Pengabdian Tanpa Batas: Cerita Suwarno, Petugas Perlengkapan Pimpinan Terlama di Pendopo Bondowoso
Suwarno telah menjalani tugasnya sebagai petugas perlengkapan pimpinan di Pendopo Kabupaten Bondowoso selama 31 tahun. Dari awal kariernya hingga saat ini, ia telah melayani lima bupati yang berbeda. Tidak hanya itu, ia juga menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman unik selama bertahun-tahun bekerja di lingkungan pemerintahan daerah.
Perjalanan Karier yang Menginspirasi
Perjalanan karier Suwarno dimulai pada tahun 1990 ketika ia masih berstatus sebagai tenaga sukwan di Bagian Umum Pemkab Bondowoso. Awalnya, ia tidak langsung ditempatkan di pendopo, melainkan menjadi bagian dari tim perlengkapan yang berkantor di Gedung Olahraga (Gelora). Perubahan terjadi ketika pemerintah daerah melakukan penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), sehingga pengelolaan Gelora dialihkan ke Dinas Pariwisata dan Olahraga. Dari situlah Suwarno dipindahkan untuk membantu operasional di Pendopo Bupati.
“Masuk pendopo sekitar tahun 1995,” kenangnya saat dikonfirmasi.
Melayani Lima Bupati dengan Dedikasi Tinggi
Sejak pertama kali bertugas di pendopo, Suwarno langsung melayani Bupati Bondowoso saat itu, Agus Sarosa. Ia mendampingi hampir selama dua periode kepemimpinan. Pengabdiannya kemudian berlanjut di masa kepemimpinan Bupati Mashoed, Bupati Amin Said Husni, Bupati Salwa Arifin, hingga saat ini Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.
Pada awalnya, tugas Suwarno hanya sebagai pengemudi pikap untuk kebutuhan operasional. Seiring waktu, tanggung jawabnya bertambah hingga kini mengurus berbagai kebutuhan kegiatan pimpinan di pendopo.
“Awalnya saya driver pikap, sekarang diberi tanggung jawab untuk semua kegiatan di pendopo,” ujar pria kelahiran 25 November 1969 tersebut.
Belajar Disiplin dari Para Pemimpin
Selama lebih dari tiga dekade bertugas, Suwarno menyaksikan langsung gaya kepemimpinan yang berbeda dari setiap bupati. Salah satu sosok yang paling membekas baginya adalah Agus Sarosa, yang dikenal sangat disiplin. Menurut Suwarno, sikap disiplin tersebut turut membentuk karakter dirinya dan rekan-rekan kerja saat itu.
“Beliau sangat disiplin, sehingga karakter saya pun ikut terbentuk,” ungkap Suwarno yang kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1997.
Meski memiliki kedekatan dengan pimpinan daerah, Suwarno mengaku tidak pernah memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi. Ia menilai integritas adalah hal utama yang harus dijaga selama bertugas. Karena itu, selama bertahun-tahun bekerja di pendopo, ia tidak pernah meminta bantuan khusus ataupun mengajukan pindah tempat tugas.
“Saya tidak mau dipindah, di sini saja mengabdi sampai menunggu purna tugas pada 2027 nanti,” ujarnya.
Tradisi dan Pengalaman Unik di Pendopo
Puluhan tahun bekerja membuat Suwarno sangat mengenal setiap sudut Pendopo Bondowoso. Ia juga kerap menjadi rujukan tamu yang ingin mengetahui berbagai cerita mengenai tempat tersebut. Salah satunya tentang tradisi yang biasanya dilakukan sebelum bupati baru menempati pendopo. Dalam beberapa periode, tradisi tersebut berupa pembacaan Sholawat Burdah hingga pengajian selama 41 hari.
“Saya tidak tahu filosofi mendalamnya, tapi kami menyiapkan semua kebutuhan doa tersebut,” jelasnya.
Kesempatan Bertemu Presiden
Pengalamannya bekerja di pendopo juga memberinya kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia tanpa harus berdesak-desakan dengan tamu lain. Ia pernah menyiapkan kebutuhan kamar di pendopo saat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Bondowoso.
Meski menjadi pengalaman yang membanggakan, Suwarno mengaku sempat diliputi rasa khawatir sepanjang malam. “Takut ada yang kurang,” kenangnya sambil tersenyum, mengaku saat itu tidak sempat berfoto dengan presiden.
Konsekuensi dan Dukungan Keluarga
Di balik pengabdiannya, Suwarno juga mengakui ada konsekuensi yang harus dijalani, yaitu berkurangnya waktu bersama keluarga. Tidak jarang ia harus bertugas mendadak bahkan pada malam hari. Meski demikian, istri dan kedua anaknya selalu memberikan dukungan penuh.
Dua tahun lagi, tepatnya pada 2027, Suwarno akan memasuki masa purna tugas. Baginya, melayani para pemimpin daerah adalah cara sederhana namun nyata untuk ikut berkontribusi membangun Bondowoso.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












