Sejarah Sistem Pembayaran Tol di Indonesia
Sistem pembayaran tol di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali diperkenalkan. Awalnya, sistem ini berupa transaksi tunai yang digunakan saat jalan tol pertama di Indonesia, yaitu Tol Jagorawi, dibuka pada 9 Maret 1978. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, sistem pembayaran tol terus berevolusi.
Berikut adalah beberapa tahapan dalam sejarah pembayaran tol di Indonesia:
1. Transaksi Tunai
Pada awalnya, pengguna tol harus membayar menggunakan uang tunai. Sistem ini memerlukan pengemudi untuk berhenti di gerbang tol untuk menyerahkan atau mengambil kartu tanda masuk dan melakukan pembayaran secara langsung.
Transaksi tunai berlangsung selama hampir 50 tahun. Namun, sistem ini dinilai tidak efisien karena waktu transaksi mencapai 10 hingga 12 detik, yang sering menyebabkan antrean kendaraan di gerbang tol. Hal ini menjadi alasan utama pemerintah untuk mencari solusi lebih efektif dan cepat.
2. Transaksi Nontunai

Pemerintah akhirnya mengubah sistem pembayaran tol menjadi nontunai. Keputusan ini diambil berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan pengalaman yang lebih cepat, efisien, aman, dan nyaman bagi pengguna tol.
Dari 31 Oktober 2017, sistem nontunai mulai diterapkan secara resmi di seluruh jalan tol di Indonesia. Dengan sistem ini, waktu transaksi hanya membutuhkan maksimal 5 detik, sehingga mengurangi kemacetan di gerbang tol.
Alat pembayaran dalam sistem nontunai ini menggunakan teknologi berbasis kartu uang elektronik, yang dikenal sebagai e-toll. BPJT mengklaim bahwa proses transisi dari tunai ke nontunai berjalan lancar tanpa hambatan, hanya memerlukan waktu 3 bulan sejak diterapkan.
3. Transaksi Nirsentuh

Pemerintah terus berinovasi dalam mengembangkan sistem pembayaran tol yang lebih modern. Salah satu inovasi terbaru adalah penerapan Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis aplikasi. Sistem ini menggunakan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System).
Sistem MLFF berbasis GNSS akan menjadi platform untuk penerapan teknologi Intelligent Toll Road System (ITRS). Dengan sistem ini, pengguna jalan dapat melakukan transaksi tol tanpa harus berhenti atau menapakkan kartu. Pengguna cukup mengunduh aplikasi bernama CANTAS pada smartphone mereka dan mendaftarkan data pribadi.
Setelah itu, tarif akan dikalkulasi dan biaya akan dipotong otomatis dari instrumen pembayaran masing-masing pengguna. Selain itu, pengendara juga dapat menggunakan perangkat Electronic Route Ticket, yang memungkinkan pengguna memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.
Elektronifikasi tol melalui MLFF akan diterapkan secara bertahap. Sistem modern ini rencananya akan mulai diujicoba pada 2023. Tahap awal implementasi akan dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik.
FAQ Seputar Sejarah Pembayaran Tol di Indonesia
Sejak kapan pembayaran tol ada di Indonesia?
Pembayaran tol dimulai pada 1978, bersamaan dengan beroperasinya jalan tol pertama di Indonesia, yaitu Tol Jagorawi, dan masih menggunakan sistem tunai.
Kapan pembayaran tol di Indonesia wajib nontunai?
Sejak 31 Oktober 2017, seluruh ruas tol di Indonesia wajib menggunakan pembayaran nontunai dengan kartu uang elektronik.
Kenapa pembayaran tol tidak lagi pakai uang tunai?
Karena transaksi nontunai lebih cepat, mengurangi antrean, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan efisiensi di gerbang tol.
Apa itu kartu e-toll dan bagaimana cara pakainya?
Kartu e-toll adalah uang elektronik berbasis kartu yang digunakan dengan cara tap di gerbang tol, lalu saldo akan terpotong otomatis.
Apa yang dimaksud sistem tol nirsentuh (MLFF)?
Sistem tol nirsentuh atau MLFF memungkinkan pengguna melintas tanpa berhenti dan tanpa tap kartu, karena pembayaran dilakukan otomatis lewat aplikasi berbasis satelit.












