Benarkah Dokter Tifa Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi? Andi Azwan Sebut Mirip dengan Rismon

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Mengungkap Kepastian Restorative Justice untuk Tersangka Ijazah

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, menyampaikan informasi terkini mengenai kemungkinan pengajuan restorative justice (RJ) oleh dokter Tifa atas kasus ijazah Presiden Joko Widodo. Hal ini diungkapkan setelah dokter Tifa dikabarkan menghilang dari media sosial dan tidak lagi muncul dalam berbagai wadah publik.

Sebelumnya, Rismon Sianipar telah mengajukan RJ kepada Jokowi atas tuduhan ijazah yang disebut palsu. Setelah mengajukan RJ, Rismon juga menghilang dari media dan tidak lagi tampil di berbagai acara. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa dokter Tifa juga menghilang setelah mengajukan RJ.

Menurut Andi Azwan, dokter Tifa akan mengikuti langkah serupa dengan Rismon. Ia mengatakan bahwa sejak Rismon mengajukan RJ, dokter Tifa justru menghilang dari medsos dan media mainstream. Bahkan, dalam acara Catatan Demokrasi, pembicara yang seharusnya adalah dokter Tifa diganti oleh penasihat hukumnya, Bang Petrus Selestinus.

Andi juga menyebutkan bahwa Rismon pernah melakukan hal yang sama sebelum mengajukan RJ. Ia tidak mau tampil di televisi atau podcast dan menghilang dari media. Menurut Andi, dokter Tifa kini sedang berkontemplasi dan mungkin akan mengambil langkah yang sama.

Selain itu, Andi mengungkap bahwa ada pihak yang menghubunginya untuk meminta RJ, tetapi ia tidak menyebutkan identitas orang tersebut. Ia mengatakan belum yakin apakah permintaan tersebut benar-benar serius atau hanya cobaan.

Jika dokter Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka dia akan bebas dari status tersangka karena sebelumnya tidak pernah terlibat kasus hukum lain. Nasib dokter Tifa akan mirip dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang telah bebas setelah mengajukan RJ.

Namun, Andi menegaskan bahwa Rismon masih akan menghadapi kasus lain meskipun RJ-nya diterima. Kasus tersebut terkait laporan ijazah S1 dan S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang dituding palsu.

Alasan Jokowi Memberikan Restorative Justice kecuali Roy Suryo

Kasus ijazah Jokowi masih terus berkepanjangan hingga saat ini. Orang yang paling keras menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu adalah Roy Suryo dan dokter Tifa. Namun, Rismon Sianipar kini telah berpindah haluan dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

Kini, Roy Suryo dan dokter Tifa telah ditetapkan sebagai tersangka termasuk Rismon Sianipar. Tetapi, Rismon telah mengajukan RJ dan diterima. Terbaru, Jokowi disebut akan memberikan RJ kepada tersangka kasus ijazah kecuali Roy Suryo.

Andi Azwan menyampaikan bahwa alasan Jokowi tidak memberikan RJ kepada Roy Suryo adalah karena Roy merupakan residivis. Dalam kasus ijazah ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka yang dibagi menjadi dua klaster.

Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya mengajukan RJ.

Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma yang juga dikenal sebagai dr Tifa. Rismon kini telah mengajukan RJ atas kasus ijazah ini, setelah meminta maaf kepada Jokowi dan mengakui bahwa ijazah Jokowi asli.

Andi menjelaskan bahwa Jokowi bersedia memberikan RJ kepada para tersangka kasus ijazah, kecuali Roy Suryo. Alasannya karena Roy pernah terjerat kasus pidana pada tahun 2022 lalu, yakni kasus unggahan meme stupa Borobudur yang diedit menyerupai Jokowi.

Untuk tersangka Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa, Andi mengatakan masih ada kesempatan mengajukan RJ. Dia tidak memiliki catatan hukuman, sehingga bisa mendapatkan RJ. Namun, jika klaster pertama, termasuk dr Tifa, tetap ingin kasus ini berlanjut, pihaknya tidak masalah.

Meski Jokowi memberikan maaf, Andi menegaskan bahwa ayah kandung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tetap membutuhkan pembuktian bahwa ijazahnya asli. Jokowi membutuhkan ruang publik, yaitu pengadilan, untuk membuktikan ijazahnya asli, agar tidak ada lagi yang menggugat beliau ke depan.




Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *