“Ini Dia! BYD Siap Pasarkan Mobil Listrik Murah di Samsat”

"BYD Siap Menggebrak Pasar Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau di Samsat!"

dailybandung.com – JAKARTA – BYD telah mendaftarkan sebuah mobil baru di Indonesia. Mobil tersebut diduga akan menjadi model baru yang ditawarkan kepada konsumen Tanah Air. BYD berencana untuk menjual mobil listrik dengan harga terjangkau.

Kode tersebut terdaftar dalam laman Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta, dengan dua kode yang didaftarkan oleh BYD. Model tersebut terdaftar dengan kode EQ-STD-1 (4X2) AT: Rp218.000.000, dan EQ-ETD-1 (4X2) AT: Rp233.000.000. Ini menjadi mobil termurah BYD yang pernah didaftarkan di Indonesia setelah BYD Dolphin.

Namun, NJKB bukanlah harga final kendaraan bermotor. Harga tersebut hanya digunakan sebagai dasar untuk menghitung besaran pajak yang harus dibayar oleh pemilik kendaraan. Sehingga, jika dijual massal, harga on the road mobil tersebut kemungkinan akan lebih tinggi dari NJKB. Selain itu, NJKB juga diperlukan untuk pengujian kendaraan agar mendapatkan legalitas sementara untuk beroperasi di jalan Indonesia.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa BYD akan meluncurkan Seagull di Indonesia sebagai varian mobil listrik murah. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kode yang didaftarkan oleh BYD tersebut.

Sebelumnya, BYD telah menanggapi permintaan pemerintah untuk menjual mobil listrik dengan harga yang terjangkau. Namun, hal ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak agar dapat terwujud. “Siapa yang tidak ingin memiliki LCGC listrik dengan harga Rp 200 juta? Namun, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan untuk membuat harga mobil listrik menjadi lebih murah, seperti volume penjualan yang harus dicapai agar harga kendaraan menjadi lebih kompetitif,” ujar Luther Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Motor Indonesia.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *