Dubes Palestina Abdulfattah AK Al-Sattari Mengunjungi Rumah Duka Kapten Zulmi

Kunjungan Duta Besar Palestina ke Rumah Duka Kapten Zulmi Aditya Iskandar

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah AK Al-Sattari, melakukan kunjungan ke rumah duka Kapten Zulmi Aditya Iskandar, seorang prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas kematian almarhum dan menunjukkan solidaritas antara Palestina dan Indonesia.

Kapten Zulmi Aditya Iskandar adalah salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Rombongan Kedutaan Besar Palestina yang dipimpin oleh Abdulfattah AK Al-Sattari mengunjungi rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (2/4/2026).

Peran Duta Besar Palestina dalam Hubungan Bilateral

Abdulfattah AK Al-Sattari menyampaikan belasungkawa atas nama negara, rakyat, serta Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Ia menekankan bahwa keluarga almarhum merupakan bagian dari keluarga Palestina. “Atas nama Negara Palestina dan atas nama rakyat Palestina kami hadir menyampaikan belasungkawa pada kekuarga almarhum, karena keluarga almarhum merupakan bagian dari keluarga kami,” ujar Abdulfattah usai takziyah.

Sebagai Dubes Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah AK Al-Sattari memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Ia juga aktif dalam diplomasi internasional, termasuk menyampaikan dukungan dan solidaritas atas nama Presiden Mahmoud Abbas.

Latar Belakang Duta Besar Palestina

Tidak banyak informasi yang tersedia tentang Abdulfattah AK Al-Sattari. Diketahui bahwa ia resmi menjabat sebagai Duta Besar Palestina untuk Indonesia menggantikan Zuhair Al-Shun pada Januari 2026. Dia mencatat sejarah sebagai dubes pertama Palestina untuk Indonesia yang berasal dari Gaza.

Al-Sattari memiliki kedekatan emosional dengan situasi lapangan di Gaza dan sering terlibat dalam berbagai forum untuk menyuarakan hak-hak warga Palestina. Selain itu, ia juga mengapresiasi bantuan kemanusiaan dari Indonesia.

Tindakan Palestina Pasca-Kekhilangan Kapten Zulmi

Pihak Palestina mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia. Mereka menuntut pihak yang disebut sebagai ‘penjajah Israel’ bertanggung jawab atas meninggalnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian.

“Para korban yang gugur merupakan tiga pahlawan mulia, yang menjadi kebanggaan Palestina dan seluruh masyarakat merdeka di dunia,” ucap Abdulfattah.

Sebagai bentuk penghormatan, masjid-masjid di Palestina akan melaksanakan Shalat Ghaib untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan saat menjalankan tugas mengawal konvoi UNIFIL.

“Besok di masjid-masjid Palestina, termasuk Masjid Al-Aqsa akan dilaksanakan shalat gaib. Tentunya bangsa Indonesia tahu penderitaan yang kami alami di Palestina, Insyaallah Palestina akan merdeka,” tutur Abdulfattah.

Informasi Terkini tentang Pemakaman

Jenazah para ksatria penjaga perdamaian tersebut direncanakan akan bertolak dari Lebanon menuju Tanah Air pada akhir pekan ini. Salah satu prajurit yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, perwira pertama TNI asal Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa jadwal pemberangkatan jenazah dari wilayah konflik tersebut diperkirakan dilakukan pada Jumat (3/4/2026) atau Sabtu (4/4/2026). “Pemberangkatan kemungkinan kalau enggak hari Jumat, akan dilaksanakan hari Sabtu,” kata Rico di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Kejadian Ledakan Saat Pengawalan Konvoi Logistik

Insiden memilukan yang merenggut nyawa Kapten Zulmi terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Peristiwa bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT sedang melaksanakan misi pengawalan logistik milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol.

Selain mengawal logistik, tim ini juga tengah dalam misi menjemput jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI lainnya yang telah gugur sehari sebelumnya akibat serangan artileri. Saat rangkaian konvoi yang terdiri dari dua kendaraan TNI dan enam kendaraan logistik itu melintas di wilayah Bani Hayyan, sebuah ledakan hebat tiba-tiba menghantam kendaraan pertama yang ditumpangi Kapten Zulmi.

Akibat ledakan tersebut, Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan gugur di lokasi kejadian. Sementara itu, beberapa personel lainnya, termasuk Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, mengalami luka-luka.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *