Pesan Terakhir Pasangan Kekasih yang Tewas dalam Kecelakaan di Langkat, Titip Kunci ke Ayah

Kehilangan yang Menyedihkan: Pasangan Kekasih Meninggal dalam Kecelakaan

Sebuah kejadian tragis terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mengakibatkan kematian pasangan kekasih. Kejadian tersebut menimpa Arika Sahfitri (24) dan Rizki Setiawan (25), yang sebelumnya telah merencanakan pernikahan setelah Lebaran. Kecelakaan terjadi di Jalan Umum Padang Tualang-Tanjung Pura, tepatnya di Lingkungan II Bukit Rejo (Batu 10), Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, pada Kamis (26/3/2026).

Pesan Terakhir yang Tak Terdengar

Menurut ayah korban wanita, Rustam Efendi, anaknya bersama pacarnya mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan menghadiri pesta seorang teman. Sebelum berangkat, Arika tidak sempat berpamitan karena ayahnya sedang tidak berada di rumah. Namun, ia sempat mengirimkan pesan melalui SMS kepada ayahnya.

“Saya pergi ke masjid Salat Zuhur. Bergitu saya pulang dari masjid, Arika meninggalkan pesan SMS ‘Yah kunci rumah saya titipkan di sini’. Karena Arika pada waktu itu belakangan di rumah karena mau pergi undangan,” ujar Rustam.

Pesan tersebut menjadi pesan terakhir yang diterima oleh Rustam sebelum kejadian tak terduga terjadi. Tak lama kemudian, keluarga yang tinggal di samping rumah memberitahu Rustam bahwa Arika mengalami kecelakaan.

Perasaan yang Tak Terucapkan

Saat sampai di lokasi kejadian, Rustam mencoba membuka kain penutup tubuh anaknya yang masih terbaring di jalan raya. Namun, ia dilarang oleh kawannya yang menyatakan bahwa tubuh wanita yang terbaring di jalan dalam kondisi meninggal dunia. Di lokasi kejadian, terdapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Erika yang memastikan identitas korban.

“Perasaan saya pada waktu itu sehancur-hancurnya, tak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan lagi. Saya gak ada berfirasat apa-apa sebelum kejadian anak saya ini,” kata Rustam.

Arika Sahfitri adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Rustam Efendi dan Almarhumah Rahmah. Rustam pun menceritakan kenangan-kenangan yang begitu banyak dan tak terlupakan terhadap anak perempuannya semasa hidup.

“Kenangan anak saya ini terlalu banyak. Dulu saya sangat cemas saat dia masih Maktab (Sekolah Dasar), sempat sakit dan mengeluarkan darah banyak. Cuma siizin Allah SWT belum memanggil dia, anak saya ini sembuh dari sakitnya,” ujar Rustam.

“Kemudian kemarin mengejutkan saya lagi, pada saat dia kerja di Mekar, datang penyakit untuk dia yaitu usus buntu. Di situ buat saya kualahan dan sedih,” sambungnya.

Rencana Pernikahan yang Belum Terwujud

Rustam juga menjelaskan bahwa jenazah Rizki kekasih Arika terlebih dahulu dimakamkan pada Kamis (26/3/2026) malam setelah Salat Magrib. Ia juga membenarkan rencana menikah antara Arika dan Rizki.

“Keluarga pihak laki-laki memang belum datang ke rumah untuk membicarakan soal pernikahan. Cuma Rizki sudah bicara sama Arika mau menikahinya,” ucap Rustam.

“Yang mau menikah habis lebaran ini kakaknya Arika. Cuma almarhumah sudah ngomong habis kakaknya baru dia mau menikah, itulah terakhir dia cerita sama saya,” tambahnya.

Gitupun Rustam sempat menjelaskan, kepergian Arika nyaris mirip saat waktu ditinggal ibunya yang wafat pada tahun 2008 silam.

“Ibunya meninggal Tahun 2008 tepatnya 12 Idul Fitri. Sedangkan Arika 7 Idul Fitri. Memang Arika yang sering ingat sama ibunya,” tutup Rustam.

Kronologi Kecelakaan

Dikabarkan sebelumnya, Sat Lantas Polres Langkat membeberkan kronologi dan kondisi sepasang kekasih yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Umum Padang Tualang-Tanjung Pura. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Identitas sepasang kekasih itu bernama Rizki Setiawan (25) warga Dusun I, Desa Sangga Lima, Kecamatan Gebang, dan Arika Sahfitri (24) warga Dusun I Tambusai, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Kedua sepasang kekasih diketahui juga akan melangsungkan pernikahan pada tahun ini. Menurut Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, kedua korban mulanya berboncengan dengan menaiki sepeda motor Honda Beat BK 2318 PBC.

“Sebelum terjadinya kecelakaan, menurut keterangan saksi di TKP mobil dump truk BH 8187 MW dan sepeda Motor Honda Beat BK 2318 PBC berjalan searah dari arah Bukit Tua menuju Padang Tualang, dengan posisi mobil dump truk berada di depan sedangkan sepeda motor Honda Beat di belakang,” ujar Budi.

Lanjut Budi, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang merupakan jalan tikungan, diduga sepeda motor Honda Beat mendahului mobil dump truk tersebut. Dan pada saat bersamaan datang mobil Toyota Kijang Innova dari arah berlawanan yaitu dari Padang Tualang menuju Bukit Tua.

“Karena jalan yang sempit, sehingga tidak ada ruang gerak yang cukup untuk untuk sepeda motor Honda Beat bergerak. Sehingga pada saat sudah berada disamping kanan dump truk, sepeda motor Honda Beat oleng ke kiri dan bersentuhan dengan bagian samping kanan dump truk,” ucap Budi.

“Korban pun terjatuh ke badan jalan. Sehingga pengemudi dan penumpang sepeda motor Honda Beat terlindas ban belakang sebelah kanan dump,” sambungnya.

Atas peristiwa itu korban Rizki Setiawan mengalami luka serius yaitu pada bagian gigi patah, patah bagian bahu kiri, dan meninggal dunia diperjalanan saat mau dibawa ke rumah sakit. Sementara itu korban Arika Sahfitri mengalami luka serius yaitu hancur pada bagian kepala, patah pada bagian kaki, patah pada bagian pinggul, dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *