Peran Ferry Irwandi dalam Penggalangan Dana Bencana Banjir Sumatera
Ferry Irwandi, seorang influencer dan pendiri Malaka Project, berhasil menggalang dana sebesar Rp10 miliar lebih untuk para korban banjir di Sumatera. Tindakan ini dilakukan dalam waktu singkat, hanya dalam satu hari, yaitu dari Senin (1/12/2025) hingga Selasa (2/12/2025). Dana yang terkumpul akan langsung disalurkan kepada korban bencana, terutama daerah-daerah yang terpencil dan terisolasi.
Ferry mengungkapkan bahwa penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara mereka yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada 87 ribu donatur yang telah berkontribusi, meskipun tidak dapat menyebutkan nama setiap penderma. Beberapa donatur terbesar antara lain:
- Trader dan pengusaha Sulianto Indria Putra: Rp50 juta
- Pengusaha Belvin Tannadi: Rp50 juta
- Bhakti Ibu Supani: Rp100 juta
- Anonim bernama Orang Baik: Rp50 juta
- Trader dan pengusaha Narko Santoso: Rp50 juta
- Youtuber Deankt: Rp270 juta
- Pengusaha Imanuel Wirajaya: Rp50 juta
- Gamer dan pengusaha Luke Febrian Valentinus: Rp77 juta
- Artis Deddy Corbuzier: Rp300 juta
- Pengusaha parfum Rizky Arief Dwi Prakoso: Rp493 juta
- Xander Walter: Rp270 juta
Tanggapan Terhadap Kritik TikToker
Sebelumnya, Ferry Irwandi sempat disindir oleh TikToker Silvia Tjan yang menyebutnya “yapping”. Istilah ini merujuk pada seseorang yang terlalu banyak bicara atau terkesan cerewet. Namun, kini Ferry membuktikan dengan aksi nyata melalui penggalangan dana yang luar biasa. Ia juga memperlihatkan bukti bahwa ia tidak hanya sekadar berbicara, tetapi memberikan kontribusi nyata.
Silvia Tjan sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih mampu menangani banjir di Sumatera, sehingga belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional. Meski demikian, Ferry Irwandi dan beberapa pihak lainnya percaya bahwa tindakan nyata seperti penggalangan dana sangat penting untuk membantu korban bencana.
Anak kedua Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa, juga turut membela Ferry Irwandi. Ia membagikan tangkapan layar Kitabisa.com yang menunjukkan jumlah donasi yang telah terkumpul. Ia menulis, “Kemarin di aplikasi sarang monyet ada yang bilang cuma yapping, tapi udah donasi 10 M lebih.”
Status Bencana Nasional
Pemerintah saat ini masih belum menetapkan banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera menjadi status bencana nasional. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, meskipun belum ditetapkan sebagai bencana nasional, perlakuan pemerintah terhadap bencana tersebut sudah layaknya bencana nasional.
Menurut Tito, pemerintah pusat sudah turun tangan sejak hari pertama bencana terjadi. Ia menjelaskan bahwa prosedur nasional sudah diterapkan, termasuk pengiriman bantuan dari berbagai pihak seperti TNI, menteri, dan instansi terkait. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah tindakan nyata, meskipun status bencana juga penting.
Tanggapan Prabowo
Prabowo, mantan suami Titiek Soeharto, juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasil monitoring ini akan menjadi dasar apakah status bencana tersebut akan ditetapkan sebagai bencana nasional atau tidak. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengirimkan bantuan yang dibutuhkan bagi korban terdampak.
“Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan pengiriman bantuan.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












