Ketua Sentra Medika Hospital Minut Hadir di RDP DPRD Minahasa Utara, Jelaskan Isu Viral

RDP DPRD Minut: Penjelasan Direktur Rumah Sakit tentang Kondisi Pasien

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (Minut) menjadi momen penting untuk menjelaskan situasi sebenarnya terkait seorang pasien dari Sentra Medika Hospital. Direktur rumah sakit tersebut, dr Ivan Wijaya Widiatomo Mars, hadir dalam acara tersebut dan memberikan penjelasan lengkap mengenai kronologi perawatan pasien.

Informasi yang Berkembang di Masyarakat

RDP digelar karena adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai kondisi pasien yang masih menggunakan alat bantu di bagian mulut dan telah keluar dari rumah sakit. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, DPRD Minut memutuskan untuk melakukan RDP guna mendapatkan informasi langsung dari pihak rumah sakit.

Selain Direktur Sentra Medika Hospital, hadir juga perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Minut dan BPJS Kesehatan dalam pertemuan ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kronologi Pemeriksaan dan Perawatan Pasien

Menurut penjelasan direktur, pasien perempuan masuk ke rumah sakit dalam kondisi sakit dan diterima di IGD pada tanggal 16 November 2025. Setelah itu, pasien dirawat di ruangan ICU hingga tanggal 19 November 2025. Selama masa ini, pasien mendapatkan penanganan medis untuk menstabilkan kondisi akut yang beresiko.

Setelah stabil, pasien kemudian dipindahkan ke unit rumah sakit pada tanggal 19 sampai 21 November 2025. Pada tanggal 21 sampai 24 November 2025, pasien dirawat di ruangan perawatan umum karena kondisi sudah lebih stabil. Selama masa perawatan, pasien ditangani oleh tim dokter spesialis seperti saraf, jantung, penyakit dalam, bedah, dan spesialis usus.

Penjelasan Mengenai Alat Bantu dan Kondisi Pasien

Ivan menyampaikan bahwa kondisi pasien yang stabil bukan berarti sembuh sepenuhnya. Ada keterbatasan dalam aktivitas pasien, termasuk dalam hal berjalan atau berlari. Pihak rumah sakit terus berkomunikasi dengan keluarga pasien untuk memastikan kolaborasi dalam proses pemulihan.

“Kami sangat terbuka untuk komunikasi dengan keluarga pasien mengenai penanganan di rumah,” ujar Ivan. Ia menegaskan bahwa pulangnya pasien setelah delapan hari perawatan darurat dilakukan dengan syarat adanya kolaborasi antara pihak rumah sakit dan keluarga dalam pengobatan lanjutan.

Terkait dengan alat bantu yang digunakan pasien saat pulang, Ivan menjelaskan bahwa alat tersebut diperlukan sebagai bagian dari target pemulihan. Jika tidak digunakan, bisa saja terjadi komplikasi yang lebih berbahaya bagi pasien.

Penjelasan dari Anggota DPRD

Ketua Komisi III DPRD Minut, Denny Lolong, menyatakan bahwa RDP ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan penjelasan dari pihak rumah sakit. “Supaya ada penjelasan pihak rumah sakit, supaya ketika ada masyarakat yang bertanya kepada kami, bisa sampaikan informasi yang sebenarnya,” ujarnya.

Stendy Stentje Rondonuwu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Minut, menambahkan bahwa RDP ini dilakukan untuk menjelaskan kejadian sebenarnya agar masyarakat tidak salah paham. Edwin Nelwan, Wakil Ketua DPRD Minut, memberi catatan bahwa pihak rumah sakit harus memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Kesimpulan

Penjelasan dari Direktur Sentra Medika Hospital Minut menunjukkan bahwa proses perawatan pasien sesuai dengan tahapan dan SOP yang berlaku. Selain itu, pihak rumah sakit siap bekerja sama dengan keluarga pasien untuk memastikan pemulihan yang optimal. Dengan RDP ini, DPRD Minut berharap dapat menyelesaikan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat dan memberikan informasi yang benar dan transparan.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *