Ayep Zaki Dihujani Aplaus Warga Muhammadiyah Saat Beri Sambutan

Sosok Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi yang Disoraki Warga Muhammadiyah

Ayep Zaki, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi, menjadi sorotan setelah disoraki oleh warga Muhammadiyah saat memberikan sambutan pada pelaksanaan sholat ied hari ini Jumat (20/3/2026). Peristiwa ini terjadi saat ia sedang berada di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jawa Barat.

Penyebab penolakan tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah kota yang sebelumnya tidak memberikan izin kepada warga Muhammadiyah untuk melaksanakan sholat ied di Lapangan Merdeka. Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi telah mengajukan permohonan penggunaan lapangan tersebut, namun permohonan tersebut ditolak.

Latar Belakang Ayep Zaki

H. Ayep Zaki, S.E., M.M. lahir pada 10 Desember 1965. Ia adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang berasal dari Bogor. Ayep Zaki lahir dari pasangan H. Hulaimi Khamami dan Hj. Ii Sholihat. Ia lulus dari Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karier Ayep Zaki dimulai di bidang manufaktur dengan mendirikan PT Alpindo, sebuah pabrik baja di Sukabumi. Selain itu, ia aktif dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendirikan koperasi dan yayasan untuk pemberdayaan masyarakat.

Dalam dunia politik, Ayep Zaki bergabung dengan Partai NasDem dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Pada tahun 2025, ia terpilih sebagai Wali Kota Sukabumi bersama Bobby Maulana sebagai Wakil Wali Kota. Ayep Zaki juga pernah menerima penghargaan Upakarti dari Presiden RI pada tahun 1997 atas kontribusinya dalam pengembangan industri kecil.

Penyebab Tindakan Warga Muhammadiyah

Peristiwa disorakinya Ayep Zaki terjadi karena ketidakpuasan warga Muhammadiyah terhadap kebijakan pemerintah kota. Meskipun PDM Kota Sukabumi telah mengajukan permohonan penggunaan Lapangan Merdeka, izin tersebut tidak diberikan. Akibatnya, pelaksanaan sholat ied dialihkan ke Kampus UMMI.

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi, Rozak Daud, menyatakan bahwa ucapan Ayep Zaki selama debat Pilkada bertentangan dengan tindakan nyata yang dilakukannya. “Ucapan dalam pidato dihadapan warga Muhammadiyah sama dengan ucapannya di debat Pilkada saat mencalonkan, bahwa akan mendukung semua kegiatan keagamaan karena perbedaan,” ujar Rozak.

Respons Ayep Zaki

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat Kota Sukabumi. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi mengikuti keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Namun, Ayep menegaskan bahwa pihaknya tetap mempersilakan warga yang telah lebih dulu merayakan Idulfitri. “Adapun bagi yang hari ini melaksanakan Idul Fitri, saya selaku Pemerintah Kota Sukabumi sangat mendukung dan mempersilakan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Sukabumi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang diambil pemerintah kota. “Mohon maaf apabila kebijakan Wali Kota, saya, Ayep Zaki, kurang berkenan. Sekali lagi mohon maaf dan saya selaku Wali Kota senantiasa akan merangkul seluruh komponen warga Kota Sukabumi,” ucapnya.

Ayep menambahkan, ke depan pihaknya akan membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik. “Insyaallah ke depannya kita akan berdialog bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” katanya.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *