Irfan Hakim Terlibat dalam Polemik Dugaan Penelantaran Anak yang Melibatkan Denada
Presenter ternama Irfan Hakim kini menjadi sorotan publik setelah namanya ikut terseret dalam polemik dugaan penelantaran anak yang melibatkan penyanyi Denada. Isu ini muncul setelah seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano mengaku sebagai anak biologis dari Denada. Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas dari masyarakat, terutama karena selama ini Denada hanya diketahui memiliki satu anak perempuan yang tinggal di luar negeri.
Ressa, yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, menyatakan bahwa ia dibesarkan oleh keluarga Denada. Menurutnya, sejak duduk di bangku SMP, ia mulai mendengar cerita dari keluarga pengasuh bahwa dirinya adalah darah daging dari Denada. Keyakinan itu semakin kuat seiring bertambahnya usia, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak.
Perdebatan Irfan Hakim dengan Hotman Paris
Di tengah perbincangan hangat tentang kasus ini, Irfan Hakim turut menjadi perhatian setelah berdebat dengan pengacara kondang Hotman Paris dalam sebuah acara televisi. Potongan video perdebatan tersebut viral dan menuai beragam interpretasi. Sebagian netizen menilai Irfan berada di posisi membela Denada.
Dalam tayangan FYP Trans 7, Irfan mempertanyakan waktu kemunculan klaim Ressa. “Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? Kenapa baru sekarang?” tanya Irfan kepada Hotman Paris. Pernyataan ini menuai reaksi keras dari warganet, yang menilai ucapan tersebut kurang mencerminkan empati terhadap posisi anak yang merasa ditelantarkan.
Klarifikasi Irfan Hakim
Untuk meluruskan persepsi yang berkembang, Irfan akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya kerap disalahartikan. “Itu tidak seperti yang dibayangkan. Pasti orang mikirnya gue bertanya ke Bang Hotman, mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya, dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu,” ujarnya.
Irfan menegaskan bahwa konteks pertanyaannya disesuaikan dengan situasi informasi yang masih simpang siur saat itu. Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya berpihak kepada salah satu pihak. “Saya adalah host talkshow, saya tidak boleh berpihak pada salah satu narasumber, saya harus netral,” tutup Irfan.
Pandangan Hotman Paris Mengenai Langkah Hukum Ressa
Mendengar pertanyaan Irfan Hakim soal iktikad Ressa, Hotman Paris pun mengurai kemungkinan yang melatarbelakangi langkah Ressa. Menurut Hotman, bisa saja keberanian Ressa baru muncul setelah ia dewasa. “Ya mungkin dia baru ada keberanian. Dia kan bukan ahli hukum,” jelas Hotman.
Lebih lanjut, Hotman menjelaskan bahwa dugaan penelantaran anak bisa ditempuh melalui dua jalur hukum. “Dugaan bahwa seorang anak menggugat ibu kandungnya karena tidak kasih nafkah. Sebenarnya dia bisa menempuh dua jalur, perdata tapi bisa juga secara pidana loh,” kata Hotman Paris.
Tanggung Jawab Hukum dalam Kasus Ini
Irfan kemudian melontarkan pertanyaan lanjutan terkait pihak yang seharusnya bertanggung jawab apabila Ressa memang benar anak Denada. Ia menyinggung peran ayah biologis dalam tanggung jawab terhadap anak. “Mengenai Denada itu, banyak yang ngomong kok nuntutnya ke ibunya, kan yang tanggung jawab atas kehidupan anak tuh sebenarnya bapak,” cecar Irfan Hakim.
Menanggapi hal itu, Hotman Paris memberikan penjelasan dari sudut pandang hukum. Ia menegaskan bahwa status anak menjadi faktor penentu dalam penentuan tanggung jawab hukum. “Saya enggak tahu apakah dia anak luar nikah atau anak sah atau dalam perkawinan. Kalau itu anak dalam perkawinan ya harusnya gugat dua-duanya. Tapi kalau memang dia anak ibunya tanpa perkawinan yang sah, maka hanya punya hubungan hukum dengan ibunya, jadi hanya bisa gugat ibunya,” ungkap Hotman.
Kuasa Hukum Denada Beri Penjelasan
Sementara itu, pihak pedangdut Denada melalui kuasa hukumnya buka suara mengenai polemik permasalahan Ressa Rizky Rossano. Muhammad Iqbal, kuasa hukum Denada, menegaskan bahwa selama ini kliennya tak pernah anggap Ressa bukan sebagai anak kandungnya. “Denada ini nggak pernah tidak pernah menganggap Ressa itu tidak sebagai anak gitu, nggak pernah,” ungkap Muhammad Iqbal.
Iqbal juga memberikan bantahan kliennya menelantarkan Ressa. Ia menyampaikan, bahwa selama ini kebutuhan dari Ressa selalu dipenuhi oleh Denada, termasuk biaya sekolah. “Semua itu dipenuhi, sekolah juga dipenuhi, sudah semua,” ungkapnya. Menurutnya, masalah ini tak seharusnya dibesar-besarkan di media. Hal ini lantaran sejak awal tak ada permasalahan dari Denada dan Ressa. “Intinya nggak ada masalah apa-apa sebetulnya,” ucap Iqbal.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












