Malaysia Berhasil Menyelamatkan Industri Otomotif dari Ancaman Tarif Impor AS

Malaysia Bangkit, Industri Otomotif Terbebas dari Ancaman Tarif Impor AS

dailybandung.com – Seperti yang telah terjadi di China dan pasar-pasar lainnya, merek-merek otomotif dari Malaysia juga ikut merasakan dampak dari perang harga yang sedang berlangsung. Hal ini dikarenakan merek-merek China yang kini mulai merambah pasar otomotif di Malaysia dengan menawarkan harga yang lebih murah dari merek-merek lokal. Meskipun hal ini memberikan keuntungan bagi konsumen, namun berdampak negatif bagi industri otomotif lokal, terutama bagi original equipment manufacturer (OEM) yang merupakan vendor lokal yang memasok komponen kendaraan.

Menurut Wakil Direktur Utama Proton, Roslan Abdullah, perang harga ini tidak hanya berdampak pada OEM dan pabrik manufaktur di Malaysia, tetapi juga memengaruhi vendor dan distributor lokal. Hal ini menyebabkan penimbunan kendaraan baru oleh konsumen yang tertarik dengan harga yang lebih murah, sementara beberapa konsumen lainnya menunggu dan melihat perkembangan harga yang kemungkinan akan terus turun.

Roslan juga menambahkan bahwa perang harga merek China juga berdampak pada harga jual kembali kendaraan di pasar mobil bekas. Hal ini disebabkan oleh adanya diskon besar-besaran pada harga mobil baru, yang membuat harga mobil bekas juga turun drastis. Contohnya, jika sebuah kendaraan awalnya dibeli dengan harga RM100.000 dan kemudian dijual dengan diskon RM80.000, hal ini akan berdampak pada penyusutan nilai kendaraan dan juga pasar tukar tambah.

Namun, Roslan juga menyadari bahwa OEM lokal tidak dapat bersaing dalam perang harga dengan merek China, karena biaya operasional yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Proton lebih memilih untuk menawarkan diskon dan promosi, seperti potongan harga tunai dan paket aksesori, sebagai cara untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Roslan juga menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang, terutama bagi vendor-vendor kecil yang bergantung pada satu merek. Ia juga menyarankan agar pemerintah Malaysia harus memeriksa situasi ini dan memastikan bahwa merek-merek lokal yang dirakit secara lokal juga tetap kompetitif dalam pasar otomotif.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *