BMKG Umumkan Peta Zona Megathrust di Indonesia, 13 Titik Berisiko Tinggi

Zona Megathrust di Indonesia: Potensi Gempa dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Indonesia dikelilingi oleh beberapa zona megathrust yang menyimpan energi besar. Zona megathrust adalah pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bawah Pulau Jawa, yang berpotensi menimbulkan aktivitas kegempaan relatif tinggi. Pertemuan lempeng tersebut berada pada suatu zona patahan yang cukup panjang, yaitu zona subduksi yang menjadi sumber gempa megathrust.

Gempa megathrust adalah gempa yang terjadi pada bidang patahan yang sangat besar di kedalaman kurang dari 50 kilometer (km). Potensi gempa megathrust di Indonesia bukan ancaman baru. Zona yang menjadi sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu, yakni saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia.

Peta Zona Gempa Megathrust di Indonesia

Berdasarkan data yang tersedia, terdapat 13 titik zona gempa megathrust di Indonesia yang berada pada enam zona subduksi aktif. Seluruh titik gempa itu tersebar dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Berikut ini daftar 13 titik peta zona megathrust di Indonesia dan potensi kekuatan gempanya:

  • Megathrust Aceh–Andaman: 9,2 M
  • Megathrust Nias–Simeulue: 8,7 M
  • Megathrust Batu: 7,8 M
  • Megathrust Mentawai–Siberut: 8,9 M
  • Megathrust Mentawai–Pagai: 8,9 M
  • Megathrust Enggano: 8,4 M
  • Megathrust Selat Sunda: 8,7 M
  • Megathrust West–Central Java: 8,7 M
  • Megathrust East Java: 8,7 M
  • Megathrust Sumba: 8,5 M
  • Megathrust North Sulawesi: 8,5 M
  • Megathrust Philippine: 8,2 M
  • Megathrust Papua: 8,7 M

Mengapa Gempa Megathrust Perlu Diwaspadai?

Menurut data BMKG, segmen megathrust di Selat Sunda terakhir kali melepaskan gempa besar pada 1757. Sementara itu, segmen Mentawai-Siberut belum aktif sejak gempa 1797. Kondisi ini disebut sebagai seismic gap, yakni wilayah yang secara geologis menyimpan potensi besar karena lama tidak melepaskan energi.

Dikhawatirkan, meski belum terjadi, potensi itu nyata sehingga patut diwaspadai. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebumian dan Geohazard (PRKG) BRIN, Purna Sulastya Putra mengatakan, guncangan gempa megathrust dapat dirasakan hampir di semua wilayah di Pulau Jawa. Aktivitas kegempaan ini juga bisa menyebabkan gelombang tsunami besar di seluruh pantai selatan Jawa.

Jejak tsunami yang terjadi di pantai selatan Banten hingga pantai selatan Pacitan membuktikan bahwa gelombang besar pernah menyapu wilayah tersebut. Peristiwa ini menunjukkan bahwa zaman dulu telah terjadi gempa dengan kekuatan besar, yaitu sekitar magnitude 9.

“Artinya, ada rupture sepanjang 800-900 km di sepanjang wilayah tersebut, dan itu yang menghasilkan gempa magnitudo 9,” kata Purna, dikutip dari sumber terkini.

Peneliti juga menemukan adanya tiga lapisan endapan paleotsunami di wilayah selatan Jawa yang menunjukkan peristiwa tsunami besar tapi berbeda. Berdasarkan radiocarbon dating, waktu kejadian tsunami besar itu diperkirakan sekitar 1.800 tahun lalu, 1.000 tahun lalu, dan 400 tahun lalu. Dengan kata lain, tiga lapisan paleotsunami tersebut menunjukkan bahwa tsunami besar terjadi dengan perulangan sekitar 800-600 tahun sekali.

Purna menghitung, jika kejadian tsunami besar terakhir adalah sekitar 400 tahun yang lalu, kemungkinan terjadi kembali adalah 200-400 tahun yang akan datang.

Mitigasi Potensi Gempa Megathrust

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa bakal terjadi. Lantaran tidak pasti, BMKG mengatakan bahwa gempa megathrust hanya menunggu waktu. Istilah itu digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan atau sejarah dan geologi yang menyatakan bahwa zona megathrust sudah lama tidak melepaskan energi.

Meski demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Untuk mengatasi potensi yang sangat mungkin terjadi, BMKG membagikan persiapan mitigas bencana yang bisa dilakukan mulai saat ini:

  • Kenali potensi gempa di lingkungan sekitar
  • Pahami langkah-langkah sebelum, saat, dan sesudah terjadi gempa bumi
  • Pelajari jalur dan rambu evakuasi, titik kumpul, serta dokumen rencana operasi kedaruratan
  • Bangun rumah sesuai standar atau tahan gempa
  • Ikuti informasi dari kanal resmi BMKG
Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *