Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Dihadiri Ratusan Undangan
Pelaksanaan puncak rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 bagi umat Hindu Nusantara akan ditandai dengan pelaksanaan Dharma Santi Nasional 2026. Acara ini mengusung spirit persatuan, kebersamaan dan gotong royong, dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”. Acara digelar di Ardha Chandra, Art Center Bali, Jumat (17/4).
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali sekaligus Wakil Ketua Panitia Dharma Shanti Nyepi Nasional, I Nyoman Kenak menyebut, undangan telah mulai disebar baik untuk tokoh nasional maupun tokoh di Bali termasuk dari unsur pemerintahan. Kenak menyebut, untuk undangan dalam kegiatan ini kurang lebih 5.000 orang.
Sementara untuk kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Kenak menyebut diwakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. “Untuk Presiden akan diwakili oleh Menko PMK. Beliau dipastikan hadir,” kata Kenak, Kamis (16/4).
Undangan lain yang dipastikan hadir yakni Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, DPR RI, DPD RI, Dirjen Bimas Hindu, Pejabat Eselon 1 dan 2 Pusat beragama Hindu, Direksi BUMN yg beragama Hindu.
Selain itu, mantan Ketua Umum PHDI Pusat, Tokoh Hindu Nasional, Ormas Hindu Tingkat Nasional, Sabha Pandita dan Sabha Walaka, DPRD se-Bali, Kepala Daerah se-Bali, puri se-Bali, sulinggih se-Bali, hingga kelompok masyarakat seperti Pasek, Pande, Ida Bagus, dan lainnya.
Beragam Acara Memeriahkan Dharma Santi Nasional
Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya didampingi Ketua Panitia Pelaksana Dharma Santi Nasional, Marsda TNI (Purn) I Made Susila dalam keterangannya mengatakan acara ini digelar pukul 16.00 WITA – selesai.
Beragam acara memeriahkan Dharma Santi Nasional ini. Tenaya menjelaskan, tema besar yang diangkat menegaskan filosofi universal. “Filosofi bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar yang hidup dalam satu bumi yang sama,” tegasnya.
Nilai ini menjadi relevan dalam konteks kebangsaan Indonesia yang majemuk, sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama ujarnya lebih jauh.
“Pesan utama yang digaungkan dalam acara ini, adalah bersatu dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam, bahwa kita semua adalah satu keluarga besar,” tegas tokoh yang juga Sekretaris BPIP ini.
Tenaya menjelaskan, spirit Vasuhaiva Kutumbhakam salah satunya menjelma dalam pelibatan seluruh elemen masyarakat Hindu se Indonesia dalam seluruh rangkaian kegiatan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 secara nasional.
Ajakan untuk Hadir dan Bersinergi
Ketua Panitia pelaksana Dharma Santi Nasional, Marsda TNI (Purn) I Made Susila mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, bersinergi, dan mengambil bagian dalam momentum kebersamaan lewat acara ini.
“Momentum rangkaian akhir pelaksanaan Nyepi ini sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu kami mengajak seluruh umat untuk turut hadir dan bersinergi serta saling mengisi di momen bahagia ini,” tegasnya.
Acara Dharma Santi Nasional ini turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan kesenian. Mulai dari bondres, grup musik, hingga sendratari kolosal.
Tujuan Acara yang Lebih Dalam
Dharma Santi Nasional diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan harmonis.












