Daerah  

Ratusan Kios Roboh, Pedagang Ujung Murung Banjarmasin Minta Perbaikan

Kondisi Pasar Ujung Murung yang Memprihatinkan

Pada hari Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Pasar Ujung Murung, salah satu pasar ikonik di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bangunan pasar tersebut tiba-tiba runtuh, menimbulkan kepanikan di antara para pedagang dan pengunjung. Salah satu korban adalah seorang pedagang bernama Suwarni (57), yang tertimpa reruntuhan kios nasi bungkusnya.

Menurut saksi mata, Maya, saat itu Suwarni sedang duduk di dalam kiosnya ketika tembok tiba-tiba runtuh. Warga kemudian langsung melakukan evakuasi dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin. Saat ini, Suwarni menderita luka benturan di leher belakang, meski kondisinya masih stabil.

Kondisi fisik bangunan pasar memang sangat memprihatinkan. Kayu-kayu yang digunakan sudah keropos, dinding semennya lembap, dan atap seng penuh karat. Sejumlah pedagang mengeluh bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan. “Bangunan sudah tidak layak,” ujar salah satu pedagang.

Kehadiran Tim Reaksi Cepat

Sejumlah anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin segera turun ke lokasi setelah mendapat informasi tentang runtuhnya pasar. Akhdiyat Yosida, salah satu anggota TRC, menjelaskan bahwa mereka langsung membantu warga melakukan evakuasi seorang ibu yang terjepit reruntuhan.

Saat kejadian, Suwarni sedang mempersiapkan makanan untuk dijual. Nurdin, Ketua RT 09, menyebutkan bahwa Suwarni rutin berjualan di pasar tersebut. “Sidin masak di sini, sore baru dibawa keluar untuk dijual,” katanya.

Sejarah dan Keberadaan Pasar Ujung Murung

Pasar tekstil dan konveksi di tepi Sungai Martapura, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah ini memiliki sejarah panjang. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pasar ini dibangun pada tahun 1950-an atau bahkan didirikan pada masa penjajahan Belanda. Lorong-lorongnya dipenuhi oleh pedagang kain, pakaian, serta perlengkapan muslim, sementara area luar dipenuhi oleh penjual jajanan dan kue ringan.

Pasar ini juga ramai dikunjungi konsumen menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, termasuk dari Kalimantan Tengah. Namun, suasana ramai tiba-tiba terganggu oleh insiden runtuhnya bangunan di dalam area pasar. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang sedang berbelanja.

Masalah Kondisi Bangunan yang Memprihatinkan

Insiden runtuhnya beberapa kios tidak menghentikan aktivitas pasar. Pagi itu, pedagang dan pengunjung tetap berlalu-lalang, meski banyak yang memperhatikan puing-puing kios yang roboh. Sejumlah kios yang roboh diketahui sudah lama tidak beroperasi, meski masih ada satu warung makan yang aktif digunakan.

Banyak kalangan kembali menyoroti kondisi pasar yang dinilai memprihatinkan. Hal ini karena bangunannya sudah miring dan lapuk. Sejumlah pedagang mengaku telah lama menunggu janji pembangunan kembali dari pemerintah daerah. Janji juga datang dari wali kota, apalagi para pedagang telah membayar retribusi.

“Berapa kali sudah ikut rapat tapi belum ada yang dibongkar. Gagal terus perjanjian itu,” ujar Nurdin, Ketua RT 09. Ia menyatakan sekitar 30 kios rusak, sedangkan kios lain yang masih berdiri juga sudah tidak layak digunakan.

Kritik Terhadap Kebijakan Pemerintah

Menurut Nurdin, insiden runtuhnya bangunan di pasar tersebut bukan kali pertama kali. Dulu di ujung sana, katanya, ada rencana pembongkaran dan perbaikan pada 2025. Tapi sampai sekarang tak terlaksana.

Beberapa pedagang Pasar Ujung Murung menyoroti tindakan pemerintah kota yang berani menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembelian mobil listrik, sementara kebutuhan mendesak seperti peremajaan pasar tradisional justru terabaikan.

“Mobil listrik kawa dibeli. Ini yang penting kadada lalu diperhatikan,” celetuk seorang warga pasar.

Peninjauan Oleh Perumda Pasar

Mengetahui peristiwa nahas ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Banjarmasin melakukan peninjauan. Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M Abdan Syakura, menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang mencari informasi mengenai status kepemilikan toko yang ambruk.

Status kepemilikan penting untuk diketahui. Jika kios atau toko milik swasta, pemko tidak bisa serta-merta melakukan revitalisasi. Perumda Pasar juga masih menelusuri apakah pasar tersebut termasuk aset Perumda Pasar.

“Bila aset Perumda akan kami koordinasikan,” tandasnya.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *