bukti di pengadilan dan kalian yang sudah menyerang saya kalian bisa saya tuntut juga. Bersiap-siaplah.”
Alasan Memutus Hubungan dengan Sang Ibu
Dari balasan akun tersebut, Manohara mengungkap alasan mengapa ia memutus hubungan dengan Daisy. “Saya tidak kehilangan kontak, saya memutuskan kontak. Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun di depan publik mungkin terlihat seperti itu. Menjaga kesan seolah-olah dekat sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami ‘perankan’ agar citranya terlihat baik. Citra tersebut berfungsi sebagai bentuk kontrol.”
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












