Program KHN Lestari Pendidikan Membuka Akses Pendidikan bagi Warga Desa Paking dan Harapan Maju
Program KHN Lestari Pendidikan yang dijalankan oleh PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) mulai menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat di Desa Paking dan Harapan Maju, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Melalui dukungan logistik bagi peserta dan tutor program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM Melati berlokasi di Lidung Kemenci, semakin banyak warga yang kini dapat mengikuti pembelajaran secara rutin dan menyelesaikan pendidikan dasar mereka.
Program Kejar Paket A, B, dan C ini memiliki pendekatan yang berbeda karena dilaksanakan melalui sistem kelas jarak jauh—yang merupakan inisiatif pertama di Kabupaten Malinau. Sejak dimulai pada tahun 2024, program ini dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama pendidikan kesetaraan di wilayah terdampak proyek PLTA Mentarang Induk, yaitu keterbatasan akses transportasi.
Desa Paking dan Harapan Maju berjarak sekitar satu jam perjalanan darat atau sungai dari pusat kota Malinau, sehingga tanpa dukungan transportasi, kegiatan belajar sering menjadi tantangan tersendiri bagi warganya. Di Desa Paking, kelas belajar diadakan di SMP 2 Mentarang dimana Kepala Sekolah, Aisyah dan pihak sekolah turut terlibat memberi dukungan dan dorongan kepada warga belajar supaya bisa belajar dalam suasana yang nyaman dan kondusif.
Melalui program ini, PT KHN memfasiliasi tutor dari PKBM Melati untuk datang langsung setiap hari Jumat dan Minggu memberikan pembelajaran secara tatap muka di desa serta menyediakan dukungan logistik bagi warga belajar agar dapat mengikuti kelas dan ujian. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih konsisten dan meningkatkan partisipasi warga. Tahun Ajaran 2025/2026 total warga belajar adalah 59 peserta.
Warga RT 05 Desa Harapan Maju, Ati, merupakan salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia sebelumnya berhasil menyelesaikan pendidikan Paket B dan kini melanjutkan pendidikan Paket C. “Dari PT KHN kami sangat terbantu, terutama soal transportasi. Jadi kami bisa terus ikut belajar sampai selesai. Sekarang saya sudah lulus Paket B dan sedang melanjutkan ke Paket C,” ungkap ibu satu anak berusia 28 tahun yang putus sekolah SD.
Bagi Ati, kesempatan melanjutkan pendidikan memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.
Cerita lain datang dari Riyung, warga Desa Paking yang mengikuti program Paket C. Setelah sempat tertunda selama lebih dari tiga tahun, Riyung akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan tersebut. Selain menjadi peserta, Riyung juga dipercaya sebagai ketua kelas bagi angkatan Paket C. Dalam peran tersebut, ia aktif memotivasi teman-temannya untuk tetap konsisten mengikuti proses belajar hingga lulus.
“Sebenarnya motivasi awal datangnya dari istri saya, dia yang dorong saya terus. Saya selalu bilang ke teman-teman juga supaya tetap semangat belajar. Kami sudah sampai di sini, jadi harus diselesaikan,” katanya. Ia berharap ijazah yang diperolehnya dapat membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan formal di masa depan.

Dari sisi penyelenggara, dukungan dari PT KHN dinilai sangat membantu keberlanjutan program pendidikan kesetaraan di wilayah tersebut. Arifin, S.E., M.H. selaku pimpinan PKBM Melati, menjelaskan kerja sama dengan PT KHN memungkinkan kegiatan belajar dapat berlangsung lebih efektif karena tutor dapat menjangkau desa secara langsung.
“Desa Paking dan Harapan Maju jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Selain itu, risiko selama perjalanan juga ada. Dengan adanya dukungan PT KHN, tutor kami bisa datang langsung ke desa seminggu sekali untuk memberikan pembelajaran secara offline sehingga warga belajar bisa mengikuti kelas dengan lebih konsisten,” jelasnya.

Lauren Aprianus, S.E., M.Si. sebagai salah satu pengajar dan tim penyusun kurikulum juga menambahkan, pendidikan kesetaraan memainkan peran penting sebagai kesempatan kedua bagi masyarakat yang sempat putus sekolah. Ini juga sesuai dengan program pendidikan dari Pemda Malinau.
Menurutnya, melalui dukungan berkelanjutan dari PT KHN, warga belajar tidak hanya dapat menyelesaikan pendidikan mereka, tetapi juga memiliki peluang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memperoleh pekerjaan formal. “Harapan kami, warga belajar semakin memiliki komitmen belajar yang lebih serius dan mereka yang sudah disupport ini bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau bagi yang sudah berkeluarga bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ungkap Lauren.
Selain meningkatkan tingkat kelulusan program kejar paket, program ini juga memunculkan dampak sosial yang lebih luas. Banyak peserta yang kini lebih termotivasi untuk memastikan anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Melalui program KHN Lestari Pendidikan, perusahaan tidak hanya membantu masyarakat menyelesaikan pendidikan yang sempat tertunda, tetapi juga berkontribusi dalam membangun fondasi sumber daya manusia lokal yang lebih siap menghadapi peluang kerja di masa depan, termasuk dalam berbagai proyek pembangunan strategis di Kabupaten Malinau.












