Penjelasan Terkait Harga Telur di Pasar Sepinggan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan pengecekan langsung terkait kabar harga telur yang diberitakan mencapai Rp85.000 per tray di Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hasilnya, informasi tersebut tidak terbukti di lapangan.
Pemantauan dilakukan oleh Bapanas bersama dengan Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan Polda Kaltim, Satgas Saber Polresta Balikpapan, serta Dinas Pangan Kota Balikpapan. Tim turun ke lima titik pedagang dan satu agen telur untuk mengecek harga dan ketersediaan pasokan.
Hasil Pemantauan
Dari hasil pemantauan, Bapanas menyatakan bahwa harga telur tidak mencapai angka yang diberitakan. Harga rata-rata telur berada di kisaran Rp1.900–Rp2.200 per butir. Jika dikonversi ke dalam satuan kilogram, harga tersebut jauh di bawah angka yang disebutkan sebelumnya.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Lenny, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemantauan setelah menerima laporan mengenai tingginya harga telur di pasar tersebut. Ia menegaskan bahwa harga yang ditemukan di lapangan tidak sesuai dengan informasi yang beredar.
“Kami melakukan pemantauan di lima titik, khususnya penjual telur. Namun harga itu tidak kami temui,” tegas Lenny.
Menurutnya, harga telur di Pasar Sepinggan umumnya dijual per butir maupun per tray atau rak. Harga rata-rata berada di kisaran Rp1.900 hingga Rp2.200 per butir, tergantung ukuran telur.
Stabilitas Harga Telur
Meskipun harga telur masih sedikit di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), kondisi ini tetap terkendali karena pasokan cukup dan harga dianggap wajar oleh masyarakat.
Lenny menjelaskan bahwa HAP bersifat sebagai acuan dan belum ada sanksi bagi pelanggaran harga. Sementara itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) memiliki sanksi yang lebih ketat, namun saat ini hanya berlaku untuk komoditas minyak goreng dan beras.
“Selama ketersediaan ada dan masyarakat merasakan baik-baik saja, meskipun di atas HAP, yang penting barangnya ada dengan harga kewajaran,” ujarnya.
Perkembangan Harga Telur
Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Anny Mulyani, memastikan bahwa harga telur ayam ras di Kota Balikpapan masih relatif stabil setelah dilakukan pemantauan langsung di lapangan bersama tim gabungan.
Ia menjelaskan bahwa harga telur di tingkat pedagang saat ini berkisar antara Rp1.900 hingga Rp2.200 per butir. “Pada umumnya harga telur stabil di Rp1.900, Rp2.000, Rp2.100, sampai Rp2.200 per butir. Jadi tidak ditemukan harga di atas Rp80.000 atau Rp85.000 per piring,” tegasnya.
Meski demikian, jika mengacu pada HET sebesar Rp30.000 per kilogram, harga telur saat ini memang masih sedikit berada di atas ketentuan. “Kalau dikonversi dari satu piring ke kilogram, itu masih sekitar Rp31.000 sampai Rp32.000 per kilogram. Jadi memang masih di atas HET Rp30.000 per kilogram,” jelas Anny.
Sumber Pasokan Telur
Dari sisi pasokan, telur yang beredar di Balikpapan sebagian besar berasal dari luar daerah, yakni Sulawesi dan Jawa Timur. Sementara produksi lokal juga tersedia, namun dengan harga yang relatif lebih tinggi.
“Iya, sumbernya sebagian besar dari Sulawesi dan Jawa Timur. Sedangkan yang lokal memang masih tetap di atas dibandingkan harga dari luar,” katanya.
Ia memperkirakan, komposisi pasokan telur sekitar 60 persen berasal dari luar daerah dan 40 persen dari produksi lokal.
Perkembangan Harga Telur Sebelum Ramadan
Sebelumnya, para pedagang melaporkan adanya lonjakan harga telur secara bertahap dalam sepekan terakhir. Pantauan di Pasar Sepinggan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per piring.
“Biasanya memang begitu kalau jelang puasa atau lebaran. Stok banyak diborong, jadi harga yang kami ambil dari petani juga ikut naik,” ujar Andi, salah satu pedagang telur di Pasar Sepinggan.
Lonjakan harga telur dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Telur menjadi salah satu komoditas favorit karena banyak digunakan untuk berbagai menu sahur, berbuka, hingga kebutuhan usaha kue rumahan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Tak hanya telur, sejumlah bahan pokok lainnya juga ikut mengalami kenaikan harga. Ikan segar, bawang merah, cabai, hingga tomat terpantau naik antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram dari harga normal.
Kondisi ini membuat para pedagang berharap pasokan dari distributor tetap lancar agar lonjakan harga tidak semakin tinggi saat Ramadan resmi dimulai.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












