Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XXIV PTFI 2026-2028
Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, bersama tiga Ketua Serikat Pekerja/Buruh PTFI menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XXIV periode 2026-2028 di Jakarta, Jumat (10/4/2026). Prosesi penandatanganan ini dilakukan dalam suasana yang penuh harapan dan optimisme untuk masa depan hubungan industri yang harmonis antara perusahaan dan pekerja.
Para ketua serikat tersebut adalah Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yudha Noya, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Makmesser Kafiar, serta Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) Virgo Solossa. Penandatanganan PKB ini disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang menyampaikan harapan bahwa PKB akan menjadi landasan kokoh dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.
Harapan dari Menteri Ketenagakerjaan
Yassierli mengatakan bahwa PKB merupakan momentum penting bagi dua komponen utama perusahaan, yaitu manajemen dan serikat pekerja/buruh sebagai perwakilan pekerja, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun agenda bersama. Ia menilai bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah, sehingga diperlukan kerja sama yang solid antara semua pihak.
Kemnaker juga memiliki perhatian tinggi terhadap proses perumusan hingga penandatanganan PKB. Pihaknya turut mengawal proses tersebut melalui mediator hubungan industrial yang siap turun apabila terjadi kendala dalam perundingan. Yassierli juga menyampaikan syukur dan doanya kepada PTFI, pekerja, serta masyarakat Papua, dengan harapan agar PTFI terus berkembang dan pekerja serta rakyat Papua sejahtera.
Proses Panjang Kesepakatan
Presdir PTFI Tony Wenas mengapresiasi tiga serikat pekerja/buruh yang telah menyelesaikan proses verifikasi, penyusunan tata tertib, hingga mencapai kesepakatan. Proses perundingan berlangsung selama 18 hari sejak 23 Februari 2026, dan hasilnya dituangkan dalam PKB yang ke-24.
“PKB yang kami tandatangani ini yang ke-24. Jadi sudah 48 tahun kami ada PKB, mungkin yang terlama di Indonesia,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa poin-poin penting kesepakatan meliputi kenaikan upah serta peningkatan sejumlah tunjangan, seperti tunjangan akomodasi di luar fasilitas perusahaan, tunjangan pekerja tambang bawah tanah, tunjangan pendidikan sekolah, serta tunjangan hari tua dan lainnya. Komitmen utama adalah terus mengutamakan keselamatan kerja.
Struktur Tim Perunding
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan pengesahan tata tertib sebagai landasan bersama dalam menjalankan proses dialog. Komposisi tim perunding terdiri dari:
- Tim Perunding Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Pengusaha sebanyak delapan orang
- Tim Perunding PKB Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) berjumlah sembilan orang
- Tim Perumus Pedoman Hubungan Industrial (PHI) Pengusaha dan Tim Perumus PHI SP/SB masing-masing sembilan orang
PKB merupakan instrumen penting dalam memberikan perlindungan kerja, kepastian hak, serta wujud komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja. Proses pembaruan PKB diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka, konstruktif, dan berlandaskan saling menghormati guna menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Apresiasi dan Komitmen
Tony Wenas menyampaikan terima kasih atas dukungan dan peran aktif pemerintah pusat melalui Kemnaker dan pemerintah daerah melalui dinas ketenagakerjaan di tingkat provinsi maupun kabupaten, serta pimpinan pusat SPSI dan SBSI, yang telah mendukung proses dialog dan tercapainya kesepakatan PKB ini.
Ia juga menegaskan bahwa bagi manajemen PTFI, serikat pekerja/buruh tidak sekadar dipandang sebagai mitra kerja, tetapi bagian dari keluarga besar perusahaan yang saling mendukung dan melindungi dalam perjalanan bersama PTFI. Kesepakatan ini menjadi fondasi penting mencapai tujuan bersama, yaitu memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan karyawan, keluarga, dan masyarakat.
Harapan dari Ketua Tim Perunding
Ketua Tim Perunding Serikat/Serikat Buruh Yudha Noya berharap, disahkannya PKB ini, seluruh pekerja dapat merasakan suasana kerja yang makin aman dan nyaman. Selain itu, keluarga besar PTFI semakin sejahtera dalam naungan perusahaan yang terus maju dan berkembang.
“PKB-PHI PTFI bukan sekadar seremonial penandatanganan dokumen. Ini merupakan bukti nyata bahwa kemitraan dan musyawarah mufakat telah benar-benar terwujud,” kata Yudha Noya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












