365 Hari, Dedy-Ronny Bangun Kota Bengkulu dengan Komunikasi Publik

Perjalanan Satu Tahun Kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing

Satu tahun lalu, harapan itu tumbuh di setiap sudut Kota Bengkulu. Di pasar-pasar yang mulai ramai sejak fajar, di sekolah-sekolah tempat anak-anak menata mimpi, di rumah-rumah sederhana yang menyimpan doa-doa panjang.

Tanggal 20 Februari 2025, masyarakat menitipkan harapan besar kepada pasangan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing. Bukan sekadar jabatan, tetapi amanah. Bukan sekadar program, tetapi pengabdian.

Tulisan ini mencoba melihat komunikasi publik yang dilakukan Dedy Wahyudi-Ronny PL Tobing selama 365 hari atau satu tahun kepemimpinan. Program pemerintah berjalan sukses tentu tak terlepas dari komunikasi publik yang baik. Komunikasi yang memiliki empati dan kesediaan untuk mendengarkan dan memahami dalam perspektif publik.

Banyak dinamika yang terjadi dalam satu tahun kepemimpinan Dedy Wahyudi-Ronny PL Tobing, beberapa di antaranya bahkan mendapat kritik keras, sebut saja pro kontra dalam penataan pasar, persoalan sampah yang berujung pembuangan sampah dari TPA oleh driver mobil sampah di halaman Kantor Walikota, hingga efisiensi anggaran yang menerpa Kepala Daerah dan jajarannya.

Saya mengamati, ini ujian yang berat bagi Dedy Wahyudi-Ronny PL Tobing pada tahun pertama memimpin Kota Bengkulu. Seberat-beratnya ujian itu, akhirnya Dedy-Ronny telah melewati 365 hari kepemimpinannya.

Komunikasi Publik yang Responsif

Keberhasilan satu tahun ini adalah bentuk komunikasi publik yang baik dilakukan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing. Saat diterpa krisis kepercayaan publik, Dedy Wahyudi tidak tinggal diam.

Saat kritik para driver sampah viral, Dedy Wahyudi memahami amarah yang dialami para driver mobil sampah. Tak ingin berlarut, Dedy Wahyudi justru mengundang para driver itu duduk dan makan bersama di Gedung Merah Putih, tempat yang selama ini tak pernah dibayangkan oleh para driver bisa makan dan diskusi bersama Walikota.

Apa yang dilakukan Dedy Wahyudi adalah bentuk keseriusan bahwa warga biasa juga layak untuk duduk berdiskusi bersama pemerintah. Dedy Wahyudi mendengar apa yang menjadi keluh kesah, hingga menerangkan apa yang sudah dianggarkan dalam APBD 2026 berkaitan dengan permasalahan di TPA.

Tak hanya itu, Dedy Wahyudi bahkan makan bersama para driver mobil sampah. Dedy Wahyudi merangkul tangan-tangan yang biasa kotor karena mengangkut sampah rumah tangga. Berjabat tangan, menandakan bahwa konflik publik dengan pemerintah juga bisa membawa hal positif bagi keduanya.

Pro kontra dalam penataan pasar di Kota Bengkulu juga menjadi ujian dalam satu tahun perjalanan kepemimpinan Dedy Wahyudi-Ronny PL Tobing. Dedy Wahyudi nampaknya tegas betul bahwa agar perekonomian di pasar lebih baik maka semua pedagang harus berjualan di dalam pasar. Tak ada lagi yang boleh berjualan di pinggir jalan apalagi di atas trotoar.

Meski sempat menimbulkan gejolak saat penataan pasar. Dedy Wahyudi tetap tak ingin ada sebutir tomat pedagang yang pecah akibat penataan pasar. Dedy Wahyudi membangun komunikasi persuasif. Melalui jajaran teknisnya, pedagang diberi peringatan bahwa yang melanggar aturan, wajib pindah ke dalam pasar. Tak ada toleransi. Komunikasinya tegas.

Begitu juga dalam pembangunan infrastruktur. Berkat komunikasi publik yang baik, Dedy Wahyudi berhasil mewujudkan apa yang menjadi harapan warganya. Jalan rusak diperbaiki, drainase dan jembatan diperbaiki. Belungguk Point dibangun, taman-taman dipercantik, Pasar Barukoto direnovasi, dan masih banyak lagi.

Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Publik

Pasangan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing mampu membangun komunikasi publik yang baik. Dalam satu tahun ini, melalui media komunikasi publik yang strategis, pasangan ini memanfaatkan media sosial.

Menariknya, akun media sosial Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing bukanlah akun yang dikendalikan oleh ajudan atau staf admin seperti kebanyakan pejabat publik lainnya. Melainkan akun yang dipegang langsung oleh Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing. Hal ini menandakan bahwa pasangan ini ingin terlibat langsung atas isu-isu apa yang berkembang di Kota Bengkulu dan merespons cepat apa yang menjadi respon publik atas semua kebijakan yang dijalankan.

Melalui media sosial ini juga Dedy Wahyudi menstimulasi percakapan publik dua arah dan bahkan multi arah. Sebagai mantan wartawan, Dedy Wahyudi bukan pertama menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi publiknya. Bahkan saat menjadi Wakil Walikota dirinya sudah sangat aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publiknya.

Selamat satu tahun kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing. Sudah saatnya komunikasi publik pemerintah tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga dialogis, sehingga masyarakat merasa didengar dan dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Karena komunikasi publik yang efektif adalah fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik, di sanalah kepercayaan publik dibangun dan masa depan bersama dirancang.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *