Hubungan Tidak Akur, Wabup Ahmad Baharuddin Bongkar Aib Bupati Tulungagung, Dugaan Nepotisme

Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK, Hubungan dengan Wakil Bupati Tidak Harmonis

Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ketika Bupati setempat, Gatut Sunu Wibowo, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026). Penindakan ini langsung menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang kepala daerah yang masih aktif menjabat.

Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, KPK juga mengamankan 12 pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan lembaga antirasuah dalam mengusut dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkup pemerintahan daerah tersebut.

Perkembangan terbaru, KPK resmi menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030, Gatut Sunu Wibowo (GSW), sebagai tersangka. Status hukum itu juga turut disematkan kepada ajudannya, Dwi Yoga Ambal (YOG), yang diduga terlibat dalam perkara yang sama. Penetapan ini semakin memperjelas arah penyidikan yang tengah dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Keduanya disebut berada dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana korupsi yang mencoreng tata kelola pemerintahan daerah. Kasus ini berkaitan dengan praktik pemerasan serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur. Kini, publik menantikan langkah lanjutan dari KPK dalam mengungkap secara menyeluruh kasus yang tengah menjadi perhatian luas ini.

Wakil Bupati Tulungagung Tidak Berkomentar

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin sempat ditemui wartawan dan dimintai tanggapan terkait OTT KPK yang menyeret Bupati Gatut Sunu. Ini terlihat dalam unggahan akun @kacamata_tulungagung, Sabtu (11/4/2026). Namun Ahmad tampak memilih tidak mau berkomentar apapaun terkait OTT KPK tersebut.

Dia terlihat memasang gestur mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum ke arah kamera usai mendengar pertanyaan soal OTT KPK Gatut Sunu. Kemudian sambil tersenyum dia berjalan pergi menjauh sambil menepuk bahu si perekam video.

Hubungan Memanas Sejak Awal Jabatan

Sebelum terjaring OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo rupanya pernah dikritik oleh wakilnya sendiri. Yaitu oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Ahmad sempat mengkritik kepemimpinan Gatut Sunu pada akhir tahun 2025 lalu.

Di antaranya bahkan Ahmad menyebut terkait dugaan nepotisme yang diduga dilakukan Gatut Sunu di lingkungan Pemkab Tulungagung. Ini menunjukan kesan bahwa saat itu hubungan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tidak harmonis.

Aib Gatut Sunu Sempat Dibongkar Ahmad Baharudin

Hubungan Gatut Sunu dan Ahmad Baharudin sempat diisukan tidak harmonis sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung. Gatut Sunu dan Ahmad Baharudin diketahui merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang diusung Partai Gerindra, Golkar, dan PKS pada Pilkada 2024 lalu. Mereka berhasil meraih 297.882 suara atau 50,72 persen yang membuat mereka terpilih memimpin Kabupaten Tulungagung periode 2025 – 2030 dan resmi menjadi kepala daerah sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Namun seiring perjalanannya menjadi kepala daerah di Tulungagung, keduanya malah terkesan tak harmonis. Dikutip dari Tribun Jatim pemberitaan 7 Januari 2026 lalu, Ahmad Baharudin pernah blak-blakan membuka aib Gatut Sunu. Di antaranya bahkan terkait adanya dugaan nepotisme yang diduga dilakukan Bupati Tulungagung Gatut Sunu.

Dikutip dari Triibun Jatim, dalam video wawancara yang dibuatnya, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan. Ahmad juga menyinggung dugaan nepotisme dalam penempatan personel. Ahmad juga menyebut bupati yang disebut arogan, semua disuruh untuk mengikuti apa yang diputuskan tanpa diskusi.

Selain itu, Gatut Sunu disebut Ahmad memberlakukan satu pintu dan tidak membagi kewenangan. Padahal seharusnya ada ruang diskusi antara bupati dan wakil bupati sebelum membuat keputusan.

“Saya tidak minta kewenangan, tidak minta ikut menata jabatan, saya hanya ingin bisa memberi masukan,” kata Ahmad Baharudin kala itu.

Saat itu, Bupati Gatut Sunu Wibowo sempat merespons kritikan Wakilnya, dia mengaku menghormati semua pendapat Ahmad Baharudin.

“Tidak apa-apa, kami menghargai saja. Kami sabar, tidak apa-apa,” kata Gatut.

Namun terkait tudingan nepotisme, menurutnya tudingan itu dia anggap hanya asumsi semata.

“Itu kan Pak Wabup. Sebagai kepala daerah saya menghormati pendapat wakil bupati,” kata Gatut.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *