Proses Pemilihan Rektor Undana Berjalan Lancar
Pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029 telah selesai dengan berbagai proses yang berjalan secara lancar. Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum., mengungkapkan bahwa seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai rencana, mulai dari penyaringan hingga pemungutan suara final.
“Pemilihan Rektor Undana periode 2025–2029 telah selesai dan kita mendapatkan hasilnya. Rektor terpilih adalah Prof Dr. Jefri Bale dengan jumlah suara 58, mengungguli dua calon lainnya, yaitu Prof. Apris Adu dan Prof. Malki Taneo,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Teater Undana.
Konferensi pers ini dihadiri oleh para awak media yang telah menunggu hasil resmi sejak siang hari. Ruangan tersebut dipenuhi oleh jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap proses pemilihan rektor Undana tahun ini.
Pengumuman Hasil Akhir
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Simon juga menyampaikan informasi awal mengenai jadwal pelantikan. Ia menyebutkan bahwa ada bocoran yang ia peroleh bahwa pelantikan direncanakan tanggal 8, meskipun bisa saja bergeser. Namun, informasi sementara adalah tanggal 8. Untuk lebih jelasnya, rekan-rekan media bisa berdialog langsung dengan rektor terpilih.
Hadir pula rektor terpilih, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang menyampaikan pernyataan resmi pertamanya setelah ditetapkan sebagai pemenang. Dalam pernyataannya, ia mengawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kelancaran proses pemilihan.
“Kita sebagai orang percaya tentu mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seluruh proses berjalan dengan baik, dan saya percaya itu karena Tuhan berkenan atas apa yang terjadi hari ini.”
Ajakan untuk Bersatu dan Mengakhiri Polaritas
Prof. Jefri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kemendikbudristek, senat, panitia, dan seluruh kandidat yang telah mengikuti proses seleksi dengan baik. Ia menegaskan bahwa mandat yang diterimanya merupakan amanah berat yang membutuhkan kerja kolektif.
“Hasil ini adalah tanggung jawab besar yang dipercayakan Tuhan kepada saya. Harapan sivitas akademika tentu besar. Tantangan ke depan tidak mudah dan membutuhkan kerja sama, kolaborasi, serta sinergi dari kita semua.”
Salah satu penegasan paling penting dari Prof. Jefri adalah ajakan untuk mengakhiri perpecahan yang sempat muncul selama proses suksesi yang berlangsung hampir setahun.
“Ia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun Undana. Tidak ada lagi pendukung calon A, calon B, atau calon C. Proses suksesi sudah selesai. Yang ada sekarang adalah kepemimpinan satu rektor.”
Ia menekankan bahwa Undana harus kembali menjadi rumah bersama untuk bergerak maju sebagai satu kesatuan.
Persiapan Pelantikan dan Kepemimpinan Sementara
Terkait pelantikan, Prof. Jefri menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi dari kementerian. “Kita menunggu kepastian tanggal pelantikan, apakah tanggal 8 atau sesuai informasi panitia dan kementerian. Untuk saat ini, saya tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor IV sambil menyiapkan proses transisi hingga pelantikan.”
Ia juga menegaskan bahwa hingga pelantikan berlangsung, kepemimpinan Undana masih berada di bawah Rektor saat ini, Prof. Maxs U.E. Sanam.
Konferensi pers ditutup dengan sesi tanya jawab antara media dan rektor terpilih. Suasana penuh antusiasme mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru Undana untuk periode 2025–2029.
Dengan penegasan komitmen persatuan dan kolaborasi, Prof. Jefri Bale menghadirkan optimisme baru bagi masa depan Universitas Nusa Cendana.












