Kinerja RKPD Jatim 2025 Capai 98,33 Persen, Khofifah Sebut Bukti Kerja Kolektif

Capaian Pembangunan Jawa Timur Tahun 2025

Pada tahun 2025, Provinsi Jawa Timur mencatatkan berbagai capaian yang signifikan dalam berbagai sektor pembangunan. Dalam penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat optimal.

Secara kumulatif, realisasi kinerja RKPD Jawa Timur tahun 2025 mencapai 98,33 persen dari total 4.021 indikator program dan kegiatan. Angka ini meningkat 0,08 persen dibanding capaian tahun 2024 yang sebesar 98,25 persen. Capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi merupakan representasi nyata dari kerja kolektif, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen pembangunan di Jawa Timur.

Penghargaan dan Kinerja Ekonomi

Keberhasilan tersebut juga ditandai dengan raihan 133 penghargaan dari berbagai sektor sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pembangunan daerah. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2025, pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur terealisasi sebesar Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Sedangkan untuk realisasi belanja daerah mencapai Rp31,20 triliun atau sekitar 93,82 persen dari target Rp33,25 triliun. Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,33 persen (c-to-c), melampaui target RKPD sebesar 4,80–5,20 persen. Jawa Timur juga mencatat kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa. Hal ini kian menegaskan posisi Jatim sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Investasi dan Perdagangan

Kinerja investasi Jawa Timur tahun 2025 mencatat capaian sebesar Rp147,7 triliun, berhasil melampaui target serta menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Di sektor perdagangan, nilai ekspor meningkat signifikan sebesar 16,61 persen, yang disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor nonmigas. Selain itu, pelaksanaan misi dagang dalam dan luar negeri juga mencatatkan transaksi signifikan.

Sepanjang 2025, kami melaksanakan 12 kali misi dagang dalam negeri yang menghasilkan nilai transaksi sebesar 16,31 Triliun. Capaian ini merupakan rekor tertinggi yang melampaui capaian kumulatif periode 2019–2024 yang tercatat sebesar 11,05 triliun dari 36 kali kegiatan. Sedangkan misi dagang ke luar negeri yakni ke Negara Singapura di tahun 2025 menghasilkan transaksi sebesar 4,163 triliun.

Kesejahteraan dan Kemandirian Desa

Dalam aspek kesejahteraan, persentase penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 9,30 persen, turun sekitar 89,53 ribu jiwa dibanding tahun sebelumnya. Bahkan dalam kurun 2020–2025, Jawa Timur menjadi provinsi dengan penurunan kemiskinan terbesar secara nasional, mencapai 781,68 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan berseiring dengan keberhasilan spektakuler dalam meningkatkan status kemandirian desa.

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2025, jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur tercatat sebanyak 4.716 desa. Jawa Timur menjadi penyumbang desa mandiri terbanyak dibanding provinsi lain se-Indonesia. Dari total 20.503 Desa Mandiri di Indonesia, 23 persen atau 4.716 Desa Mandiri ada di Jawa Timur.

Indeks Pembangunan Manusia dan Ketenagakerjaan

Tingkat ketimpangan juga menurun signifikan, tercermin dari rasio gini sebesar 0,359, merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,13, meningkat 0,78 point dan berhasil melampaui target RKPD, menandakan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang konsisten. Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,71 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional. Penurunan pengangguran hingga sekitar 90 ribu orang turut memperkuat indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja.

Penguatan SDM dan Pelayanan Publik

Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan. Ini tercermin dari peningkatan IPM serta indikator kesehatan dan pendidikan. Di sisi lain, kualitas pelayanan publik Jawa Timur juga menunjukkan capaian terbaik nasional dengan skor 4,75 dari skala 5, mencerminkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan responsif.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *