Cadangan BBM dan LPG Aman untuk 20 Hari Jelang Tahun Baru 2026



JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Hal ini disampaikan setelah ia melakukan peninjauan ke Integrated Terminal Jakarta, Koja, Jakarta Utara, yang merupakan salah satu fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM serta LPG Pertamina.

Ketersediaan Stok BBM dan LPG

Saat ini, rata-rata ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 20 hari, melampaui standar minimum yang ditetapkan pemerintah. Standar minimum untuk cadangan BBM adalah sekitar 17 hingga 18 hari, sedangkan saat ini rata-rata mencapai 20 hari. Dengan demikian, stok BBM dalam kondisi stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bahlil menyebutkan bahwa seluruh jenis BBM utama seperti solar, bensin RON 90 (Pertalite), RON 95 (Pertamax Turbo), hingga LPG tersedia di atas batas minimum nasional. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan energi selama periode libur akhir tahun.

Progres Pemulihan Distribusi di Aceh

Selain memastikan stok nasional, Bahlil juga menyoroti progres pemulihan distribusi BBM dan LPG di sejumlah wilayah Aceh yang sebelumnya terdampak kendala akses. Dalam beberapa hari terakhir, distribusi yang semula harus menggunakan helikopter dan pesawat mulai beralih ke mobil tangki seiring terbukanya akses darat.

Infrastruktur Energi di Regional Jawa Bagian Barat

Integrated Terminal Manager Jakarta Pertamina, Miftahul Ulum, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Bagian Barat didukung oleh sejumlah terminal BBM, antara lain Integrated Terminal Jakarta, Cikampek, Balongan, Tanjung Gerem, Merak, Bandung, Ujung Berung, dan Tasikmalaya.

Untuk DKI Jakarta, pasokan BBM mayoritas disalurkan melalui pipa sepanjang 212 kilometer dari Balongan, dengan porsi sekitar 80%. Sisanya, sekitar 20%, dipasok melalui kapal dari impor.

Sementara itu, pasokan LPG di regional Jawa Bagian Barat ditopang oleh empat terminal utama, yakni LPG Tanjung Sekong, LPG Jakarta, LPG Eretan, dan LPG Balongan. Pertamina juga mengoperasikan secara temporer skema ship to ship (STS) di Teluk Semangka sebagai langkah antisipasi cuaca buruk, khususnya jika kapal LPG tidak dapat sandar di Tanjung Sekong.

Persiapan Selama Masa Nataru

Dalam rangka menghadapi masa Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru), Pertamina telah mengantisipasi potensi kendala seperti kemacetan di jalur wisata, penyeberangan Merak, Nagreg, hingga ruas tol menuju Cikampek dan Bandung. Untuk itu, disiapkan layanan motoris guna menjangkau konsumen yang kehabisan BBM di tengah kemacetan.

Dari sisi LPG, Integrated Terminal Jakarta mengoperasikan LPG Tanjung Priok yang memasok kebutuhan Jabodetabek serta sebagian Jawa Barat dan Banten. Pasokan LPG di terminal ini sepenuhnya menggunakan moda kapal, dengan sumber utama dari Tanjung Sekong dan STS Teluk Semangka. Saat ini, sekitar 90% LPG nasional masih berasal dari impor.

Distribusi BBM di Wilayah Jabodetabek

Terminal Plumpang menjadi tulang punggung distribusi BBM di wilayah Jabodetabek. Terminal ini melayani sekitar 13% kebutuhan BBM nasional dengan dukungan 916 SPBU, termasuk SPBU nelayan, SPBB, Pertashop, serta kebutuhan TNI dan Polri. Ketahanan stok didukung oleh 26 unit tangki penyimpanan berkapasitas total 324.000 kiloliter.

Proyeksi Konsumsi BBM dan LPG

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memproyeksikan konsumsi BBM jenis bensin meningkat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kenaikan konsumsi gasoline diperkirakan mencapai 3,2% dibandingkan kondisi normal. Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Posko Nataru Sektor ESDM, Erika Retnowati, menyebut lonjakan ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Posko Nataru ESDM beroperasi mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Selain bensin, konsumsi avtur diperkirakan naik 5,2%, kerosin tumbuh 4,3%, dan LPG meningkat 7,2%. Sebaliknya, konsumsi solar diproyeksikan turun 7,6% akibat pembatasan angkutan barang selama libur panjang.

Infrastruktur Penyediaan BBM dan LPG

Untuk menjaga kelancaran pasokan, Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU), serta infrastruktur LPG berupa 40 terminal LPG, 736 SPPBE, dan 6.634 agen LPG. Ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 17–23 hari, sementara coverage day LPG sekitar 12 hari dan dipastikan dalam kondisi aman.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *