Pengoperasian lampu navigasi dan sensor monitoring Jembatan Mahakam, lalu lintas kapal diawasi ketat

Peningkatan Keselamatan Pelayaran di Sungai Mahakam

Keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam kini menjadi fokus utama PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM). Perusahaan tersebut memperkuat sistem keamanan navigasi di bawah kolong Jembatan Mahakam dengan memasang berbagai fasilitas keselamatan terbaru yang berbasis teknologi modern. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko insiden kapal menabrak pilar jembatan serta membantu para nakhoda dalam melakukan olah gerak kapal, khususnya ketika jarak pandang terbatas atau kondisi arus sungai cukup kuat.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menjelaskan bahwa salah satu perangkat utama yang dipasang adalah Port Entry Light (PEL). “Salah satu perangkat utama yang dipasang adalah Port Entry Light. Alat ini merupakan sistem suar navigasi yang berfungsi memandu kapal saat akan melintasi kolong jembatan,” ujar Edward, Sabtu (7/3/2026).

Port Entry Light merupakan sistem lampu navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi menandai jalur aman bagi kapal yang melintas di bawah jembatan. Perangkat ini membantu menentukan arah navigasi kapal, menandai batas alur pelayaran, serta memastikan kapal tetap berada di jalur yang aman ketika melintas di ruang terbatas. Teknologi tersebut sebenarnya telah banyak digunakan di berbagai pelabuhan internasional yang memiliki tingkat lalu lintas kapal tinggi atau alur pelayaran yang sempit.

Menurut Edward, pemasangan perangkat ini telah dimulai sejak September 2024 sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelayanan pemanduan kapal di Sungai Mahakam. “Karakteristik pelayanan pemanduan di Sungai Mahakam memang cukup menantang. Dengan adanya Port Entry Light, kami ingin mempermudah nakhoda dan perwira pandu memastikan posisi kapal tetap berada di jalur yang benar,” jelasnya.

Sensor Real-Time Pantau Kondisi Sungai

Selain memasang lampu navigasi, SPJM juga menambahkan sistem sensor monitoring modern di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu. Sistem sensor tersebut mulai dipasang pada Januari 2026 dan bekerja secara real-time dengan pembaruan data setiap satu menit. Sensor tersebut mampu memantau berbagai parameter penting yang berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran.

Beberapa data yang dipantau antara lain kecepatan arus sungai yang memberikan informasi kondisi arus terkini kepada nakhoda kapal. Selain itu, sensor juga mengukur jarak clearance, yaitu jarak antara permukaan air dengan struktur bawah jembatan. Informasi ini sangat penting agar kapal tidak tersangkut ketika melintas di bawah jembatan.

Deteksi Ketinggian Muatan Kapal

SPJM juga memasang teknologi laser range finder di Stasiun Pandu yang berada dekat Jembatan Mahulu. Alat ini digunakan untuk mendeteksi ketinggian muatan kapal yang melintas di alur Sungai Mahakam. Melalui teknologi tersebut, petugas dapat memastikan apakah tinggi muatan kapal masih berada dalam batas aman saat melintas di bawah jembatan.

Seluruh data yang dihasilkan oleh sistem sensor ini terhubung dengan dashboard monitoring berbasis web yang dapat dipantau oleh petugas pemanduan secara langsung. Jika terdeteksi kapal dengan muatan melebihi batas regulasi, sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi peringatan atau alert kepada petugas.

Manfaat Teknologi Navigasi Modern

Menurut Edward, penggunaan teknologi navigasi modern tersebut diharapkan dapat meningkatkan situational awareness atau kesadaran situasional bagi perwira pandu dan nakhoda kapal. Dengan informasi yang lebih akurat dan real-time, proses navigasi kapal di area sempit seperti kolong jembatan dapat dilakukan dengan lebih aman dan tertib.

“Sensor ini sangat membantu perwira pandu dan nakhoda untuk mendapatkan kesadaran situasional yang tinggi. Tujuannya agar navigasi di ruang terbatas bawah jembatan berlangsung selamat, tertib, dan lancar,” pungkasnya.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *